Takut Jatuh Cinta "Lagi"

Takut Jatuh Cinta "Lagi"
23


__ADS_3

Bantu vote dan like karya aku ya....semoga bahagia hari ini. Terima kasih


Kau cantik sekali...tiba-tiba ada seorang lelaki mencium pipi serta memeluk jenie mesra di hadapan Lukas. Tak hayal seketika membuat Lukas begitu geram.


Jenie keluar dari ruang ganti tampak begitu anggun, dengan gaun panjang hitam penuh swarovski, dengan belahan samping sampai paha. Bahu yang terbuka menampilkan bela*han dada yang padat. leher indah berhiaskan kalung berlian bernilai ratusan juta menambah keanggunan sang pemakainya.


Jenie yang mengetahui dipeluk Daniel pun membalas pelukanya.


"Niel? i miss u?" jenie begitu gembira melihat daniel yang kini jadi saudara seiparnya.


"me too jenie sayang" balas daniel mengecup kepala jenie.


Ternyata daniel ditunjuk oleh sang desainer untuk menjadi model utama pria dalam sesi pemotretan tema bridal.


Jenie menatap Daniel yang begitu tampan. Pria yang kali ini berpenampilan begitu rapi dengan rambut disisir kebelakang rapi dengan gel. Sangat maskulin sekali.Gagah dengan setelan tuxedo merah burgundi itu.


Lukas yang belum tahu bahwa niel sekarang saudara ipar jenie begitu marah. Rahangnya mengeras, tangganya mengepal menahannya.


"Ohh. Mr. Lukas juga disini?" Ucap daniel melepaskan pelukannya pada jenie.


"Iya daniel, aku mengantarkan calon tunanganku membeli sebuah gaun" Lukas melirik jenie yang menunduk mendengar ucapanya.


Mata Daniel pun menyapu seluruh ruangan hanya ada mereka bertiga ditambah satu pegawai butik." Wahh.beruntung sekali aku bisa bertemu dengan calon tunangan anda?. Bisakah saya bertemu dengan gadis beruntung itu?". ucap daniel.


"Tentu, dia dihadapanmu sekarang!". kata Lukas.


Daniel tak paham apa yang dimaksud Lukas. Melihat jenie dan meminta penjelasannya.


Tiba-tiba seorang laki-laki datang meminta Daniel untuk bersiap-siap untuk melanjutkan sesi pemotretanya. Dengan terpasa Daniel mengakhiri perbincangannya.


"Aku butuh penjelasan nanti jen!! tunggu aku dirumah daddy" ucap daniel kemudian mencium pipi jenie kembali.


"Dasar!! pintar sekali mencuri kesempatan!!" gerutu Lukas begitu geram.


"Kenapa kau diam saja!! apa setiap laki-laki menyentuhmu kau akan diam saja!!" Bentak Lukas.


"Apa urusanmu!!" ketus jenie.


"Itu urusanku karena kau tunanganku!!" balas Lukas.


"Oh ya?? Kau tak berhak melarangku!! kau tahu dulu ada laki-laki yang menyentuhku kemudian membuangku seperti sampah". kata jenie penuh penekanan.


Mendengar ucapan jenie, Lukas sedikit melunak. Mengingat kesalahannya." Maafkan aku jen"


Tampa menjawab, jenie masuk ke ruang ganti melepas gaun dan menganti pakaiannya kembali.


"sh*it" umpat jenie.


Lukas semakin frustasi. Belum selesai satu masalah kini dia membuat jenie semakin membencinya.


Sang desainer yang sudah biasa mendengar percecokan calon pengantin hanya diam saja. Dia menyerahkan dua paperbag yang berisi jas dan gaun itu. Menuntun Lukas menuju meja kasir untuk menyelesaikan pembayaran.


Lukas menuju mobil diekori oleh jenie. Suasana di mobil kembali canggung.


"Apa dia pacarmu?" Lukas buka suara.


namun jenie hanya diam cemberut. Lukas pun mencoba menyalakan radio dalam mobil.


Kill me (ikon)


Jukgessda tto eogimeopsi


Itu membunuhku, sekali lagi


Neoui heunjeogi


Jejakmu masih tersisa


Nama nal goerophinda


Dan semua itu menyiksaku


Jukgessda nam daehadeusi


Itu membunuhku


Doraseossneunde


Aku berbalik seolah kau adalah orang asing


Wae naneun weroulkka


Tapi kenapa aku sangat kesepian?


Choyeonhal jul arasseo heeojime daehae


Aku pikir aku akan masa bodoh dengan perpisahan


Geunde neol talmeun seupgwan hana


Tapi ada satu kebiasaanmu yang aku miliki


Beorindaneun ge swipji anhne


Aku tak bisa membuang semuanya


Miryeonhagedo miryeoni nama


Sungguh aneh, perasaan ini tetap ada


Huhoe biseuthan geol hae


Sesuatu yang terasa seperti penyesalan


Jal meokgo jal salgo isseul neowa dalli

__ADS_1


Berlawanan dari dirimu yang melakukannya dengan baik


Nan banjjeum jugeoissne


Aku setengah mati


Mollassdeon geoya heeojimui geu mugereul


Aku tak tahu betapa beratnya perpisahan ini


Igijeogin geoya wemyeonhaesseo ni nunmureul


Aku egois, aku mengabaikan air matamu


Jukgessda tto eogimeopsi


Itu membunuhku, sekali lagi


Neoui heunjeogi


Jejakmu masih tersisa


Nama nal goerophinda


Dan semua itu menyiksaku


Jukgessda nam daehadeusi


Itu membunuhku


Doraseossneunde


Aku berbalik seolah kau adalah orang asing


Wae naneun weroulkka


Tapi kenapa aku sangat kesepian?


Jukgessda


Membunuhku


Jukgessda


Membunuhku


Haebanggamgwa saeroun mannam


Kebebasan dan hubungan baru


Dwie namneun geon heotalhan maeum


Namun di balik itu adalah hati yang kosong


Kkamkkamhan bam tto honja issne


Ige aninde naui sesange


Ini tidaklah benar


Manhi gaeipdoen geunyeoui jonjae


Keberadaannya adalah bagian terbesar dari duniaku


Tteryeoya ttel su eopsneun sai


Aku mencobanya tetapi aku tak bisa membawanya


Tteeobeorini muneojyeossne


Setelah aku melepaskannya, aku jadi terpuruk


Jugeul gago micheo haji


Tapi aku tak bisa bilang pada diriku sendiri untuk siap mati


Mothaeseo jukgessne


Karna itu bunuhlah aku


Mollassdeon geoya heeojimui geu mugereul


Aku tak tahu betapa beratnya perpisahan ini


Igijeogin geoya wemyeonhaesseo ni nunmureul


Aku egois, aku mengabaikan air matamu


Jukgessda tto eogimeopsi


Itu membunuhku, sekali lagi


Neoui heunjeogi


Jejakmu masih tersisa


Nama nal goerophinda


Dan semua itu menyiksaku


Jukgessda nam daehadeusi


Itu membunuhku


Doraseossneunde

__ADS_1


Aku berbalik seolah kau adalah orang asing


Wae naneun weroulkka


Tapi kenapa aku sangat kesepian?


Jukgessda


Membunuhku


Eojjeojago geunyeoreul mannasseulkka


Kenapa aku bertemu dengannya?


Tto eojjeoryeogo ibyeoreul taekhaesseulkka


Kenapa aku memilih perpisahan ini?


Jugeul mankeum saranghaessna bwa


Aku mencintainya sampai mati


Kkeojin bulssi dasi taoreuna bwa


Api yang padam kembali berkobar


Gaseum jeorin geuriumilkka


Apakah karena kerinduan yang menyakitkan ini?


Anim igijeogin werouminga


Atau apakah karna kesepian dan keegoisanku?


Jukgessda


Membunuhku


Jugeul mankeum saranghaessna bwa


Aku mencintainya sampai mati


Kkeojin bulssi dasi taoreuna bwa


Api yang padam kembali berkobar


Gaseum jeorin geuriumilkka


Apakah karena kerinduan yang menyakitkan ini?


Anim igijeogin werouminga


Atau apakah karna kesepian dan keegoisanku?


Jukgessda


Itu membunuhku,


Tto eogimeopsi


sekali lagi


Neoui heunjeogi


Jejakmu masih tersisa


Nama nal goerophinda


Dan semua itu menyiksaku


keheningan masih berlangsung. Mendengar Lagu itu mood jenie semakin buruk. Hingga suara perutnya yang begitu keras memecah keheningan diantara keduanya. Lukas yang mendengar suara perut gadis disampingnya pun mengerti. Dibelokan mobilnya menuju restauran terdekat. 2 porsi double steak dipesannya tentu saja dengan milkshake cokelat favoritnya.


Tampa jaim jenie memotong dan melahap potongan besar steak hingga begitu kesulitan menelannya.


Lukas terkekeh melihat tingkah calon tunangannya itu." Makanlah pelan - pelan. Tak ada yang akan meminta makananmu"


"Emm" ucap jenie yang dalam sekejab menghabiskan steak dalam piring itu.


Matanya menatap piring Lukas yang belum tersentuh. Lukas yang paham pun menyodorkan piringnya ke jenie.


Tampa ampun jenie menyikat steak untuk kedua kalinya.


"Wow? apa ada monster di perutmu?" Lukas begitu heran dengan jenie yang begitu langsing menghabiskan 2 piring double steak.


Jenie sedikit malu dengan ucapan Lukas. Memang ketika moodnya buruk, jenie akan selalu banyak makan.


Lukas mengelap bibir jenie yang terkena saos dengan jempolnya kemudian memasukam ke dalam mulutnya. Perlakuan itu membuat jenie kaget. Tapi jenie berusaha tetap tenang agar hatinya tak goyah. Jantungnya berdegub begitu kencang.


"Oh. Hatiku jangan sampai kau jatuh lagi dengan si breng*sek ini" batin jenie.


Lukas kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah keluarga Kim. Sesampainya di sana, Dia memberikan paperbag yang berisi gaun jenie. Jenie keluar tampa kata apapun. Melenggang santai masuk ke dalam rumahnya. Lukas hanya menggeleng melihat tingkah jenie tersebut.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Maaf bila ada salah penulisan **dan artinya.


Terima kasih atas dukungannya**.


__ADS_2