Teman Kecilku

Teman Kecilku
BAB 9


__ADS_3

Baiklah" ucap Selly sedikit keras karna sudah beda ruang dengan Lita, Lita di ruang makan sedangkan Selly masih asik menonton film korea sambil menikmati cemilannya


15 menit kemudian Lita kembali menghampiri Selly setelah selesai makan lalu ikut bergabung menyaksikan drama korea.


"Oh ya Sell kak Vicky kapan balik ke sini" tanya Lita


Sebenarnya Selly mempunyai kakak laki-laki tapi kakaknya tinggal di london menemani neneknya kadang pulang ke rumah hanya dua bulan atau tiga bulan sekali saja


"Entahlah sudah dua minggu ini dia tidak mengabari ku" ucap Selly dengan tetap fokus melihat film korea


"Oh begitu ya" jawab Lita


Sudah dua jam Selly dan Lita menonton film korea kini mereka pun menuju ke kamar Selly untuk siap-siap tidur.


Sesampainya mereka di tempat tidur Selly dan Lita membaringkan tubuhnya


"Lit apa kamu sudah mengantuk?" tanya Selly memastikan apakah sepupunya itu sudah ingin tidur


"Belum, ada apa emang?"jawab Lita


"Aku ingin bercerita tentang Bram"


"Ada apa dia?" jawab Lita lalu menghadap ke arah Selly


"Kemarin ada orang yang telfon aku mengaku pacarnya Bram dia marah-marah katanya aku merebut Bram, lalu tadi Bram menelfon ku waktu aku membahas wanita itu Bram langsung mengakhiri panggilannya sebegitunya dia menjaga perasaan wanita itu" ucap Selly menjelaskan dengan wajah sedih dan mata yang mulai berkaca-kaca


"Sudahlah kamu yang sabar saja jangan sedih kalo dia jodohmu dia akan kembali ke kamu kok tenang saja" ucap Lita menenangkan Selly "Sudah ayo tidur sudah malam" ucap Lita lagi


Selly pun menganggukan kepala lalu Selly dan lita pun segera memejamkan mata hingga benar-benar terlelap


***


Pagi hari ini Selly sudah sampai di kampusnya untuk berlatih lagi dengan teman-temannya, ia langsung menuju ruang latihan karna tadi Vita sudah mengabari bahwa Fika dan Vita sudah ada di ruang latihan.


Saat Selly sedang berjalan Rio menghampiri Selly


"Sel mau ke ruang latihan ya? ayo bareng"ajak Rio


"Emm baiklah"ucap Selly


Mereka berdua pun berjalan bersama menyusuri kampus, tak lama kemudian mereka pun sampai di ruangan


"Cie cie"teriak orang-orang yang berada di ruangan tersebut


Rio dan Selly pun tersipu malu. Kini mereka semua mulai berlatih karna kurang satu bulan lagi mereka wisuda jadi kini latihan mereka semakin serius.


Saat dipertengahan latihan Selly mendapat telfon dari papahnya lalu Selly sedikit menjauh dari teman-temannya

__ADS_1


*Hallo pah*ucap Selly


*Hallo, kamu dimana nak?* tanya papah Selly


*Selly sedang latihan di kampus untuk acara wisuda Selly, ada apa pah?* tanyanya kembali


*Nanti selesai latihan kamu ke kantor papah ya ada mamah papah Bram ingin bertemu kangen sama kamu katannya*


*Wahh oke pah aku segera kesana nanti*


*Ya udah latihan yang semangat*


*Siap pah*


Selly pun langsung melanjutkan latihannya ia berharap agar cepat selesai supaya bisa cepat-cepat bertemu dengan orang tua Bram Selly begitu merindukan kedua orang tua Bram karna dulu Selly juga dekat sekali dengan orang tua Bram sudah seperti orang tua sendiri bagi Selly.


