
*Hallo kok gak di bales sih Sell? jadi kamu ya yang meminta Bram buat ninggalin aku dan menyuruhnya menemuimu? kenapa kamu sejahat itu kita sama-sama cewek loh Sell harusnya kamu tau gimana perasaan aku, aku ini pacar Bram, kamu gak malu ya hadir di antara hubungan kita? aku tau dulu kamu deket sama Bram tapi inget itukan dulu dan sekarang Bram sudah punya ku, jadi tolong jangan ganggu kami* isi pesan tersebut Selly meneteskan air matanya ketika mambaca pesan itu ia tidak menyangka akan terjadi seperti ini
*Maaf ya kak tapi aku bener-bener gak tau kalo Bram sudah punya pacar, dia sama sekali tidak pernah cerita ke aku kak*balas Selly karna dia benar-benar tidak tau mengenai hal ini
*Jangan pura-pura tidak tau seperti itu, baca baik-baik ya, sampe kamu berani deketin Bram aku samperin ke rumah kamu*
Selly tidak membalas ancamannya, dia tidak ingin memperpanjang masalah ini lagi pula dia sadar meskpun dia menyukai Bram tapi memang hubungan mereka hanya sebatas teman ataupun sahabat.
Selly terheran kenapa dia bisa di tuduh seperti itu sedangkan dia tidak tau hubungan antara Bram dan Sinta
***
Malam harinya kini Selly berkumpul dengan papah mamahnya di ruang kluarga setelah makan malam.
"Papah mau ngomong apa sama Selly?"tanya Selly ke papahnya
"Oh iya papah lupa, kamu masih inget sama Bram Sel?" tanya papah Selly
seketika Selly langsung malas menanggapi pertanyaan papahnya itu padal dia selalu bersemangat ketika ada yang menyebut Bram tapi kali ini rasanya sudah berbeda
"Hmm ya Selly masih ingat" jawabnya singkat dan tak bersemangat
"Baguslah papah berniat ingin menjodohkan mu dengan Bram dan papah Bram pun juga setuju"
"Papah apa-apaan sih asal mengambil keputusan, lagi pula Bram sudah memiliki kekasih" jawabku kesal lalu meninggalkan mamah papahnya yang duduk di ruang keluarga
Selly berjalan menuju kamarnya, sesampainya dia di tempat tidur dia merebahkan tubuhnya
'aaaarrrgghh aku si mau mau aja di jodohin sama Bram tapikan Bram sudah punya pilihannya, masak iya aku mau menganggu kebahagiannya Bram, bagaimana pun aku gak boleh egois aku harus membuat Bram bahagia meskipun bahagianya bukan aku' gumam Selly
Selly mengambil ponselnya ia memnyalakan ponsel dan sudah ada notifikasi pesan dari Rio
*Sell besok sibuk gak?* isi pesan dari Rio
*Tidak, ada apa?* Selly membalas pesan Rio
*Jalan yuk?*
__ADS_1
Sebenarnya Selly tidak ingin pergi bersama Rio tapi ia malas jika besok harus di rumah seharian
*Emm baiklah, kemana?*
*Liat aja besok, aku jemput jam 9 pagi ya*
*Iya deh terserah kamu*
***
Di kamar papah Selly ia sedang bertelfonan dengan papahnya Bram
*Hallo Hen, apa maksut mu mengajak menjodohkan anak kita sedangkan anak mu saja sudah mempunyai pasangan?* tanya papah Selly ke pak Hendra ia merasa sedikit kecewa dengan pak Hendra karna dia tidak bercerita masalah ini
*kamu tau darimana Zen?*tanya pak Hendra
*Putri ku yang bercerita*
*Maafkan aku Zen, sebenarnya Bram memang sudah memiliki kekasih tapi aku tak menyutujuinya karna dia anak musuh perusahaan ku, aku ingin menjauhkan mereka berdua*ucap pak Hendra ia merasa bersalah karna dari awal tak membicarakan masalah ini
Pak Zen langsung saja mematikan telfonnya karna dia sedikit kecewa ia tahu putrinya pun juga sakit hati pastinya.
