
"Maaf Rio aku sudah bawa mobil sendiri" Selly menolak dengan halus "Aku pulang dulu ya, kamu hati-hati dijalan" Selly mulai melangkahkan kakinya tapi Rio menahannya lagi
"Tunggu Sel, aku mencintaimu" ucap Rio kini sedikit keras volume bicara Rio
Degg...Seketia jantung Selly berdebar ia hentikan langkahnya dan berbalik arah lalu menghampiri Rio lagi
"Rio maaf tapi selama ini aku hanya menganggap kamu teman"jawab Selly dengan halus ia takut Rio marah ataupun kecewa
"Beri aku kesempatan agar bisa membuatmu jatuh cinta Sell"pinta Rio memohon
"Tidak bisa, di hati aku sudah ada orang lain" jawab Selly dengan suara yang lirih dan menunduk
"Aku tidak peduli aku akan tetap membuat mu jatuh cinta kepada ku" jawab Rio lalu meninggalkan Selly
Selly pun menghela nafas dengan kasar lalu berjalan menuju parkiran untuk pulang, di jalan Selly melajukan mobilnya begitu cepat ia merasa lelah hari ini dan ingin segera pulang.
Sesampainya di rumah Selly langsung menuju ke kamarnya
“Rio kenapa begitu pemaksa sih? bagaimana kalo dia melakukan sesuatu, tapikan di hatiku masih ada Bram sampe sekarang, aaaarrrrgghh Bram cepatlah kembali" batin Selly sambil melamun
Selly terus melamun memikirkan cara agar Rio tidak berharap kepadanya, tapi entah kenapa hari ini Selly benar-benar tidak bisa berfikir tentang hal ini dia benar-benar bingung dia takut menyakiti Rio yang selama ini sudah baik kepadanya
(sedangkan di kantor papah selly)
Pak Zen dan pak Hendra sedang bertemu pak hendra adalah papah Bram, ia sengaja datang ke kantor papah Selly untuk mengurus kerja sama dengan papah Selly
"Jadi bagaimana Hen ada apa kamu jauh-jauh datang ke sini?"tanya pak Zen
"Begini, anak ku Bram satu bulan lagi akan wisuda dan setelah wisuda dia akan ke sini untuk mengurus perusahaan ku yang ada di sini jadi semua kerja sama kita aku alihkan ke Bram, apakah kamu bisa membantuku mengajari Bram tentang proyek kita?" jawab pak Hendra langsung ke intinya
"Wah anak mu Bram yang dulu sering sekali main ke rumah ku? bagaimana kabar dia sekarang" tanya pak Zen yang sedikit kaget mendengar Bram akan segera meneruskan perusahaan orang tuanya
"Hmm dia baik-baik saja dia tumbuh tampan sepertiku hahahaha" jawab pak Hendra dengan diiringi tawa
"Kamu ini, pasti putri ku senang sekali mendengarnya"
__ADS_1
"Jangan beri tahu putrimu dulu, Bram ingin memberi kejutan atas kehadirannya nanti, apakah putri mu sudah mempunyai pasangan?"