Selly sudah selesai berlatih kini ia segera pamit ke teman-temannya untuk pulang duluan karna ingin segera ke kantor papahnya. Selly segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang fikirannya fokus menyetir jalanan tidak begitu padat karna ini masih jam kerja. Tak butuh waktu lama Selly sudah sampai di kantor papahnya Selly pun segera memarkirkan mobilnya dan menuju ke ruangan papahnya, sesampainya di ruangan Selly langsung mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan


"Om tante" teriak Selly lalu berlari kecil menuju mamah Bram kemudian memeluk mamah Bram "tante Selly kangen" ucap Selly seperti seorang anak yang merindukan ibunya


"Tante juga kangen sekali sama kamu Sel" ucap mamah Bram


"Tante sama om bagaimana kabarnya?" ucap Selly sambil melepaskan pelukannya


"Om sama tante baik, kabar mu bagaimana nak?" ucap papah Bram


"Tidak, Bram besok wisuda jadi dia harus mempersiapkan semuanya hari ini" ucap mamah Bram sambil mengelus rambut Selly


"Oh begitu" ucap Selly dengan nada sedikit kecewa


"Kamu kapan wisuda Sel?" tanya mamah Bram


"Satu bulan lagi tante"


1 jam sudah Selly dan kedua orang tua Bram berbincang-bincang kini orang tua Bram berpamitan untuk pulang


"Zen aku pulang dulu ya"ucap papah Bram berpamitan dengan papah Selly


"Baiklah hati-hati dijalan"


"Kenapa buru-buru om Selly masih kangen" ucap Selly dengang cemberut


"Kapan-kapan om kesini lagi ya nak, sekarang om harus segera pulang penerbangan om 1 jam lagi"


"Baiklah hati-hati di jalan om tante" ucap Selly sambil menyalimi tangan orang tua Bram


"Iya kamu baik-baik ya disini, Bram pasti akan segera datang kok kalo semua urusannya sudah selesai" ucap mamah Bram

__ADS_1


"Iya tante"


Mamah papah Bram pun pergi kini tinggal Selly dan papahnya yang berada diruangan


"Pah mamah mana?" tanya Selly karna dari tadi tidak melihat kedatangan mamahnya


"Sedang meeting di luar dengan klien"jawab papahnya


" Ya udah Selly mau pulang dulu ini udah sore"


"Gak mau bareng sama papah aja?"


"Gak usah Selly bawa mobil sendiri"jawab selly


"Ya udah hati-hati di jalan"


"Baik pah"


Selly segera Pulang menuju rumahnya, saat di pertengahan jalan Selly mendapatkan telfon dari Rio lalu Selly pun segera meminggirkan mobilnya dan mengangkat telfon Rio


*Hallo Rio, ada apa?" tanyanya


*Kamu dimana kok berisik sekali?*


*Aku sedang di perjalanan mau pulang habis dari kantor papah* jawab Selly


*Oh begitu, aku boleh meminta tolong Sel*


*Minta tolong apa?*


*Aku kecelakaan tolong aku keluarga ku sedang berada di rumah paman ku aku disini sendiri*


*Hah apa? kamu kecelakaan? bagaimana bisa*


*Nanti saja critanya kamu segera kesini aku disini sendirian di rumah sakit xxx*


*Baiklah aku segera kesana kamu jangan kemana mana tunggu aku sampe datang* ucap Selly dengan penuh khawatir


Selly pun segera melajukan mobilnya kembali berbalik arah menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi Rio, ia takut jika nanti Rio kenapa-kenapa bukan karna dia memiliki perasaan kepada Rio tapi karna Rio adalah teman kuliahnya jadi dia peduli, 20 menit kemudian Selly sampai di rumah sakit lalu ia bertanya kepada suster dimana ruangan Rio


"Permisi suster ruangan atas nama pasien Rio setiawan yang baru saja kecelakan dimana ya?" tanya Selly


"Di ruang mawar nomer 10"


"Trimakasih suster"


Selly pun segera berlari menuju ruangan yang disebutkan oleh suster tadi dan akhirnya dia menemukannya.

__ADS_1


Ia mendekat ke Rio ia terkejut melihat tangan kaki dan kepala Rio di perban dan sepertinya tangannya patah tulang.


__ADS_2