
Selly dan Rio pun menuju ke parkiran mobil, setelah itu mereka berpisah karna Rio memarkirkan mobilnya jauh dari mobil Selly, Selly pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan ngebut karna ia tahu pasti Bram sudah menunggunya di rumah.
Waktu menunjukan pukul 13.30 Selly baru saja sampai di rumah sesampainya ia di rumah Selly sudah melihat mobil Bram terparkir di depan rumah nya, Selly pun segera masuk ke dalam rumah dan melihat Bram sedang duduk di sofa ruang tamu
"Bram?" ucap Selly memanggil Bram
Bram pun menoleh lalu berdiri dari duduknya
"Kemana saja katanya jam 12 sudah pulang dari kampus?" ucap Bram
"Maaf tadi saat aku mau pulang teman ku menahan ku"
"Cowok?"
Selly hanya diam dan menganggukan kepala
"Ya sudah kamu istirahat, lain kali saja kita perginya" ucap Bram lalu meninggalkan Selly
"Bram tunggu"
Selly pun berlari mengejar Bram yang keluar dari rumahnya, sesampainya di depan rumah Bram ingin masuk ke dalam mobil tapi di tahan oleh Selly
"Bram maaf sudah membuat mu menunggu lama"ucap Selly sambil memeggang lengan Bram
"Tidak apa-apa, lagi pulakan aku sudah tidak penting lagi bagi mu"ucap Bram
"Bukan begitu, aku sudah memaksa teman ku untuk pulang tapi ia tidak mau ia baru saja keluar dari rumah sakit jadi ia ingin menghirup udara di taman kampus"
"Hmm baiklah, Besok kamu ada latihan lagi?ucap Bram kini menatap mata Selly
"Tidak"jawab Selly
"Besok aku jemput kamu jam 9 kamu harus sudah siap"
"Baiklah"
"Aku kembali ke kantor papah dulu, segeralah mandi dan ganti baju lalu makan"
"Iya, hati-hati di jalan" ucap Selly
Bram pun segera masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya, saat menyetir Bram tidak fokus karna ia merasa penasaran siapa cowok yang sedang dekat dengan Selly. 15 menit kemudian Bram sudah sampai di kantornya, saat ia sedang berjalan menuju ke ruangannya sekertaris Bram menghampirinya
"Pak Bram" ucap sekertaris Bram
lalu Bram menghentikan langkahnya
"Ada apa Dev?" ucap Bram
__ADS_1
"Ada tamu yang menunggu bapak di ruang tunggu" ucap Devi sekretaris Bram
"Siapa?"
"Saya tidak kenal pak, tapi katanya ia sangat dekat dengan bapak"
"Baiklah saya akan menemuinya" ucap Bram
Bram pun berjalan menuju ke ruang tunggu, sesampainya disana ia terkejut ternyata yang menunggunya adalah Sinta
"Sinta" ucap Bram lalu menghampiri Sinta yang ada di sofa
"Bram aku sangat merindukan mu" ucap Sinta lalu berlari ka arah Bram dan memeluknya
"Lepas Sin ini di kantor tidak enak jika di lihat banyak orang" ucap Bram sambil berusaha melepaskan pelukan Sinta
"Tidak mau biarlah mereka tau aku ini milik mu"
"Sin lepas !!" ucap Bram ia membentak Sinta
Sinta pun melepas pelukannya, ia terkejut karna baru kali ini Bram membentaknya sebelumnya Bram tidak pernah sedikit pun membentak Sinta
"Kamu membentak ku Bram?" ucap Sinta dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"Maaf" jawab Bram lalu menuju ke sofa
"Maaf Sin aku tidak bermaksud membentak mu" ucap Bram ia merasa tak tega meskipun ia dan Sinta sudah tidak ada apa-apa lagi tapi Sinta pernah menjadi orang yang ia sangat sayangi
"Bram kenapa kamu begitu cepat berubah?" ucap Sinta sambil memeggangi tangan Bram
"Kamu sendiri yang membuat ku seperti ini Sin" jawab Bram
"Apa tidak ada lagi kesempatan untuk ku?"
