Teman Kecilku

Teman Kecilku
BAB 22


__ADS_3

Selly pun mengantar Vita ke depan rumah, Setelah Vita sudah pulang Selly masuk ke dalam rumah ia lanjutkan lagi menonton tv, saat ia sedang asik menonton tv tiba-tiba saja kak Vicky datang lagi.


"Temen kamu mana dek?" ucap Vicky menanyakan Vita.


"Udah pulang" jawab Selly singkat sambil terus fokus menonton tv.


"Kakak deketin ya dia bolehkan?" ucap Vicky meminta restu ke Selly.


"Silahkan, tapi jangan di sakitin" ucap Selly lalu berdiri dari duduknya


"Mau kemana?" tanya Vicky saat Selly berdiri dari duduknya.


"Mandilah" ucap Selly berjalan meninggalkan Vicky.


Sesampainya di kamar Selly tidak langsung mandi, dia mengambil ponselnya ia lihat sudah ada notifikasi pesan dari Bram.


*Sell jangan lupa makan siang* Isi pesan dari Bram.


*Iya tadi udah Bram.* balas Selly.


Selly pun meletakan ponselnya di meja lalu ia mengambil handuk dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi Selly berniat ingin mencari udara segar di taman yang dekat rumah, ia pun segera menuju ke kamar Vicky karna berniat ingin mengajak kakaknya. Saat dia mencari Vicky di kamar Vicky Selly tidak menemukan Vicky akhirnya pun Selly berjalan menuruni anak tangga dan di lihatnya Vicky masih duduk di ruang TV tapi sekarang ia di temani oleh Lita.


"Kak ayo keluar rumah kita ke taman Selly bosen di rumah" ucap Selly mengajak kakaknya.


"Boleh tuh, ayo Lit ikut juga" ucap Vicky yang kini mengajak Lita.


"Yaudah ayo kak" Jawab Lita lalu Berdiri dari duduknya.


Mereka berdua pun menuju ke mobil, Lita duduk di belakang dan Selly duduk di sebelah Vicky, Vicky pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di taman mereka berjalan mengelilingi taman menikmati udara di sore hari ini.


"Rame juga ya kalo sore disini" ucap Vicky.


"Iya memang, makanya sering-sering pulang biar tau suasana di kota ini" Jawab Selly.


"Kak Vick, Sell kita duduk di dekat pohon itu yuk" ucp Lita mengajak Selly dan Kak Vicky untuk duduk.


"Iya ayo Lit aku capek nih" ucap Selly lalu mengandeng tangan Lita dan berjalan meninggalkan Vicky.

__ADS_1


"Woy tunggu kakak" ucap Vicky sedikit berteriak.


Mereka bertiga pun duduk di dekat pohon yang ada di taman tersebut sambil memandang ke arah sekitar.


"Nanti sebelum kita pulang sekalian nyari makan malam aja disini gimana setuju gak?" ucap Selly menawari Lita dan Vicky.


"Iya boleh juga disini kan banyak yang jualan" ucap Lita.


"Kakak ngikut kalian aja deh maunya gimana."


Saat Selly sedang asik melihat ke sekitar ia melihat ada Bram dengan Seorang wanita duduk di bangku taman, Selly hanya melihatnya tanpa menghampiri mereka tapi sebaliknya ternyata Bram melihat Selly dan kak Vicky. Bram dan perempuan tersebut pun menghapiri mereka bertiga.


"Hai Sell, kak Vicky kalian kesini juga?" ucap Bram menyapa dengan basa basi.


"Iya Bram, wah ini pacar kamu ya" ucap kak Vicky, Selly hanya diam saat di sapa bram.


"Iya aku pacarnya Bram kak, nama aku Sinta" ucap wanita itu, ya wanita itu adalah Sinta.


"Sin apaan sih?" ucap Bram melirik tajam Sinta.


"Yakan kita memang pacaran kan sayang." ucap Sinta dengan memegang lengan Bram


"Dek tunggu, ayo Lit kejar Selly. Bram kita duluan ya" ucap Vicky lalu lari mengejar Selly.


