
"Bram kamu ada disini juga?" ucap seorang wanita yang tiba-tiba menghampiri Selly dan Bram.
"Sinta?" ucap Bram terkejut.
"Sayang aku kangen." ucap Sinta lalu memeluk Bram ia sengaja ingin membuat Selly cemburu.
"Sin lepasin." ucap Bram.
Sinta pun melepaskan pelukannya lalu melirik ke arah Selly.
"Kamu jadi cewek gak tau diri banget sih, suka banget ya jadi perusak hubungan orang." ucap Sinta lalu mendorong tubuh Selly.
"Sin kamu apa apaan sih" ucap Bram.
"Oh maaf mbak saya tidak bermaksut, saya permisi dulu" ucap Selly lalu pergi meninggalkan Sinta dan Bram.
Bram pun ingin mengejar Selly tapi langkahnya ditahan oleh Sinta.
"Bram disini saja bersama ku" ucap Sinta sambil memeggang lengan Bram dengan erat.
"Lepasin Sin." ucap Bram sambil melepas tangan Sinta secara paksa.
Bram pun keluar dari restoran tersebut untuk mengejar Selly, sesampainya di luar ia melihat Selly masuk ke dalam taksi dan taksi tersebut sudah melaju dengan kecepatan sedang. Bram pun segera menuju ke parkiran mobilnya ia segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan ngebut mengejar taksi yang dinaiki Selly.
Di perjalanan Bram berusaha mengejar taksi tersebut tapi taksi itu juga semakin mempercepat lajunya, Bram pun menambah kecepatan mobilnya ia terus berusaha mengejar taksi tersebut sampai akhirnya ia berhasil menghadang taksi itu minggir ke kiri.
Bram pun turun dari mobilnya, ia berjalan menghampiri taksi yang dinaiki Selly, supir taksi dan Selly pun turun menghampiri Bram.
"Pak maaf sebelumnya sudah mengganggu perjalanan bapak, saya mau menjemput penumpang bapak. ini ada uang sedikit untuk menganti biaya ongkosnya" ucap Bram kepada supir taksi tersebut.
"Baik tuan, trimakasih saya permisi dulu" jawabnya.
"Pak tunggu saya" ucap Selly. Saat Selly mau melangkah mengikuti supir taksi tersebut tangan Selly di tahan oleh Bram "Aww Bram lepas sakit" rintih Selly.
"Pak jalan saja, ini adik saya biar saya yang urus" ucap Bram.
Supir taksi itu pun pergi meninggalkan Selly dan Bram.
"Ayo masuk" ucap Bram sambil menarik tangan Selly.
__ADS_1
"Lepas Bram Sakit" ucap Selly merintih kesakitan, tapi Bram tidak mendengarkannya.
Bram membukakan pintu mobil untuk Selly, setelah Selly masuk baru ia masuk ke dalam mobil, saat Bram mau menggunakan sabuk pengaman ia melirik ke arah pergelangan tangan Selly yang merah gara-gara ia menariknya.
"Maaf Sell" ucap Bram sambil berusaha ingin mengusap air mata Selly tapi Selly menghindarkan wajahnya.
Bram pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tatapannya fokus menyetir tak ada pembicaraan sedikit pun di mobil.
Sesampainya di rumah Selly Bram turun untuk membukakan pintu mobil tapi belum sampai Bram membuka pintu Selly sudah membuka pintunya sendiri.
"Maafin aku Sell, aku tidak bermaksut menyakiti kamu" ucap Bram memelas tapi Selly mengabaikannya dia langsung masuk ke dalam rumah tanpa bicara dengan Bram.
Sesampainya di dalam rumah Selly melihat mamah papah dan kak Vicky masih mengobrol di ruang keluarga.
"Dek." ucap Vicky memanggil Selly, tapi Selly memilih untuk langsung menuju ke kamarnya.
