Takut Jatuh Cinta "Lagi"

Takut Jatuh Cinta "Lagi"
5


__ADS_3

Walaupun mereka saling berjauhan, Kim Yohan selalu bertanggung jawab. Memberikan Hak pada anaknya dan Menjalankan Kewajibanya sebagai seorang ayah. Inilah yang membuat anak-anaknya menerima perpisahan orang tuanya.


"Amma?? Bolehkan jenie tidur memeluk amma?? jenie kangen pelukan mommy?" ucap Jenie pada Seo Ry.


"Tentu sayang, jenie boleh tidur dengan Amma" tukas Seo Ry lembut. Dia terharu kedua Anak sambungnya mengakui dan menerima dirinya layaknya ibunya sendiri sekarang.


"Daddy tidur dengan luna!!, biar nanti kalo mengompol, dady yang ganti!!!" goda jenie sambil menjulurkan lidah.


"hei, sweey kenapa kalian cuma tidur berdua? Daddy dan Depa juga mau tidur bersama kalian. Ranjang ammamu bahkan muat untuk 20 orang" Kim Yohan cemburu akan sikap manja anak gadisnya pada istrinya sekarang.


Seo Ry tertegun mendengar ucapan Kim Yohan. Pasalnya mereka tidur terpisah, hanya saat- saat tertentu mereka tidur bersama. Meskipun belum menerima Seo Ry seutuhnya Yohan masih melakukan kewajibanya sebagai Suami sejak awal pernikahan. Itupun atas dasar paksaan Sopie.


"Begitu berpengaruhnya sopie di keluarga ini, sampai tak ada yang menolak apa yang dia ucapkan, Dia wanita yang hebat" batin Seo Ry dalam hati. Kehangatan keluarga yang sangat mereka rindukan. Selepasnya melakukan kegiatan masing-masing.


------


"Mommy pasti bahagia disana, jenie dan kakak akan selalu patuh pada Daddy dan sayang pada Amma serta Luna. mommy tahu, Luna sangat lucu" .seraya bercerita pada sang ibu sambil melihat bintang dari atas balkon rumah. Jenie seperti melihat bayangan wajahnya ibunya tersenyum lembut di langit malam itu.


Kim yohan mencari anak gadisnya..dan melihat balkon kamarnya terbuka, diusapnya kepala kesayanganya itu. "Hai...Sweety?? sudah malam, istirahatlahh..." Kim yohan memasangkan blazer tebal pada jenie.


"Dad, Mommy sudah pergi?...cintailahh Amma seperti Daddy cinta Mommy" ucap jenie


Deg...terkejut ucapan anak gadisnya... anak yang sangat manja itu hari ini bersikap sungguh dewasa..


"Apa mommy yang menyuruhmu berkata serperti itu??" balas Kim Yohan memandang wajah anaknya intens.


"No, Jenie tahu Daddy sangat sangat cinta Mommy... Bahkan kata Mommy cinta Daddy sebesar dunia ini beserta isinya" jelas jenie.


Kim Yohan tersenyum malu...kata-kata yang sudah sangat lama diucapkan untuk ibu dari anak-anaknya..


"Dia juga masih mencintaiku" batin kim johan memeluk jenie.

__ADS_1


"Mommy juga bilang, hati mommy hanya untuk Daddy seorang. Sampai akhir Mommy tak mau menikah" jenie menatap wajah daddy yang sudah dibasahi air mata.


"Maaf dad, jenie buat daddy sedihhh" jenie merasa kecewa atas ucapanya.


"No, sweety..apakah ada yang suka dengan mommy? Tanya Kim Yohan.


" Sure...Mommy sangat cantik banyak lelaki tampan disana. Bahkan ada laki-laki muda yang lebih tampan dari Daddy" jenie terkekehh.


"What, Apa ada yang lebih tampan dari Daddy" kim yohan sombong. Jenie hanya terkekeh.


mereka masuk kedalam rumah dan mulai beristirahat.


---


Hari-hari berlalu dengan bahagia. Hingga waktu liburan telah usai.


tok..tok..tokk


"Masuk, Tidak di kunci" ucap jenie


"Baik bik, Terima kasih" balas jenie.


"baik nona, saya permisi" kata pelayan meninggalkan kamar jenie.


Ruang kerja Kim Yohan


jenie mengetuk pintu dan masuk kedalam ruang kerja sang ayah.


"Pagi Dad" ucap jenie mencium pipi Ayahnya.


Tak lama Depa pun menyusul sang adik menghadap sang Ayah.

__ADS_1


"Liburan sudah selesai Anak-anak" tukas Kim yohan


" Son, mulai besuk bekerjalah di perusahaan daddy" ucap Yohan pada Depa.


"Ok Dad, tpi Depa ingin ikut jalur tes dan mulai dari bawah dad. Satu lagi Dad, rahasikan kalo Depa anak daddy" sahut Depa.


Kim Yohan heran, seorang anak CEO ingin bekerja dari bawah dan dengan tes. "Baiklah kita liat, apa yang telah diajarkan ibumu nak, hingga kau tak mau langsung di posisi atas" batin Kim Yohan.


"Deal" Kim yohan menyalami tangan anaknya. Depa terkekeh mendengar jawaban Sang Ayah.


"Kim Jenie, kau besuk mulai sekolah milik keluarga Amma mu" ucap Kim Yohan.


"Baiklah Dad, Tapi jenie tak mau hak spesial juga. Jenie mau diperlakukan sama seperti murid biasa" balas jenie.


"ok!!!Deal" ucap kim yohan membuat ketiganya tertawa.


"ini untuk kalian!!" menyerahkan dua kartu kredit kepada keduanya.


"Itu Tampa batas. Gunakan dengan bijak.Dan satu lagi tak ada penolakan" kata Kim Yohan sudah tahu akan ditolak kedua anaknya.


Seakan sudah ditebak sang Ayahnya, dengan malas keduanya menerima kartu itu.


Tampa kartu itu pun keduanya bisa menghidupi diri sendiri. Dari hasil cafe milik ibunya yang dikelola oleh orang kepercayaan dan dipantau oleh micelle. Bahkan dalam rekening tersebut sudah mengendap uang puluhan milyar bila dirupiahkan. Ibunya selalu mengajarkan hemat dan memanamkan prinsip beli yang dibutuhkan bukan yang diinginkan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2