
Sebuah pesan masuk ke ponsel Lukas.
"hah? apa maksudnya ini" batin Lukas.
Dia tak memperdulikan apa yang ada di foto tersebut.
Lisa heran kenapa tak ada tanggapan dari sepupunya tersebut. Dua tanda centang biru sudah nampak dihpnya.
"Isssshhhh, bagaimana caranya Kak Rega hanya milikku seorang" Batin Lisa.
Dipagi yang dingin Jenie merasa begitu kedinginan. Jenie merasakan aura kebencian ada disekitarnya. "brrrr" jenie mengosokkan kedua tangannya lalu menempelkan ke pipinya.
Depa membawa dua gelas cokelat panas. Dan diberikan satu pada jenie. Dengan sengaja Lisa menabrak Jenie dan tak ayal cokelat panas itu tumbah di sweater putih Jenie.
"Ups!! Sorry" ucap Lisa mengejek.
"it's Oke!!" balas jenie tampa melihat Lisa.
Jenie sebenarnya kesal. Tapi dia sengaja menahannya karna tahu bahwa Lisa memancingnya untuk marah. Jenie menuju ke toilet untuk membersihkan diri. Dia mencoba menelepon Daniel untuk membawakan dia baju ganti.
"Niel? apakah kau sibuk hari ini? " ucap jenie di telepon.
Daniel yang masih tidur menjawab malas telepon jenie "Aku free hari ini jen? Ada apa?"
"Tolong bawakan aku baju ganti niel, Bajuku basah. Lokasi akan ku kirim" sahut jenie.
"Ok" jawab Daniel.
Daniel hanya mengosok gigi dan mencuci mukanya. Kemudian masuk kekamar jenie mengambil sebuah blouse,jaket,dan juga syall. Tampa sengaja Daniel melihat barang pribadi milik Jenie. Membuat wajahnya memerah malu.
"Apa perlu aku membawanya?" Batin Daniel meraih telponnya hendak menghubungi jenie namun dia urungkan.
Dengan mengendarai mobilnya sekitar 45 menit sampailah Daniel di tempat jenie.
Diserahkannya paperbag ke jenie.
"Thank you" ucap jenie.
Jenie menuju ke toilet. Saat jenie membuka paperbag itu bertapa terkejutnya dia. Sebuah bra merah berenda dan celana dalam merah bertali samping. Bertapa malunya Jenie. Dia tak menyangka saudara seiparnya mengambilkan dalamannya juga.
__ADS_1
Jenie sudah berganti baju. Jangan ditanya mukanya sudah seperti kepiting rebus. Daniel mencoba mengalihkan pikirannya dari pakaian dalam jenie.
"Niel? Siapa yang mengambilkan pakaianku tadi??" tanya jenie.
"Em...em..bi bibik pelayan, ya bibi pelayan yang ambil" Daniel gugup.
Jenie sedikit bernapas lega. Karena bukan Nirl yang mengambilnya.
Lisa semakin geram melihat kedekatan jenie dengan laki-laki tampan lainnya.
"Beruntungnya gadis itu di kelilingi pria tampan!!" Lisa cemburu.
"Cutt!!!!!...Nona lisa ini sudah ke 3 kalinya!! Tolong fokus!!!" Ucap sutradara kesal.
Beberapa kali Lisa tak fokus membuat para kru jengah.
"Model profesional tak mungkin seperti ini" Bisik para kru.
"Maaf pak sutradara bolehkah break sebentar?" Ucap Lukas.
"Oke!! Break 10 menit" Ucap Sutradara.
Entah kenapa setelah kepergian mereka syuting berjalan lancar. Suha pun bingung kenapa partner kerjanya bisa seperti itu. Hasilnya pun memuaskan.
"Lisa? apa yang membuatmu tak fokus tadi? " ucap Suha.
"Em...maafkan aku, Aku kurang enak badan. Tadi malam kurang tidur. Maafkan aku?" Lisa menunduk 2 kali.
"kau harus traktir aku kopi!" ucap Suha.
" Oke..Tapi lain kali ya? Aku harus tidur agar besuk fresh saat pemotretan" balas Lisa.
"Baiklah" balas Suha kecewa.
Lisa kembali ke hotel. Entah kenapa dia begitu cemburu dengan Jenie.
Lisa mencari tahu tentang jenie. Dan orang yang dia kenal disini cuma marisa dan Bella.
Walaupun tak pernah dekat dia mencoba untuk bicara dengan Marisa.Tak Pikir panjang dia pun menuju ke rumah bella.
__ADS_1
Marisa yang dibangunkan oleh mamanya begitu malas. Apalagi alasanya dia harus menemani Lisa jalan-jalan.
"Apa mau nenek sihir itu!!" marisa dengan rambut yang seperti singa.
Gadis bertubuh sexy yang hanya menggunakan tanktop dan celana dalam saat tidur itu menyeret tubuhnya ke kamar mandi.
Gadis yang punya sampingan sebagai DJ itu baru pulang jam 4 subuh tadi. Pekerjaan sampingan yang hanya ia lakukan setiap jum'at dan sabtu Malam. Keluar dari kamar mandi dan berdandan sebentar. Dengan hotpant jeans dan blouse berwarna kuning yang menampakkan pundak putihnya. Diselempang tas kecil yang hanya sanggup menampung Hp dan domper saja.
"Ishh!!! Apa maumu?" ucap marisa.
"Nak? bicara yang sopan" ucap Bella.
"Ahh...Mama tahu kan kalau dia tak suka risa!!" rengek Marisa.
"Nak, jangan begitu. Lisa baru pertama ke korea mungkin dia bingung.Dan dia pasti belum punya teman" bella lembut.
"Sebaiknya cepat kembali saja ke italia!!" kata marisa kesal.
"Rissa!!!" ucap Bella agak keras.
"Tak apa tante, Lisa tahu kok Risa tak suka Lisa. Lisa hanya ingin memperbaiki hubungan kami". cakap Lisa.
" Maafkan Risa ya sayang??. Tuh nak dengarkan? Lisa hanya ingin akur denganmu?" kata Bella.
Risa selalu kalah jika berdebat dengan mamanya. Gadis berambut cokelat itu menghentak-hentakkan kakinya keluar dari rumah. Bella pun hanya mengellengkan kepalanya.
"kalian hati- hati di jalan, Tante titip jaga Risa ya?. Kata bella sambil menyerahkan kunci mobil pada Lisa
" Baik tante" Lisa tersenyum.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung