
Selly pun berjalan menuju lift, Sesampainya di lantai 4 ia pun berjalan sesuai arahan karyawan tadi. Sesampainya Selly di depan ruangan Bram ada seseorang yang menahannya agar tidak masuk ke ruangan Bram.
"Maaf cari siapa ya?" ucap pria tersebut.
"Saya mencari Bram" jawab Selly.
"Apa sudah membuat janji?" ucapnya lagi.
"Belum" jawab Selly.
"Maaf tuan Bram sedang sibuk" ucap pria itu melarang Selly untuk masuk.
"Tapi aku ingin bertemu dengannya" ucap Selly berusaha agar diperbolehkan masuk.
Bram yang mendengar ada keributan di luar ia pun berjalan menuju pintu, saat ia membuka pintu dilihatnya Selly berada di depannya.
"Ada apa ini?" ucap Bram.
"Nona ini mau memaksa masuk Bram padahal aku sudah bilang kalo kamu sibuk" jawab pria itu.
"Biarkan dia masuk han" jawab Bram kepada Farhan.
Setelah mendengar perintah dari bosnya sekaligus sahabatnya Farhan pun berjalan meninggalkan Selly dan Bram.
"Ayo masuk" ucap Bram.
Bram pun berjalan masuk ke dalam ruangannya dan di ikuti Selly di belakangnya.
"Silahkan duduk Sell, mau minum apa?" ucap Bram dengan ramah.
"Tidak usah aku tidak haus" jawab Selly.
"Kamu ada apa tumben kesini?" ucap Bram menanyakan maksut kedatangan Selly.
"Aku mau minta maaf ke kamu" ujar Selly.
"Tidak perlu kamu tidak salah Sell, aku bakal buktiin ke kamu kalo aku emang gak ada hubungan sama Sinta" ucap Bram dengan lembut.
Selly hanya tersenyum sambil menatap Bram saat Bram mengucapkan hal itu.
"Yaudah aku pulang dulu ya" ucap Selly.
"Kok buru-buru?"
"Iya kan kamu lagi kerja lain waktu saja kita bertemu lagi." ucap Selly.
"Baiklah, hati-hati di jalan Sell" ucap Bram sambil tersenyum
"Iya makasih" ucap Selly dan membalas senyuman Bram.
__ADS_1
Selly pun keluar dari kantor Bram, ia memilih untuk langsung pulang karna ini udah hampir sore dan dia sangat merasa mengantuk.
Di perjalanan Selly menyetir sambil mengantuk sampai ia tidak sadar jika ada orang yang menyebrang, saat mobilnya sudah mulai mendekat ke orang tersebut Selly pun terkejut lalu mengarahkan setir ke kiri.
***
Selly terbangun tapi saat ia membuka mata ia tak mengenali tempat tersebut bahkan berbeda sekali dengan ruang kamar Selly.
Selly yang sedang mengamati sekitar tiba- tiba ia mendengar suara langkah kaki ia fokus ke suara langkah kaki tersebut yang semakin lama semakin mendekat.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar nak" ucap mamah Selly.
"Mamah,Papah, kak Vicky" ucap Selly saat melihat kedua orang tuanya dan kak vicky. "Mamah kenapa nangis ? Selly dimana mah" lanjutnya.
"Kamu di rumah sakit sayang, tadi kamu kecelakaan" ucap papah Selly.
Selly pun berusaha mencoba mengingat ingat kejadian tadi tapi yang ia ingat hanya hampir menabrak seorang ibu-ibu.
"Selly pengen pulang pah" ucapnya sambil berusaha untuk bangun "Pah kaki Selly gak bisa digerakin" lanjutnya.
Mendengar Selly bilang seperti itu mamah Selly semakin menangis, papah Selly hanya diam tak menjawab, sedangkan Vicky ia langsung memeluk adiknya.
"Kamu yang sabar ya dek, kaki kamu lumpuh tapi ini sementara kok nanti bisa sembuh lagi kalo kamu rajin terapi" ucap Vicky sambil terus memeluk adiknya.
Selly Terkejut saat mendengar Kak Vicky yang mengatakan bahwa dia lumpuh.