Pukul 08.00
Selly terbangun dari tidurnya karna dia sudah memiliki janji dengan Rio jadi semalam dia memasang alarm agar tidak kesiangan, Selly memang type orang yang kalo dia tidak suka dengan seseorang tapi dia sudah punya janji dia akan tetap menepatinya. Tak butuh waktu lama Selly mengumpulkan nyawanya sehabis tidur lalu dia bangkit dan mengambil handuk kemudian Selly menuju ke kamar mandi, setelah itu dia berdandan tipis masih terlihat natural tidak berdandan yang sangat mencolok.
Setelah Selly merasa sudah siap dia turun menyusuri anak tangga, dan ternyata Rio sudah ada di meja makan bersama kedua orang tua Selly.
"Pagi mah, pah, Rio"sambutnya kepada yang ada di meja makan sambil menarik bangku yang kosong lalu mendudukinya
"Pagi Sell"jawab mereka semua yang ada di meja makan
"Cantik banget sih anak mamah, mau jalan kemana sama nak Rio"ucap mamah Selly
"Kan Selly memang cantik" jawab Selly dengan percaya dirinya "Gak tau tuh mah Rio gak ngasih tau"lanjut Selly
"Hehehe ya ada deh tante rahasia suprise buat Selly"ucap Rio
__ADS_1
"Jagain anak om loh Rio awas jangan macen-macem pulang harus dengan keadaan utuh seperti ini" ucap papah Selly meminta Rio untuk menjaga Selly
"Siap om gak akan ada lecet sedikit pun"jawab Rio dengan tegasnya
"Yaudah yuk kita berangkat"Selly mengajak Rio berangkat setelah menyantap sarapannya
"Iya, om tante Rio izin bawa Selly sebentar ya"Rio meminta izin ke kedua orang tua Selly sambil menyalami tangan kedua orang tua Selly
"Hati-hati ya nak" ucap mamah Selly sedikit khawatir karna tak biasanya putri satu-satunya itu pergi bersama cowok
"Iya tante"
Selly dan Rio pun segera menuju mobil, sebelum Rio masuk ke mobil Rio membukakan pintu mobil dulu untuk Selly
"Makasih" ucap Selly sambil tersenyum manis
"sama-sama tuan putri" jawab Rio dengan membalas senyuman juga
Rio segera masuk ke mobil lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, suasana di dalam mobil begitu hening Rio fokus menyetir sedangkan Selly fokus melihat pemandangan yang ada di pinggir jalan.
1 jam kemudian mereka berdua sampai disebuah taman yang ada danaunya
"Ayo turun" ucap Rio mengajak Selly turun
"Iya"
Mereka berdua pun melangkah ke pintu masuk lalu membeli tiket untuk masuk, sesampainya di danau mereka terus berjalan tapi tidak ada yang berani membuka suara duluan, akhirnya mereka pun memutuskan untuk duduk ditaman pinggir danau itu
"Kamu suka gak Sell?" tanya Rio ia takut kalo Selly tidak menyukai tempat yang di pilih Rio
"Suka kok, udaranya juga masih seger banget makasih ya" ucap Selly memandang ke arah Rio
"Iya Sell sama-sama"
Mereka berdua pun menikmati angin yang berhembusan.
Waktu menunjukan pukul 12.00 Rio pun mengajak Selly untuk mencari makan siang lagi pula di taman itu juga sudah mulai panas, Selly pun setuju dengan permintaan Rio akhirnya mereka berdua keluar meninggalkan taman lalu menuju ke tempat makan yang sudah mereka sepakati, tak butuh waktu lama akhirnya pun mereka berdua sampai di tempat tujuan.
__ADS_1