Takut Jatuh Cinta "Lagi"

Takut Jatuh Cinta "Lagi"
32


__ADS_3

Lisa hendak ke bandara, dia mampir ke rumah Lukas sekedar untuk pamit pada bibinya.


Pelayan membukakan pintu, Lisa langsung menuju ke ruang makan. Disana ada canda dan tawa yang dilihat Lisa. Jenie menjadi membuat riang keluarga yang kaku itu. Bahkah Lukas pun tak pernah tertawa seperti itu saat bersamanya. Lisa mengurungkan niatnya. Membalikan tubuhnya segera mungkin keluar menuju pintu. Air matanya menggenang di sudut matanya. Dadanya sesak seperti ada sesuatu yang meremas jantungnya.


"Sudah??" Ucap Manager saat Lisa memasuki mobil.


Hanya anggukan yang menjadi jawaban Lisa.Mobil melaju menuju ke bandara. Dilihatnya Jalanan dengan tatapan kosong. Bayangan Keluarga Lukas bersama jenie nampak di Pikirannya.


Dia membayangkan kehidupan beratnya di masa lalu kemudian hadir Rega yang menjadi lentera dalam hidupnya. Tapi kini telah redup lebih memilih menyinari orang lain dari pada dirinya.


---


Lalisa, Nama yang terdapat pada sebuah kalung yang tergantung pada seorang gadis kecil. Dia sendiri terpisah dari orang tuanya. Entah apakah mereka sudah mati atau terpisah entah kemana. Beruntungnya Lisa bertemu dengan Bianca. Seorang ibu muda yang menjadi sukarelawan saat terjadi bencana di negeri gajah putih itu. Tubuh kecil penuh luka, trauma psikis yang dialaminya pasti akan sulit dihilangkan.


Lisa mendekati Bianca lirih mengucapkan


"Mama...mama..."


Bianca memeluk gadis kecil itu. menggendongnya ke sebuah tenda pengobatan. Membersihkan tubuh dan luka gadis kecil itu dengan sangat hati-hati.


Meskipun baru berumur 2 tahun, Lisa termasuk gadis kecil yang cerdas. Dia sudah hafal dengan Nama marga kedua orang tuanya serta Alamat rumahnya.


Sayangnya Desa tempat tinggal Lisa paling parah diterjang bencana hampir tak ada orang yang selamat.


2 Minggu berlalu tanggap darurat bencana di hentikan. Para sukarelawan mulai meninggalkan negara itu. Bianca pun sudah teramat rindu dengan kedua anaknya yang di Italia. La Lisa kini sebatang kara nasipnya kini tinggal di panti asuhan milik pemerintah yang semua penghuninya adalah anak korban Tsunami.

__ADS_1


Sebulan berlalu wajah kecil Lalisa terus terngiang di mata bianca. Ia begitu resah bagaimana nasip gadis kecil tersebut. Hal itu disadari suami bianca. Bianca pun menceritakan semuanya dan timbul ide untuk mengadopsi Lisa. Atas banyak pertimbangan Suami bianca setuju akan hal itu. Apalagi kedua anaknya semua adalah laki-laki.


Saat tiba di Italia, Lisa hanya menangis. Dia tak mau lepas dari bianca bahkan kedua kakak angkatnya pun menyerah. Hingga rega datang dan memeluk Lisa.


"kakak mau menikah denganku?" Ucap lisa.


Hanya anggukan yang rega lakukan. Saat itu lah rasa posesif Lisa timbul.


Baginya Rega adalah miliknya.


---


"Sayang?" panggil lukas pada jenie.


panggilan sayang itu membuat jenie merinding.


"Nenekmu!! Tentu saja kau jenie ku sayang?" Ucap Lukas genit.


"Tingkahmu membuatku mual" ketus jenie.


"Kenapa sikapmu beda saat ada mama? bersikaplah manis juga padaku" Lukas dengan tatapan puppy eyesnya.


"Aku bukan bonekamu!!, terserah kau mau bilang apa saja aku tak perduli!!" hardik jenie


"Apakah ini settingan? bukannya kau sudah mencintaiku?" tanya Lukas penasaran akan sikap jenie.Saat bersama mamanya dia begitu manis kebalikan bila saat hanya berdua.

__ADS_1


"Dalam mimpimu" ucap jenie. Di ingatnya sudah berapa kali ia mengucapkan kata itu.


"Apakah ada laki-laki lain yang menyentuhmu selain aku?" kata yang sangat akan Lukas sesali.


Tamparan keras mendarat di pipi Lukas. Bahkan seantero rumahpun mendengar suara itu. Karena begitu kerasnya tangan jenie pun mati rasa. Akan tetapi hatinya lebih sakit melebihi apapun. Harga dirinya seperti runtuh ke tanah.


"Apa dimatamu aku ini tak punya harga diri?" jenie menangis berlali keluar dari Kediaman Lukas


Lukas begitu merutuki kebodohannya, Berulang kali ia memukul mulutnya yang tak ada remnya.


"Dasar mulut tak punya otak!!!" ucap Lukas pada dirinya sendiri.


.


.


.


.


.


Bersambung


Terima kasih atas jempolnya...saya menulis hanya mengisi waktu luang apabila ceritanya kurang menarik mohon dimaafkan. Mohon kritik dan sarannya.

__ADS_1


Gumawo


__ADS_2