
Mereka bertiga pergi ke mobil masing-masing.Orang yang tidak tahu pasti menyangka dua pria dewasa memperebutkan gadis SMA.
"Akhhhrrrt!!!! , kenapa jenie bisa disitu!!" teriak depa.
Depa mengendarai mobilnya hingga ke rumah.
Glek ...depa menelan ludah. Sayup-sayup terdengar luna sedang tertawa. Depa semakin gugup. Jenie menatap depa tajam, dimata depa sekarang jenie seperti Goku mode super saia dalam serial Dragon Ball. Namun, Aura jenie hitam kelam. Depa merinding. Dari mereka kecil, depa selalu mengalah dan berjanji tidak akan memprovokasi jenie dimasa depan.
"Mommy,selamatkanlah aku" batin depa dengan mulut komat-kamit.
"Haishhh" jenie tak sabar langsung meninju perut kakanya itu.seketika depa menunduk. tampa jeda jenie menarik rambut kakaknya ke dalam rumah.
Luna dalam gendongan jenie hanya terkekeh. mungkin dia kira kedua kakak tirinya sedang bermain. kakeknya yang sedang membaca koran pun terkejut. Depa yang dulu merengek dicarikan guru beladiri sekarang kalah dengan adik perempuannya.
" Yakkk!!!jen, aku malu diliat kakek dan Amma lepaskan !!! teriak depa.
"No..Kakak sudah tau kan apa hukuman melanggar janji?? jenie tak bergeming.
Depa sudah sampai di pojokan ruang makan. bergaya seperti anak SD yang tak mengerjakan pr. Dengan kedua tangan memegang kuping dan satu kaki ditekuk.
" Tunggu sampai makan malam siap. Awas kalo berani kabur!!!" ancam jenie.
Wajah depa sudah seperti kepiting rebus, Harga dirinya jatuh. Para pelayan pun takut menyapa depa, tapi tersenyum setelah melewatinya. Hingga waktu makan malam tiba.
" Yakk, Son. sedang apa?" tanya kim yohan.
"Jangan tanya dad, Aku tak mau jenie menambah hukumanku" balas depa.
"Ayolahh, bukanlah kau selalu mengalah pads adikmu? duduklah daddy akan membujuk jenie" hibur kim yohan.
__ADS_1
"
No... dad, memang ini salahku, sebagai laki-laki aku harus konsisten dengan apa yang telah aku ucapan" tegas depa.
"Baiklah" kim yohan menyerah.
Jenie dengan mengendong luna menuju ke ruang makan. Jenie memberikan luna pada sang daddy,kemudian mencuci tangannya.
"Ayo kak, kita makan" jenie lembut pada depa.
"Akhirnya.." depa meregangkan tubuhnya. menghampiri Adiknya dan mengecup puncak kepalanya.
Kim Yohan tersenyum melihat kehangatan kedua anaknya. Dulu waktu masih bersama ibu kedua anaknya, sangat jarang ia pulang ke rumah saat makan malam. terkadang ia pulang saat mereka sudah terlelap.
"Banyak sekali waktuku terbuang untuk bekerja, Bahkan aku tak pernah melihat mereka tumbuh dan saling mengasihi" batin Kim Yohan.
"Sayang, apakah bisa temani aku ke acara makan malam keluarga Wong?" ucap Seo Ry membuyarkan lamunan Kim Yohan.
"Lusa" jawab Seo Ry.
"Baiklah" Kim yohan mengangguk.
"Anak- anak maukah kalian ikut?" tanya Seo Ry.
"No!!!" jawab keduanya serentak.
mereka melanjutkan makan malam dengan tenang, tampa sang kakek yang kurang sehat dan makan di kamarnya.
-----
__ADS_1
Ditempat lain Lukas yang sedang berbincang dengan ibunya Bella wong.
"Nak? Mama sangat senang kau mau ikut mama". ucap bella
"Iya ma, lukas pun begitu bahagia bisa bertemu Mama dan marisa lagi" lukas memeluk mamanya.
"Bagaimana kabar Papamu nak? apakah dia sehat?" Bella mengambilkan makanan untuk lukas .
"Tua bangka itu sangat keras kepala ma, yang dia pikirkan hanya senjata dan anggota mafiosonya" lukas menggeleng.
"Itu papamu nak, setidaknya hormati dia". tegur bella.
"Yayaya ma" jawab lukas acuh.
Hubungan lukas dan Papanya memang tidak begitu baik, Lukas diperlakukan sebagaimana sang papanya memperlakukan mafiosonya. Tak ada spesialnya jadi Anak Ketua mafia.
Lukas anak ke 3 dari 4 bersaudara. Kakak pertama pertama tewas saat menjalankan misi dari papanya. kakak keduanya dibunuh musuh papanya saat berbulan madu. karna itulah, Bella merubah nama kedua anaknya dan pergi ke korea.
.
.
.
.
.
**Bersambung
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Semoga pagebluk ini segera berakhir. Tetap dirumah, jaga jarak, jaga kebersihan. Stay healthy**....