Teman Kecilku

Teman Kecilku
BAB 24


__ADS_3

Vita dan Selly sudah sampai di parkiran sedangkan Fika memakirkan mobilnya jauh dari mobil Vita. Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya menuju rumah Vita.


"Tadi siapa sih Sell? kok sepertinya kamu kesal sekali dengan dia" ucap Vita sambil terus fokus menyetir.


"Dia cuma sahabat ku." ucap Selly.


"Terus kamu ada masalah apa sama dia?" ucap Vita bertanya tentang Selly dan Bram karna ia melihat dari sikap Selly saat ada Bram seperti orang yang sedang marah.


"Tidak ada, aku dan dia baik-baik saja" ucap Selly dengan dihiasi oleh senyum tipisnya.


Vita pun tak melanjutkan lagi pertanyaannya ia fokus menyetir dan Selly kembali terdiam memandang pemandangan yang ada di pinggir jalan. Sesampainya di rumah Vita ia sudah melihat mobil Fika terparkir di depan rumahnya. Vita dan Selly pun segera masuk ke rumah saat mereka sampai di ruang tamu mereka melihat Fika sedang duduk dan menikmati minuman.


"Cepat sekali kamu nyampe sini" ucap Selly kepada Fika.


"Iya dong pembalap gitu" jawab Fika dengan senyum.


"Yaudah ayo jangan minum mulu, kita beresin dulu barang-barang kita" ucap Vita.


Mereka bertiga pun menuju ke dapur untuk menyimpan bahan-bahan yang akan di gunakan untuk nanti malam.


"Kita mau ngapain nih sekarang?" ucap Fika kepada Selly dan Vita.


"Kita ngobrol di kamar ku aja yuk" ucap Vita lalu berjalan menuju kamarnya dan di ikuti oleh Selly dan Fika.


Sesampainya di kamar mereka duduk di tempat tidur Vita.


"Eh Sell hubungan mu dengan Rio bagaimana?" ucap Fika.


"Memangnya aku dan Rio ada hubungan apa?" jawab Selly.


"Kalian berduakan deket, eh tapi Bram itu siapa kamu?" tanya Fika lagi.


"Mereka berdua bukan siapa-siapa aku" jawab Selly lalu merebahkan Tubuhnya. "Sudahlah ayo tidur saja nanti sore kita bangun buat nyiapin bahan-bahan buat nanti malam" lanjutnya.


Vita dan Fika pun ikut merebahkan tubuhnya, mereka berdua berusaha memejamkan mata karna ini masih siang dan bingung mau ngapain.


Sore hari pukul 16.00 Vita terbangun dari tidurnya dan dia pun membangunkan Fika dan Selly, setelah mereka berdua bangun Vita memilih untuk mandi duluan.

__ADS_1


Singkat cerita semuanya sudah mandi dan berdandan rapi mereka pun menuju ke belakang rumah untuk menyiapkan peralatan yang akan digunakan, saat Selly dan teman-temannya menyiapkan semua kebutuhan Selly mendapat telfon dari Bram ia pun sedikit menjauh dari Fika dan Vita.


"Hallo"ucap Selly dari balik telfon.


"Hallo Sell kamu dimana ? kok aku ke rumah kamu, kamu gak ada" ucap Bram.


"Iya aku menginap di rumah Vita" jawab Selly.


"Ada cowoknya?" tanya Bram ia takut kalo di rumah Vita juga ada teman-teman mereka yang cowok.


"Tidak ada, kamu ada apa nyariin aku?" ucap Selly.


"Tidak aku hanya ingin mengobrol tapi ternyata kamu di rumah Vita, yaudah lain kali saya" ucap Bram.


"Yaudah."ucap Selly lalu mematikan telfonnya.


Selly pun berjalan kembali mendekati Fika dan Vita.


"Abis nerima telfon dari siapa Sell?" ucap Vita.


"Dari Bram." jawab Selly dengan singkat lalu ia duduk di bangku yang sudah di sediakan.


Karna waktu sudah menunjukan pukul 19.00 akhirnya mereka bertiga memutuskan makan malam terlebih dahulu mereka pun segera menuju ke meja makan.


