
"Puja kerang ajaib!!!" Marisa wong berteriak menirukan kartun kesukaanya. Membuat kakak dan mamanya menoleh kaget.
"Haishhh!!! dasar bocah" ejek lukas...
"Bodo amatt" celetuk marisa.
Gadis berambut panjang itu sangat asia sekali.Rambut hitam pajang lurus, mata cokelat, kulit putih bersih. beda dengan lukas, matanya yang biru tapi rambut yang hitam terlihat istimewa di keluarganya.
"Umurmu baru 25 tahun luk, tapi wajahmu sudah seperti mr.krap" ucap marisa terkekeh.
"Haishhh...bocah tengik!!" bentak lukas..
"wkwkkw, lihatkan dua kerutan muncul ketika kamu marah" ucap marisa bohong.
seketika lukas melihat cermin dan tersenyum lebar.Marisa dan mamanya terkekeh.
"Tak akan ada gadis yang mau denganmu luk" goda Marisa "hahahhahaah"
"Walaupun aku tua tapi aku kaya!!" Lukaz sombong
" cihh...iya cewe matre yang mau denganmu. hahahahah" marisa meninggalkan kakaknya karena sudah bosan berdebat.
----
Kang Daniel
Saat lukas mengajar, tatapannya sendu melihat jenie.Di sisi lain dia juga melihat salah satu murid laki-lakinya mencuri pandang pada jenie.Murid yang termasuk golongan tampan. Kang Daniel, seorang artis kpop terkenal. Diam -diam jatuh hati pada jenie. Daniel adalah siswa istimewa. walaupun jarang ke sekolah karena tour konser ke luar negri, Dia termasuk siswa yang pandai.
"Kenapa jenie bisa semanis itu sekarang" Batin daniel.
Setiap pelajaran Lukas, Jenie merasa selalu risi. Karena diam-diam selalu mencuri pandang pada jenie. Bel istirahat berbunyi. Perasaan jenie begitu lega. Tiba-tiba Daniel datang menghampiri jenie.
"Hai jen, makan siang bareng?" ucap lukas..
"No, aku akan makan denga mina" balas jenie.
"maafkan aku jen, makanlah dengan daniel dulu, aku akan ke perpustakaan sebentar." mina bohong karena dia ingin sekali sahabatnya itu berkencan.
"bagaimana? Anggap saja ini balasan saat aku menemukan hpmu dulu saat ditaman" paksa lukas.
"hp? taman?" guman jenie.
__ADS_1
brushhhh
Wajah jenie tiba-tiba merona, mengingat kejadian itu. Tampa sengaja mencium daniel dan langsung lari sambil menangis.
"Ba...baiklahh" jenie terbata.
Mereka menuju kantin, dan jadi pusat perhatian para pengunjung kantin.
Biasanya jenie sangat pendiam ketika bersama lelaki, tapi kali ini begitu nyaman dengan daniel. menurut jenie daniel tak menuntut seperti yang lainnya.
Karena saking akrabnya, jenie dan daniel dikira jadinya. Dan hari itu disebut hari patah hati STS. Santer gosip yang beredar membuat Lukas marah dan kecewa.
"Ok, jen apakah kau ada waktu akhir pekan nanti?" tanya daniel.
"emm...entahlah" jawab jenie ragu.
"Ayolah, aku hanya ingin minum kopi denganmu. Ajaklah mina, aku juga akan ajak temanku." kata daniel.
"Baiklah, nanti kau yang tentukan waktunya" sahut jenie neninggalkan daniel. Karena jam istirahat usai.
Sebelum kembali ke kelas, jenie berjalan ke kamar mandi dan bertemu Lukas.
"awww...bukan urusanmu!!" jawab jenie ketus.
Lukas melotot marah mendengar jawaban jenie
" Mau ku congkel matamu itu? lalu ku berikan pada buaya? Hah???" hardik jenie.
Lukas semakin terkejut, jenie yang lembut berubah sekasar itu.
"Maafkan aku jen!!!, mengejar jenie yang berjalan cepat meninggalkannya.
" jen??? ashhhhh Bang*sat!!!" umpat Lukas frustasi.
---
Saat dicafe...
"maafkan aku niel, apa kau sudah lama?" jenie menunduk minta maaf.
"aku juga baru saja sampai" Daniel bohong.
__ADS_1
"hei!!! kita sudah setengah jam disini!!" teriak teman daniel.
"maafkan aku???" jenie menoleh ke suara yang amat jenie kenal.
"kakak!!!" teriak jenie.
"Jenie???" Depa terkejut.
"kalian saling kenal?'' Daniel bingung.
"dia kakakku, dia adikku" jawab depa dan jenie bebarengan.
"Wow... kebetulan yang luar biasa?" Daniel tertawa.
"Apa kakak mencari gadis kecil seperti aku untuk dipacari?? apa kakak seorang pedofil??" cerca jenie.
"Apa!!! jaga mulutmu jen!!, aku di sini karena bocah tengik ini merengek meminta kakak menemaninya" bantah depa.
"niel?? kenapa bisa kenal kakakku? tanya jenie.
"Dia paca......emmmmm" jawab daniel terputus karena mulutnya dibekap depa.
jenie melirik kakaknya curiga, sedangkan depa menampilkan senyuman canggungnya.
"Kalian gay???" tiba-tiba jenie berucap.
Depa dan daniel terbatuk, saling melihat, kemudian saling menjauhkan posisi duduknya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1