Vicky dan Lita pun berusaha mengejar Selly dan akhirnya kekejar juga karna Selly berhenti di kedai makan.


"Mbak" ucap Selly memanggil pelayan.


"Iya mbak Silahkan mau pesan apa" ucap Pelayan tersebut sambil menyodorkan buku menu.


"Saya mau bakso satu sama es teh satu" ucap Selly kepada pelayan. "Kalian berdua mau pesan apa?" lanjutnya menawari Vicky dan Lita.


"Samakan saja mbak" ucap Vicky dan Lita bersamaan.


Pelayan tersebut pun pergi menyiapkan pesanan mereka berdua.


"Kamu kenapa sih dek tadi langsung pergi?" ucap Vicky menanyakan Selly yang tadi langsung pergi begitu saja.


"Keburu laper" jawab Selly dengan singkat.

__ADS_1


"Keburu laper apa karna cemburu?" ucap Lita.


" Dih ngapain juga harus cemburu?" ucap Selly dengan nada sedikit kesal.


"Sudah-sudah bahas yang lain saja" ucap kak Vicky karna ia paham bahwa sebenarnya Selly sedang cemburu.


Selly dan Lita pun langsung terdiam. Selly memainkan ponselnya sembari menunggu pesanannya datang, ia melihat ada pesan dari Vita Selly pun segera membuka pesan tersebut.


*Sell besok kalo mobil kamu masih mogok kabari aku ya, biar aku jemput. Nanti Fika nunggu kita di tempat perbelanjaan* isi pesan dari Vita.


*Ok, nanti aku kabari* balasan pesan dari Selly.


Selly pun mengeser menu aplikasi pesan yang ada di ponselnya ia berharap ada pesan dari Bram tentang penjelasan tadi, tapi ternyata tidak ada sama sekali sampai akhirnya pesanan mereka bertiga datang dan Selly pun segera menaruh ponselnya ke dalam tas.


Selesai makan mereka bertiga memutuskan untuk pulang. Di perjalanan Selly hanya diam saja tidak bicara sedikit pun.


"Kamu gakpapa kan dek?" ucap Vicky yang menanyakan keadaan Selly karna dari tadi dia diam Saja.


"Selly gakpapa kak" ucap Selly.


Sesampainya di rumah Lita langsung pulang ke rumahnya, Vicky dan Selly ke kamarnya masing-masing. Selly merebahkan tubuhnya dengan swdikit kasar ia merasa kesal sekali setelah melihat Bram dengan Sinta di taman tadi.


Selly pun melirik ponselnya ia lihat sama sekali tidak ada notifikasi pesan dari Bram.


'Hmm mungkin dia lagi sibuk, lagi pula kenapa sih aku harus cemburu ? kan aku bukan siapa-siapa bagi Bram dan juga aku kan belum menyetujui perjodohan kita disini hubungan kita cuma sebatas sahabat." gumam Selly sambil melihat langit-langit kamar.


Selly pun membuka aplikasi pesan, ia bermaksut ingin mengirim pesan ke Vita.


*Vit besok jemput aku ya, mobil ku masih mogok* isi pesan Selly.


Tak lama kemudian Vita pun membalas pesan dari Selly.


*Ok, jam sembilan aku sudah di rumah mu ya* jawab Vita.


Selly tak membalas pesan Vita ia hanya membacanya setelah itu ia melempar ponselnya ke arah samping kanan. Karna Selly merasa sedang kesal ia pun memutuskan untuk tidur meskipun sedikit susah ia memejamkan mata karna ia selalu teringat Bram dan Sinta tapi ia tetap berusaha memejamkan matanya sampe benar-benar terlelap.


***


Pagi harinya waktu menunjukan pukul 08.00 Selly terbangun dari tidurnya, ia melihat sekeliling ruang kamarnya lalu merubah posisinya menjadi duduk, tak lama kemudian ia berdiri dan berjalan mengambil handuk lalu menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2