Takut Jatuh Cinta "Lagi"

Takut Jatuh Cinta "Lagi"
20


__ADS_3

Saat makan malam, Kim yohan meminta para pelayannya untuk memasak hidangan istimewa karena akan mengundang tamu. Kim yohan meminta jenie untuk berganti kostum. jenie yang sebelumnya memakai hotpants jeans dan kaos putih ketatnya, berganti dengan mini dres dengan lengan panjang. dres hitam diatas lutut bercorak taburan bunga mawar putih kecil dengan kerah yang ditengahnya diberi pemanis pita yang layaknya seperti dasi. Rambut yang tergerai menambah kecantikan jenie.


"Dad? bolehkan jenie dikamar saja??" jenie begitu malas dengan urusan bisnis daddynya itu.


"No...mari kita tujukan rasa hormat kita swetty". bujuk Yohan.


Dengan terpaksa sekali jenie menyangupi keinginan Daddynya tersebut.


" enie...enie (jenie-jenie)" oceh luna yang duduk dikursi khusus balita itu sedang memakan camilanya berupa buah-buahan segar.


Jenie mengambil piring Luna dan menjejalkan buah ke dalam mulutnya yang cemberut.


"huaaaa!!!! no...no...no...enie...huaaaa" tangis Luna karena makananya direbut jenie.


Kim yohan hanya menggeleng dan mengangkat Luna dari kursinya.


"Cup-cup...Luna masih mau buah??" Tanya Yohan. Luna mengangguk sambil sesenggukan karena tangisannya.


Ting-tong...


Dibukanya pintu oleh pelayan. Dihadapnya ada seorang lelaki tampa, dan dua orang Wanita.


"Maaf, saya diundang makan malah oleh Mr. Kim. Nama saya Lukas Wong". Ucap Lukas.


" Silahkan masuk Tuan, Anda sudah ditunggu." ucap pelayan mempersilahkan masuk tamu.


"Lukas!! silahkan duduk!!" minta Yohan mempersilahkan para tamunya duduk. Ia menyambut Bella dan juga Marisa.


"lJenie begitu terkejut mendengar nama lukas di sebut sang Ayah.

__ADS_1


"Perkenalkan Anak-anak saya, ini saya kedua saya jenie dan bontot saya Luna" ucap yohan.


Jenie menyalami Bella dan Marisa tapi melewati Lukas. Membuat heran semua orang.


"Kim Jenie?? kenap kamu tak sopan Sweety??" tanya Yohan.


"Tak apa Mr.Kim? kami sudah saling mengenal" tukas Lukas.


"Benarkah??" Kim Yohan terheran.


"Sure Mr.Kim bahkan saya pun kenal dengan Mommy sopie dan juga Depa" Kata Lukas begitu menyakinkan.


"No!!! Dia bukan Mommymu!!! kalau bukan karena kau!! Mommyku tak akan mati!!" jenie menjerit dan berlari ke kamarnya. "huuuuuhuuuhuuu"


Semua yang ada di Meja makan bingung, suasana begitu canggung. Hingga Seo Ry membuka suara. "Maafkan putriku,bila menyangkut Mommynya selalu seperti itu. Karena begitu sayangnya".


" Silahkan dinikmati makananya??" Kim Yohan ramah.


"Mr. Kim bagaimana bila kita tunangkan kedua anak kita?" Ucap Bella tiba-tiba.


"Apakah tak terlalu cepat mrs.Wong?". balas Yohan.


"Itu terserah dengan anda tuan. Bila kerjasama ini tetap berlangsung". Ancam Bella.


Yohan berfikir sejenak, Sudah banyak dana yang ia keluarkan. Bila proyek ini gagal bisa jadi ia akan merugi bahkan bangkrut. "Apakah ini ancama mrs. Wong"


"Saya yakin bila Putra saya amat sangat mencintai putri anda. Entah apa yang terjadi di masa lalu". Yakin Bella .


" No mah, ini akan membuat jenie semakin membenci Lukas". Lukas menolak ide mamanya.

__ADS_1


"Sudahlah nak, Mari kita pulang dulu. Maaf Tuan dan Nyonya Kim, Kami pamit dulu. Terima kasih atas makan malamnya". Bella tersenyum dan membungkuk memberi salam pada tuan rumah di ikuti Lukas dan Marisa.


---


Dikamar jenie merutuki kebodohannya. ia baru sadar bahwa mungkin sikapnya tadi akan berpengaruh pada perusahaan milik Daddynya.


Jenie keluar melihat Daddynya begitu frustasi." Maafkan jenie dad?? Apakah jenie mengacau?" jenie kembali terisak.


"hei..hei..sweety come here??" Yohan lembut.


"Kali ini Daddy akan mempertahankan dirimu. Daddy tak mau mengulangi kebodohan di masa lalu". Yohan memeluk dan mencium puncak kepala jenie.


" No. Dad...bahkan mommy pun rela berkorban demi daddy. Jenie pun juga akan rela". Jenie menyakinkan Daddynya.


"Sweetty???Tapi mereka mau kau menikah dengan Lukas??. jelas Yohan.


Jenie begitu terkejut mendengar Ucapan Daddynya tapi menutupnya dengan senyuman. " Baiklah dad, jenie mau lakukan apapun demi daddy".


Yohan begitu terharu dengan anak gadisnya.


"Aku daddy yang buruk. dua kali aku mengorbankan keluargaku demi perusahaan" batin yohan menangis.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2