"Maaf Sin kalo untuk seperti dulu aku sudah tidak bisa lebih baik kita berteman saja"
"Beri aku kesempatan Bram" ucap Sinta mulai menangis
"Maaf Sin aku harus segera bekerja"
Bram pun melepaskan genggaman Sinta lalu berjalan meninggalkan Sinta sendirian, ia sebenarnya tidak tega melihat Sinta menangis tapi Bram tidak ingin terjebak dengan rasa tidak teganya bagaimana pun keadaanya sekarang ia harus melangkah kedepan ia tidak ingin lagi mengulang kisah dengan Sinta bukan karna sudah ada Selly tapi karna memang kesalahan Sinta yang Bram sendiri sulit untuk memaafkan.
Bram pun sampai di ruangannya ia duduk lalu fokus mengerjakan pekerjaannya ia sudah melupakan pertemuannya dengan Sinta tadi
***
Sedangkan di rumah Selly ia baru saja selesai mandi dan berganti baju ia berniat untuk makan karna jam makan siang tadi ia tidak sempat makan siang
__ADS_1
"Mbok masak tidak?" ucap Selly menghampiri Simbok
"Masak non, sebentar biar Simbok panasi dulu makanannya"
"Iya mbok"
Saat Selly sedang menunggu Simbok memanasi makanan Selly pun membuka ponselnya ia melihat ada notifikasi pesan dari nomor yang tidak di kenal Selly pun segera membuka pesan tersebut.
*Sudah puas kamu mengambil Bram dari aku? bangga banget ya bisa ngancurin hubungan orang lain* isi pesan tersebut
Selly sudah paham bahwa pesan tersebut dari Sinta
*Mbak sebelumnya maaf ya saya itu tidak kenal sama mbak saya juga tida tau masalah mbak, trus yang mbak maksut saya menganggu dan merusak itu bagaimana ya?*jawab Selly
*Sudahlah jangan pura-pura tidak tau, awas saja kamu ya*
*Iya mbak saya tidak takut karna saya merasa saya tidak salah*
Selly pun segera meletakan ponselnya karna Simbok sudah selesai memanaskan makanannya dan menyiapkannya di atas meja
"Silahkan di makan non" ucap Simbok
"Makasih ya mbok"jawab Selly
Simbok pun segera pergi dan Selly segera mengambil makanan yang sudah di hidangkan di depannya,sebelum ia menyantapnya ia tak lupa membaca doa kemudian setelah itu Selly segera menghabiskan makanannya. Setelah selesai makan Selly mendapatkan video call dari Vita dan Fika ia pun segera mengangkatnya dan menuju ke taman belakang rumah
*Hallo ada apa nih? tumben video call*ucap Selly
*Besokkan kita libur nih kita pergi kemana gitu yuk* ucap Vita
*Iya aku setuju dari pada kita seharian di rumah aja* ucap Fika juga menyetujui Vita
*Aduh maaf ya aku besok udah ada janji nih* ucap Selly
*Yaelah Selly gak asik banget*ucap Fika
*Gimana kalo kita hari sabtu aja keluarnya? trus malem minggunya kita tidur di rumah Vita*
*Ide bagus tuh nanti malemnya kita buat sosis bakar*ucap Vita
*Yaudah deh kalo begitu aku ngikut aja tapi gak boleh ada yang ngebatalin ya*ucap Fika
*Iya, yaudah ya aku mau baca novel dulu* jawab Selly
*Iya deh, bye* ucap Vita dan Fika
Selly pun mengakhiri video callnya setelah itu ia segera membuka aplikasi novel online yang ada di ponselnya Selly begitu fokus membaca novel karna membaca novel adalah salah satu hobby Selly.
__ADS_1
Waktu menunjukan pukul 18.00 Selly segera menutup aplikasi novelnya kemudian ia segera menuju ke dalam rumah untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat islam