
“Kenapa jadi Bram si yang ada dipikiranku? Bram juga kenapa hari ini dia tidak memberikan kabar untuk ku masa iya aku cewek yang harus memulainya" batin Selly
(Di kediaman rumah bram)
Bram sedang berkumpul dengan kedua orang tuanya dimeja makan untuk menyantap makan malam, tak ada suara sedikit pun kecuali suara alat makan yang bertabrakan.
Bram pun mencoba untuk memulai membuka suara
"Mah pah" Bram memanggil kedua orang tuanya
"Iya ada apa?" jawab ayah Bram
"Bram satu bulan lagikan sudah wisuda, dan kata papah Bram harus mengurus perusahaan kita yang ada di tempat kita tinggal dulu, apakah boleh Bram setelah wisuda langsung berangkat kesana?" tanya Bram kepada papahnya dengan hati-hati karna ia takut papahnya tidak akan membolehkannya
"Kenapa mendadak begitu cepat si Bram?"ucap mamahnya Bram
"Sebenarnya Bram juga ingin sekali bertemu dengan selly, Bram mohon pah mah" pinta Bram memelas didepan kedua orang tuanya
"Baiklah papah akan segera mengatur semuanya untukmu" jawab papah Bram dengan tegas tapi lembut
"Trimakasih mah pah" Bram pun menjawab dengan senyum lebar kebahagiannya
Bram segera menghabiskan makan malamnya setelah itu ia bergegas menuju ke kamarnya.
Ia rebahkan tubuhnya diatas tempat tidur ternyamannya itu sambil menatap langit-langit disudut ruangan, Bram kembali tersenyum lebar ia tak sabar akan bertemu dengan Selly ia begitu sangat merindukan sahabat kecilnya yang sangat manja itu. Bram pun lalu mengambil ponselnya ia mengirim pesan kepada Selly
*Malam Sel, sudah tidurkah?* tanya Bram dalam isi pesan itu
Bram kembali membaringkan tubuhnya ditempat tidur sambil sesekali mengeser-geser menu yang ada diponselnya melihat ke arah pesan dia ke Selly berharap akan segera dibalas. Tapi ternyata tidak, sampai Bram tertidur pun Selly tidak membalas pesan dari Bram
__ADS_1
***
Sedangkan di rumah Selly dia sedang sibuk di taman belakang rumah sambil memegang buku novelnya matanya terlalu fokus melihat buku novel itu, setelah Selly merasa cukup puas membaca buku ia pun bergegas ke arah dapur untuk mengambil minum dan cemilan lalu di bawa ke dalam kamarnya sesampainya dikamar Selly langsung duduk di sofa yang di sediakan di ruang tidurnya itu ia segera meminum minuman yang ia bawa karna merasa sangat haus setelah itu Selly membuka cemilan yang di bawa tadi, tak lama kemudian Selly berdiri menuju meja rias untuk mengambil ponselnya lalu kembali lagi duduk di sofa untuk menikmati cemilan yang tadi dia bawa.
Selly langsung menghidupkan layar ponselnya ia melihat ada pesan masuk dari Bram
*Malam Sel, sudah tidurkah?* isi pesan tersebut
Selly pun tersenyum melihat pesan dari Bram ia pun segera membalasnya
*Malam Bram, aku belum tidur* jawab Selly
Sudah 1 jam Selly menunggu balsan dari Bram tapi tak dibalas karna memang Bram sudah ketiduran saat menunggu balasan Selly tadi. Akhirnya selly pun memutuskan untuk tidur karna sudah malam juga dan besok Selly harus berangkat ke kampus karna harus berlatih membaca puisi untuk nanti saat wisuda Selly dan teman sekelasnya akan membacakan puisi, selly yang membacakan sedangkan teman-temannya bernyanyi di belakangnya.