Setelah selesai makan mereka pun menyiapkan bahan bumbu yang akan di gunakan untuk membakar sosis. Mereka bertiga asik bercanda dan menikmati sosis yang mereka bakar.


Karna waktu sudah menunjukan pukul 23.00 dan mereka sudah mulai mengantuk akhirnya mereka berniat untuk segera masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar Vita untuk tidur.


***


Pagi harinya waktu menunjukan pukul 09.00 mereka bertiga sudah selesai sarapan Fika Dan Selly berniat ingin pulang.


"Sell kamu mau aku anter pulang sekarang?" ucap Vita menawari Selly.


"Tidak usah, biar aku minta jemput kak Vicky saja. Aku telfon kak Vicky bentar ya" ucap Selly lalu mengambil ponselnya.


Ia pun berusaha menelfon kak Vicky, tak butuh waktu lama Vicky langsung mengangkat telfon dari Selly.

__ADS_1


"Hallo dek, ada apa?" ucap Vicky dari balik telfon.


"Kak jemput Selly di rumah Vita ya nanti aku share lokasi" jawab Selly.


"Aduh kakak gak bisa, kamu dijemput sama Bram saja ya, ini Bram lagi di rumah. Kirim lokasinya diponsel Bram saja" ucap Vicky.


Tut...tut...tut


Vicky pun langsung mematikan telfonnya. Sebenarnya Selly tidak enak kalo menyuruh Bram menjemputnya tapi dia lebih tidak enak lagi kalo Vita harus mengantarnya terus. Akhirnya Selly pun terpaksa mengirim lokasi rumah Vita kepada Bram.


(Sedangkan di rumah Selly)


Bram membuka ponselnya, ia lihat sudah ada pesan dari Selly Bram pun membuka pesan tersebut ternyata Selly sudah mengirim lokasinya. Bram pun segera berpamitan dengan Vicky untuk menjemput Selly.


"Kak aku jemput Selly dulu ya" ucap Bram.


"Iya hati-hati" jawab Vicky.


Bram pun langsung keluar rumah dan menuju mobilnya, setelah itu ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sesampainya Bram di depan rumah Vita, Bram pun segera membunyikan klakson mobilnya Vita dan Selly yang mendengar ada klakson mobil pun segera keluar dari rumah. Dilihatnya mobil Bram sudah ada di dekat gerbang rumah Vita. Selly dan Vita pun mendekat ke mobil, dan Selly pun berpamitan pulang kepada Vita karna Fika sudah pulang duluan. Setelah selesai berpamitan dengan Vita, Selly pun masuk ke dalam mobil dan Bram segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Di perjalanan Selly bingung karna jalan yang di tuju bukan jalan pulang ke rumah Selly.


"Bram kita mau kemana?" ucap Selly.


"Kita ke rumah ku ya, kamu kan tidak pernah ke rumah ku dan aku juga tidak menerima penolakan." jawab Bram dengan tetap fokus menyetir.


Selly hanya terdiam mendengar jawaban Bram, bagaimana dia mau menolak kalau Bram saja sudah bilang seperti itu.


Sesampainya di rumah Bram, Bram pun menyuruh Selly masuk ke dalam rumah Selly pun mengikuti langkah Bram.


"Duduk disini dulu biar aku suruh bibik buatin minum, aku mau ganti baju dulu" ucap Bram, Selly pun hanya mengganggukan kepala.


Bram berjalan meninggalkan Selly, Selly yang merasa bosan karna sendirian ia pun menyalakan televisi yang ada di ruang tamu. Saat Selly sedang asik menonton televisi ada seorang perempuan paruh baya yang datang menghampirinya dengan membawa minuman dan cemilan.


"Silahkan dinikmati non." ucapnya.

__ADS_1


"Trimakasih bi." jawab Selly.


Orang tersebut pun pergi, Selly pun memakan cemilan tersebut sambil tetap fokus menonton televisi. tak lama kemudian Bram datang menghampiri Selly lalu duduk di sebelah Selly.


__ADS_2