"Kakak bohongkan" ucap Selly ia mulai menangis. "Kak pasti bohong" ucapnya lagi kini tangisnya mulai pecah.
"Kak, Selly empat hari lagi wisuda, Selly gak mau lumpuh kak" ucap Selly sambil terus menangis.
Disitu mamah papah Selly merasa tidak tega mereka hanya bisa diam melihat dan mendengar obrolan Selly dan Vicky.
"Dek, ini udah takdir adek harus bisa terima ini, percaya sama kakak adek bakal sembuh" ucap Vicky sambil mengelus kepala Selly dan terus memeluknya.
Tiba-tiba suara tangis Selly tak lagi didengar oleh Vicky dan kedua orang tuanya, Vicky pun segera melepaskan pelukannya dan ia lihat ternyata Selly pingsan, Vicky pun segera menidurkan Selly lalu ia menekan tombol untuk memanggil dokter.
Tak lama kemudian dokter dan satu perawat pun masuk ke dalam ruangan lalu mereka segera memeriksa Selly.
"Nona Selly hanya merasa syhock saja, tidak apa-apa biar dia istirahat dulu" ucap dokter dengan ramah.
"Iya dok, terimakasih" ucap Vicky.
Dokter dan perawat pun berjalan keluar ruangan.
"Mamah sama papah pulang aja istirahat" ucap Vicky.
"Tapi Selly" ucap Mamah Selly ia masih terus menangis.
"Biar Vicky yang jaga, mamah papah istirahat pasti kalian capek" ucap Vicky sambil tersenyum.
__ADS_1
"Yaudah papah sama mamah pulang ya kasihan mamah kamu ntar malah ikutan sakit, jagain adek kamu" ucap papah Selly.
"Siap pah" jawab Vicky lalu menyalimi tangan kedua orang tuanya.
Mamah dan papah Selly pun pulang. Vicky yang merasa lelah pun ia berjalan menuju soffa yang ada di ruangan tersebut lalu ia merebahkan tubuhnya.
***
Pagi hari waktu menunjukan pukul 08.00 Vicky terbangun dari tidurnya dilihatnya Selly belum terbangun. Vicky pun memutuskan untuk mencari sarapan di kantin rumah sakit.
Saat Vicky sedang berjalan menuju kantin ada yang memanggilnya suaranya pun tidak terlalu jauh.
"Kak Vicky" ucap orang tersebut.
Vicky pun langsung menoleh ke arah sumber suara mencari tahu siapa yang memanggilnya.
"Bram" ucapnya saat melihat Bram berjalan menuju ke dirinya.
"Selly di ruang apa kak?" ucap Bram.
"Tau darimana kamu?" jawab Vicky.
"Dari papah kakak" jawabny " jadi dimana ruangan Selly ? aku ingin segera bertemu" lanjutnya lagi.
"Di ruang mawar nomer empat belas" jawab kak Vicky.
"Yaudah kak makasih aku ke ruangan Selly dulu" ucap Bram
"Iya tolong jagain bentar aku mau cari sarapan"
"Siap kak"
Bram pun berjalan menuju ruangan yang sudah disebutkan kak Vicky, sesampainya di depan ruangan tersebut Bram langsung masuk ke dalam.
Bram berjalan mendekat ke arah ranjang Selly, dilihatnya Selly masih belum tersadar. Bram pun duduk di sebelah Selly sambil memegang tangan Selly.
"Cepat sembuh Sell, aku sayang kamu" ucap Bram.
Saat Bram bicara seperti itu tangan Selly bergerak, tak lama kemudian pun Selly membuka matanya.
"Selly" ucap Bram sambil tersenyum.
"Bram, kamu tau dari mana aku disini?" jawab Selly.
"Dari papah kamu" ucap Bram.
"Aku sekarang lumpuh Bram" ucap Selly ia mulai meneteskan air matanya lagi.
"Iya aku sudah tau kok, aku yakin kamu bisa sembuh" ucap Bram sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kamu gak malu deket aku ? kamu gak mau batalin perjodohan kita ?" ucap Selly sambil menatap Bram.
"Tidak, aku tidak akan melakukan itu, aku sungguh tulus sayang ke kamu Sell" jawab Bram.