Pagi harinya waktu sudah munjukan pukul 09.00 Selly terbangun karna ada sinar matahari yang masuk ke dalam ruangannya melalui jendela Selly melihat ke arah jam dinding lalu melihat ke ponselnya yang tak jauh darinya ia raih ponsel itu lalu ia melihat sudah ada notifikasi pesan dari Bram
*Pagi Sell, maaf semalam aku sudah tidur jadi baru bisa balas sekarang* isi pesan dari Bram
Seperti biasa sebelum Selly berangkat ke kampus ia mandi lalu sedikit berdandan dan sarapan setelah itu ia berangkat menuju kampus, sebelum sampai di kampus Selly berhenti dulu di tempat aneka makanan ringan karna dia merasa persedian cemilan dirumahnya sudah mulai menipis, setelah ia mendapatkan apa yang di inginkan Selly pun segera pergi menuju kampus, tidak butuh waktu lama Selly sudah sampai di kampus lalu segera berjalan menuju kantin. Sesampainya dikantin Selly sudah melihat Vita dan Fika duduk di pojok sudut kantin Selly pun segera menghampiri mereka berdua, sesampainya disana Selly langsung duduk dan menyapa mereka berdua
"Hai, sudah lamakah kalian berdua?" tanya Selly kepada dua sahabatnya Itu
"Lumayan Sel" jawab Vita
"Oh ya bagaimana kesepakatan anak-anak yang lain kita pakai puisi tema apa?" tanya Selly kembali
"Entahlah kita belum bertemu dengan yang lain dari tadi "jawab Fika
"Memangnya latihannya jam berapa si?" kini v
__ADS_1
Vita yang mulai bertanya
"Tadi si Rio chat aku katanya jam sebelas" jawab Selly
"Aduh cie udah mulai pendekatan nih ya sama Bang Rio hahahah" ucap Fika sambil mencolek Selly
"Apaan sih gaada yang pendekatan atau apapun itu, dia hanya sekedar memberi tahu agar dibertahukan ke teman-teman yang lain" jawab Selly dengan jelas
"Pendekatan juga gakpapa kali Sel gak usah merah gitu pipi kamu hahahaha" ucap Vita sambil tertawa lalu diikuti oleh tawa Fika
"Iiihh apaan sih udah ah aku mau ke tempat latihan, kalian mau ikut tidak kalo tidak aku tinggal" jawab Selly lalu mulai berjalan
"Galak banget sih bu hahaha, iya iya kita ikut tunggulah Sell jangan marah" ucap Vita sambil lari mengejar Selly, Fika pun akhirnya juga ikut lari
Mereka berdua berjalan menyelusuri lorong kampus menuju ke tempat teman-teman yang lain latihan, sesampainya di tempat latihan mereka melihat semuanya sedang sibuk latiahan paduan suara. Tak lama kemudian ada yang menghampiri mereka bertiga
"Sell ini puisinya kamu hafalin ya, dan kamu Fika sama Vita ayo ikut aku latihan paduan suara" ucap Dina mengajak mereka berdua
"Oke baik Din makasih ya" ucap Selly
Mereka semua yang ada di dalam ruangan pun sibuk berlatih tanpa mereka sadari sudah 2 jam merka latihan. Lalu tak lama kemudian Rio menyuruh temannya semua untuk mengakhiri latihan hari ini, semuanya sudah keluar dari ruangan kecuali Selly, Vita, Fika, dan Rio. Selly segera ingin keluar dari ruangan itu tapi langkahnya ditahan oleh Rio, Rio menarik tangan Selly
"Sell kita pulang dulu ya" ucap Vita lalu menarik tangan fika
"Eh tunggu" teriak Selly tapi percuma temannya sudah lari begitu saja
Kini tinggal Rio dan Selly yang ada di ruangan itu suasana berubah menjadi canggung, Rio pun berusaha memecahkan keheningan itu
"Sell ayo pulang bersama ku" ajak Rio memelas kepada Selly
__ADS_1
"Maaf Rio aku sudah bawa mobil sendiri" Selly menolak dengan halus "Aku pulang dulu ya, kamu hati-hati dijalan" Selly mulai melangkahkan kakinya tapi Rio menahanya lagi
"Tunggu Sel, aku mencintaimu" ucap Rio kini sedikit keras volume bicara Rio