
Lisa kemudian pergi dengan taxi menuju ke hotelnya. Setibanya dihotel disambut oleh sang manager yang begitu khawatir karena sang model yang semalam tak pulang. Apalagi Lusa mereka akan kembali ke Italian. Lisa pun membersihkan diri kemudian tidur kembali sehingga Lupa untuk meminum pil penunda kehamilannya.
----
Jenie pun berniat membuat bakso yang telah dia janjikan pada calon mertuanya. Jenie menyiapkan
500 gr daging sapi giling
1butir telur ayam
¼gr bawang putih dihaluskan
100gr tepung kanji
50gr es batu
1sdt lada putih bubuk
Bahan kuah
1buah balungan kaki sapi
¼kg bawang putih dihaluskan
1sdt lada putih bubuk
1sdt pala bubuk
1sdm Kaldu Sapi
1sdm garam
1sdm gula
Jenie membawa bahan- bahan tersebut ke rumah Bella.
__ADS_1
Sampai dirumah Bella, karena hari libur Lukas sedang santai menikmati kopi dan koran paginya terkejut melihat gadis yang dicintainya datang.
"Apa kau merindukanku?" Lukas begitu percaya diri.
"Dalam mimpimu!!!" jenie ketus.
"So???" ucap Lukas.
Jenie tak mengubris perkataan Lukas. Sikap Jenie membuatnya geram sehingga menarik tangan jenie,meraih dagu gadis tersebut kemudian mencium bibir tipisnya. Jenie Syok mendapatkan perlakuan dari Lukas. Lukas memperdalam ciumannya saat jenie hendak berteriak. Tubuh kecilnya tak mampu bergerak karena dikungkung Lukas.
"Ehemmm" Sebuah deheman menghentikan ciuman Lukas.
"kakak tak punya akhlak!! ada dedeknya jomblo tapi malah bermesraan didepannya!!" Marisa malu dengan sikap kakaknya.
Jenie mengurungkan niatnya menampar Lukas, Karena calon mertua dan iparnya memergoki kelakuan mereka.
"Hishhh....brengsek" Guman jenie sambil menginjak kaki Lukas dengan hak tingginya.
"Owhhh...Sayang?? jahat sekali kamu?" Lukas genit. Dia tahu jenie tak akan berkutik di depan ibunya.
"What??? sayang???" jenie tampa suara.
"Maaf tante, Ini adat ibu saya, Bakti seorang anak pada orang tua" Ucap jenie.
Bella terharu baru kali ini mendapatkan perlakuan dari calon menantunya tersebut. Bella membelai kepala jenie.
Lukas tersenyum, Jenie sudah menerima ibunya. Dia harus lebih gencar meraih cinta jenie yang dulu dia tinggalkan.
"Lukas!!! kau juga pernah tinggal di negara Jenie kenapa kau tak pernah memperlakukan mamamu seperti ini" Tanya Bella.
"Matiiii aku!!!, Hemmm aku tak pernah melakukan itu sebelumnya mam??" ucap Lukas.
"Bohong Tante!! Dia selalu mencium tangan Mommyku!!" bantah Jenie.
Lukas membatu, Dia tak tahu harus berkata apa. Untung saja Jenie menarik Bella menuju dapur. 3 wanita tersebut tertawa membuat adonan bakso menjadi bulatan- bulatan sebesar bola ping - pong. memasukan bulatan tersebut pada air panas di panci. menunggunya hingga mengapung dipermukaan.
__ADS_1
Kegiatan tersebut dilanjutkan oleh Bella dan Risa. Sedangkan jenie menyiapkan kuah dan bahan pelangkap bakso sapi kuah tersebut.
Taraaaaa!!!!
Satu panci besar bakso sudah tersaji di meja makan. Lukas sudah tak asing lagi dengan hidangan tersebut.
Lukas menambahkan kuah dan beberapa butir bakso ke dalam mangkok yang sudah terdapat bihun, sawi, seledri dan juga bawang goreng.
Satu sendok sambal ditambahkan kamangkok bakso tersebut.
"Lukas!! itu sangat pedass lohh" ingat Bella.
Lukas hanya memandang mamanya kemudian menambahkan dua sendok lagi sambal. Hal itu membuat Bella melonggo.
Marisa bertepuk tangan."Hormatku master!!!"
Mereka lebih terheran lagi Ketika jenie menambahkan hampir lima sendok sambal ke mangkoknya. "Ohhh master sesungguhnya!! marisa menaik turunkan tangannya di depan Jenie.
" Tak punya pendirian!!!" sindir Lukas pada adiknya.
Bella dan Marisa menambahkan tak lebih dari setengah sendok sambal. Itu pun menghabiskan 2 gelas jus jeruk
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung