
Bantu vote dan like karya aku ya....semoga bahagia hari ini. Terima kasih
Kau cantik sekali...tiba-tiba ada seorang lelaki mencium pipi serta memeluk jenie mesra di hadapan Lukas. Tak hayal seketika membuat Lukas begitu geram.
Jenie keluar dari ruang ganti tampak begitu anggun, dengan gaun panjang hitam penuh swarovski, dengan belahan samping sampai paha. Bahu yang terbuka menampilkan bela*han dada yang padat. leher indah berhiaskan kalung berlian bernilai ratusan juta menambah keanggunan sang pemakainya.
Jenie yang mengetahui dipeluk Daniel pun membalas pelukanya.
"Niel? i miss u?" jenie begitu gembira melihat daniel yang kini jadi saudara seiparnya.
"me too jenie sayang" balas daniel mengecup kepala jenie.
Ternyata daniel ditunjuk oleh sang desainer untuk menjadi model utama pria dalam sesi pemotretan tema bridal.
Jenie menatap Daniel yang begitu tampan. Pria yang kali ini berpenampilan begitu rapi dengan rambut disisir kebelakang rapi dengan gel. Sangat maskulin sekali.Gagah dengan setelan tuxedo merah burgundi itu.
Lukas yang belum tahu bahwa niel sekarang saudara ipar jenie begitu marah. Rahangnya mengeras, tangganya mengepal menahannya.
"Ohh. Mr. Lukas juga disini?" Ucap daniel melepaskan pelukannya pada jenie.
"Iya daniel, aku mengantarkan calon tunanganku membeli sebuah gaun" Lukas melirik jenie yang menunduk mendengar ucapanya.
Mata Daniel pun menyapu seluruh ruangan hanya ada mereka bertiga ditambah satu pegawai butik." Wahh.beruntung sekali aku bisa bertemu dengan calon tunangan anda?. Bisakah saya bertemu dengan gadis beruntung itu?". ucap daniel.
"Tentu, dia dihadapanmu sekarang!". kata Lukas.
Daniel tak paham apa yang dimaksud Lukas. Melihat jenie dan meminta penjelasannya.
Tiba-tiba seorang laki-laki datang meminta Daniel untuk bersiap-siap untuk melanjutkan sesi pemotretanya. Dengan terpasa Daniel mengakhiri perbincangannya.
"Aku butuh penjelasan nanti jen!! tunggu aku dirumah daddy" ucap daniel kemudian mencium pipi jenie kembali.
"Dasar!! pintar sekali mencuri kesempatan!!" gerutu Lukas begitu geram.
"Kenapa kau diam saja!! apa setiap laki-laki menyentuhmu kau akan diam saja!!" Bentak Lukas.
"Apa urusanmu!!" ketus jenie.
"Itu urusanku karena kau tunanganku!!" balas Lukas.
"Oh ya?? Kau tak berhak melarangku!! kau tahu dulu ada laki-laki yang menyentuhku kemudian membuangku seperti sampah". kata jenie penuh penekanan.
Mendengar ucapan jenie, Lukas sedikit melunak. Mengingat kesalahannya." Maafkan aku jen"
Tampa menjawab, jenie masuk ke ruang ganti melepas gaun dan menganti pakaiannya kembali.
"sh*it" umpat jenie.
Lukas semakin frustasi. Belum selesai satu masalah kini dia membuat jenie semakin membencinya.
Sang desainer yang sudah biasa mendengar percecokan calon pengantin hanya diam saja. Dia menyerahkan dua paperbag yang berisi jas dan gaun itu. Menuntun Lukas menuju meja kasir untuk menyelesaikan pembayaran.
Lukas menuju mobil diekori oleh jenie. Suasana di mobil kembali canggung.
"Apa dia pacarmu?" Lukas buka suara.
namun jenie hanya diam cemberut. Lukas pun mencoba menyalakan radio dalam mobil.
Kill me (ikon)
Jukgessda tto eogimeopsi
Itu membunuhku, sekali lagi
Neoui heunjeogi
Jejakmu masih tersisa
Nama nal goerophinda
Dan semua itu menyiksaku
Jukgessda nam daehadeusi
Itu membunuhku
Doraseossneunde
Aku berbalik seolah kau adalah orang asing
Wae naneun weroulkka
Tapi kenapa aku sangat kesepian?
Choyeonhal jul arasseo heeojime daehae
Aku pikir aku akan masa bodoh dengan perpisahan
Geunde neol talmeun seupgwan hana
Tapi ada satu kebiasaanmu yang aku miliki
Beorindaneun ge swipji anhne
Aku tak bisa membuang semuanya
Miryeonhagedo miryeoni nama
Sungguh aneh, perasaan ini tetap ada
Huhoe biseuthan geol hae
Sesuatu yang terasa seperti penyesalan
Jal meokgo jal salgo isseul neowa dalli
__ADS_1
Berlawanan dari dirimu yang melakukannya dengan baik
Nan banjjeum jugeoissne
Aku setengah mati
Mollassdeon geoya heeojimui geu mugereul
Aku tak tahu betapa beratnya perpisahan ini
Igijeogin geoya wemyeonhaesseo ni nunmureul
Aku egois, aku mengabaikan air matamu
Jukgessda tto eogimeopsi
Itu membunuhku, sekali lagi
Neoui heunjeogi
Jejakmu masih tersisa
Nama nal goerophinda
Dan semua itu menyiksaku
Jukgessda nam daehadeusi
Itu membunuhku
Doraseossneunde
Aku berbalik seolah kau adalah orang asing
Wae naneun weroulkka
Tapi kenapa aku sangat kesepian?
Jukgessda
Membunuhku
Jukgessda
Membunuhku
Haebanggamgwa saeroun mannam
Kebebasan dan hubungan baru
Dwie namneun geon heotalhan maeum
Namun di balik itu adalah hati yang kosong
Kkamkkamhan bam tto honja issne
Ige aninde naui sesange
Ini tidaklah benar
Manhi gaeipdoen geunyeoui jonjae
Keberadaannya adalah bagian terbesar dari duniaku
Tteryeoya ttel su eopsneun sai
Aku mencobanya tetapi aku tak bisa membawanya
Tteeobeorini muneojyeossne
Setelah aku melepaskannya, aku jadi terpuruk
Jugeul gago micheo haji
Tapi aku tak bisa bilang pada diriku sendiri untuk siap mati
Mothaeseo jukgessne
Karna itu bunuhlah aku
Mollassdeon geoya heeojimui geu mugereul
Aku tak tahu betapa beratnya perpisahan ini
Igijeogin geoya wemyeonhaesseo ni nunmureul
Aku egois, aku mengabaikan air matamu
Jukgessda tto eogimeopsi
Itu membunuhku, sekali lagi
Neoui heunjeogi
Jejakmu masih tersisa
Nama nal goerophinda
Dan semua itu menyiksaku
Jukgessda nam daehadeusi
Itu membunuhku
Doraseossneunde
__ADS_1
Aku berbalik seolah kau adalah orang asing
Wae naneun weroulkka
Tapi kenapa aku sangat kesepian?
Jukgessda
Membunuhku
Eojjeojago geunyeoreul mannasseulkka
Kenapa aku bertemu dengannya?
Tto eojjeoryeogo ibyeoreul taekhaesseulkka
Kenapa aku memilih perpisahan ini?
Jugeul mankeum saranghaessna bwa
Aku mencintainya sampai mati
Kkeojin bulssi dasi taoreuna bwa
Api yang padam kembali berkobar
Gaseum jeorin geuriumilkka
Apakah karena kerinduan yang menyakitkan ini?
Anim igijeogin werouminga
Atau apakah karna kesepian dan keegoisanku?
Jukgessda
Membunuhku
Jugeul mankeum saranghaessna bwa
Aku mencintainya sampai mati
Kkeojin bulssi dasi taoreuna bwa
Api yang padam kembali berkobar
Gaseum jeorin geuriumilkka
Apakah karena kerinduan yang menyakitkan ini?
Anim igijeogin werouminga
Atau apakah karna kesepian dan keegoisanku?
Jukgessda
Itu membunuhku,
Tto eogimeopsi
sekali lagi
Neoui heunjeogi
Jejakmu masih tersisa
Nama nal goerophinda
Dan semua itu menyiksaku
keheningan masih berlangsung. Mendengar Lagu itu mood jenie semakin buruk. Hingga suara perutnya yang begitu keras memecah keheningan diantara keduanya. Lukas yang mendengar suara perut gadis disampingnya pun mengerti. Dibelokan mobilnya menuju restauran terdekat. 2 porsi double steak dipesannya tentu saja dengan milkshake cokelat favoritnya.
Tampa jaim jenie memotong dan melahap potongan besar steak hingga begitu kesulitan menelannya.
Lukas terkekeh melihat tingkah calon tunangannya itu." Makanlah pelan - pelan. Tak ada yang akan meminta makananmu"
"Emm" ucap jenie yang dalam sekejab menghabiskan steak dalam piring itu.
Matanya menatap piring Lukas yang belum tersentuh. Lukas yang paham pun menyodorkan piringnya ke jenie.
Tampa ampun jenie menyikat steak untuk kedua kalinya.
"Wow? apa ada monster di perutmu?" Lukas begitu heran dengan jenie yang begitu langsing menghabiskan 2 piring double steak.
Jenie sedikit malu dengan ucapan Lukas. Memang ketika moodnya buruk, jenie akan selalu banyak makan.
Lukas mengelap bibir jenie yang terkena saos dengan jempolnya kemudian memasukam ke dalam mulutnya. Perlakuan itu membuat jenie kaget. Tapi jenie berusaha tetap tenang agar hatinya tak goyah. Jantungnya berdegub begitu kencang.
"Oh. Hatiku jangan sampai kau jatuh lagi dengan si breng*sek ini" batin jenie.
Lukas kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah keluarga Kim. Sesampainya di sana, Dia memberikan paperbag yang berisi gaun jenie. Jenie keluar tampa kata apapun. Melenggang santai masuk ke dalam rumahnya. Lukas hanya menggeleng melihat tingkah jenie tersebut.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Maaf bila ada salah penulisan **dan artinya.
Terima kasih atas dukungannya**.