"Baiklah aku tidak akan memberitahukannya. Setahu ku dia belum mempunyai pasangan dia tidak pernah membawa pulang laki-laki ataupun pergi dengan laki-laki, ada apa emang?" tanya pak Zen yang merasa heran kenapa pak Hendra menanyakan hal itu
"Jadi begini aku ingin sekali menjodohkan anak kita agar kita bisa menjadi besan"
"Ide bagus itu, tapi bagaimana ya anak ku begitu keras kepala nanti coba ku tanyakan"
"Baiklah nanti aku juga akan Bertanya dengan Bram, kalo begitu aku pamit pergi dulu karna pesawat ku akan terbang 1 jam lagi. Sampai jumpa lagi bapak Zen yang terhormat hahaha"
"Baiklah hati-hati dijalan Bapak Hendra yang terhormat hahaha"
Lalu pak Hendra pun keluar dari ruangan pak Zen, pak Zen meraih ponselnya ia menelfon putrinya
( kembali di rumah selly)
Selly memikirkan kata-kata Rio dari tadi sampe ia tertidur, tak lama ia tertidur tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda ada telfon, sebenarnya dia malas untuk mengangkat telfon itu tapi ponselnya terus-terusan bunyi akhirnya dia memutuskan untuk mengangkatnya
Dia melihat siapa yang menelfon dan ternyata papahnya lalu segera dia bangun dan mengangkat telfon tersebut
*Kamu habis tidur apa nangis?* tanya papah Selly yang mengira anaknya menangis
*Habis tidurlah pah, nangis mau nangisin siapa coba hmm* jawab Selly
*Siapa tau pacar kamu menyakiti kamu hahahaa* jawab papah Selly dan menertawakan putrinya itu
*Ah papah ini Selly tidak punya pacar, papah ada apa telfon?* jawabnya menanyakan kenapa papahnya telfon karna tidak biasanya papahnya menelfonnya saat bekerja
*Bilang ke Simbok suruh masak lumayan banyak soalnya mamah papah akan pulang lebih awal*
*Hah? ada apa pah? ada acara atau ada keajaiban?* tanya Selly merasa heran
*Emmm ada yang ingin papah bicarakan ke kamu nanti, yaudah papah lanjut kerja dulu ya, tunggu papah pulang jangan pergi kemana-mana*
*Iya pah*
__ADS_1
Tut..tut..tut
Papah Selly pun mengakhiri panggilannya, lalu Selly berjalan menuju kamar mandi untuk mandi setelah itu ia turun untuk menemui Simbok.
Sesampainya di bawah dia menemukan Simbok sedang membersihkan ruang keluarga
"Mbok" ucap Selly memanggil Simbok
"Iya non, ada yang bisa Simbok bantu? simbok datang menghampiri Selly
"Tadi kata papah Simbok disuruh masak yang lumayan banyak soalnya papah sama mamah pulang awal dan mau makan di rumah"
"Baik non saya akan segera membuatkan makanannya"
"Makasih ya mbok, aku ke taman belakang dulu nanti kalo ada yang nyari suruh nyamperin ke taman langsung aja" pinta Selly lalu beranjak menuju ketaman belakang rumahnya
"Iya baik non"
Selly berjalan menuju taman sambil memainkan ponselnya, sesampainya dia di taman dia duduk di bangku yang sudah di sediakan.
Selly mulai melamun lagi memikirakan Bram dia sudah tak memikirkan ucapan Rio yang tadi, kali ini dia memikiran Bram lagi dia berharap Bram segera kembali saat Selly sedang melamun tiba-tiba hpnya berbunyi ada notifikasi pesan dari nomer yang tak dikenal
*Kamu yang namanya Selly ya?* isi pesan tersebut
'Hah siapa ya kok bisa dapet nomerku sih tau namaku pula' gumam Selly
*Iya aku Selly, maaf ini siapa ya? dan ada perlu apa?* jawab Selly dengan rasa penasaran
*Kenalin aku Sinta pacar Bram*
'Deegggg...hah? pacar Bram ? kok Bram gak bilang kalo dia punya pacar, sejak kapan dia punya pacar? lalu kenapa dia chat aku' gumam Selly tak percaya.
Ia benar-benar merasa kecewa ia kira Bram mempunyai perasaan yang sama seperti Selly tapi ternyata tidak, Bram sudah mempunyai kekasih lalu untuk apa Bram kembali menemuinya jika ternyata dia mempunyai kekasih. Saat fikiran Selly masih bertanya tanya tiba-tiba ponsel Selly bunyi lagi
*Hallo kok gak di bales sih Sell? jadi kamu ya yang meminta Bram buat ninggalin aku dan menyuruhnya menemuimu? kenapa kamu sejahat itu kita sama-sama cewek loh Sell harusnya kamu tau gimana perasaan aku, aku ini pacar Bram, kamu gak malu ya hadir di antara hubungan kita? aku tau dulu kamu deket sama Bram tapi inget itukan dulu dan sekarang Bram sudah punya ku, jadi tolong jangan ganggu kami* isi pesan tersebut Selly meneteskan air matanya ketika mambaca pesan itu ia tidak menyangka akan terjadi seperti ini
__ADS_1