Sesampainya dia di kamar, Selly menutup pintu dengan keras dan langsung merebahkan tubuhnya lalu menutup wajahnya dengan bantal, ia tumpahkan semua tangisnya malam ini agar hatinya merasa sedikit lega, ia menangis bukan karna Bram yang bersikap kasar dengannya tapi ia menangis karna mengingat kejadian di restoran tadi
'Bodoh banget sih aku, kenapa bisa aku hadir diantara mereka ? aku mempermalukan diriku sendiri di depan umum' gumam Selly
Ia terus menangis sampe akhirnya ia tertidur dengan keadaan yang tidak baik-baik saja, bagaimana bisa ia merasa baik-baik saja ketika melihat orang yang dicintanya dipeluk dengan wanita lain bahkan sampe wanita itu marah kepadanya.
Pagi harinya Selly sudah siap untuk berangkat ke kampus karna kurang seminggu lagi dia akan wisuda, Selly turun menyusuri anak tangga dengan matanya yang masih sembab karna kejadian semalam. ia pun berjalan menuju meja makan, dilihatnya mamah papah dan kak Vicky masih sarapan disana.
"Tumben mah pah masih di rumah" ucap Selly lalu menarik bangku yang kosong untuk didudukinya.
"Mamah papah ngambil libur hari ini" ucap papah Selly.
"Kenapa?" tanya Selly karna tidak biasanga orang tuanya mengambil libur.
"Tidak ada apa-apa cuma merasa capek, kamu abis nangis Sell?" tanya mamah Selly karna melihat mata Selly yang sembab.
"Enggak kok mah, pah mobil Selly udah bisa belum?" ucap Selly melampiaskan pembicaraan yang lain.
"Udah bisa kok, semalem udah dianter orang bengkel" jawab papah Selly.
"Oh yaudah Selly berangkat dulu" ucap Selly lalu menyalimi kedua orang tuanya dan kak Vicky.
"Loh gak sarapan dulu?" ucap kak Vicky.
__ADS_1
"Enggak nanti Selly sarapan di kantin aja, daaaa semua" ucap Selly lalu berjalan menuju keluar rumah.
Selly pun segera menuju ke kampus. Sesampainya di kampus ia menuju ke kantin karna tadi sudah janjian dulu dengan Fika dan Vita.
"Woy" ucap Selly sesampainya di kantin.
"Bisa gak gak usah ngagetin orang" gerutu Fika.
"Hehehe maaf" ucap Selly sambil tertawa kecil.
"Itu kenapa mata kamu ? abis nangis ya ?" ucap Vita.
"Tidak, bentar ya aku mau pesen makan dulu ke ibu kantin" ucap Selly lalu pergi agar tidak ditanyai lagi sama Vita tentang matanya yang sembab.
Selesai memesan makanan Selly pun menuju ke meja lagi dengan membawa semangkuk mie dan segelas es teh.
"Tumben gak sarapan di rumah" ucap Fika kepada Selly.
"Lagi males" jawab Selly singkat sambil terus makan.
"Berantem sama kak Vicky ya?" ucap Vita.
"Enggak, kamu udah deket sama kak Vicky?" ucap Selly menanyai kedekatan Vita dan kakaknya.
"Ya gitu deh hehe" ucap Vita sambil malu-malu.
Selly pun tidak melanjutkan pembicaraannya ia paham sekali pasti kak Vicky sudah berhasil mendekati Vita. Selesai makan Selly dan kedua sahabatnya pun berjalan menuju ruang latihan, sesampainya di tempat latihan mereka bertiga pun mulai berlatih bersama teman-temannya.
(Sedangkan di rumah Bram)
Terlihat Bram sedang berdiri di dekat jendela kamarnya, ia sedang menelfon Seseorang.
"Han tolong handle pekerjaan ku ya, hari ini aku tidak bisa ke kantor aku tidak enak badan" ucap Bram kepada Farhan asistennya.
"Ok siap akan ku urus semuanya" jawab Farhan dari balik telfon.
"Yasudah terima kasih" ucap Bram lalu mematikan telfonnya.
Hari ini Bram tidak berangkat ke kantor karna ia merasa malas sekali setelah kejadian semalam, ia sedang ingin mengistirahatkan tubuhnya dan fikirannya di rumah.
__ADS_1
Ia pun menuju ke sofa yang ada di kamarnya, diambilnya secangkir kopi hitam lalu ia minum setelah itu ia menyenderkan tubuhnya ke sofa Bram terus melamun memikirkan Selly ia sangat merasa bersalah sekali.