
Bram hanya diam mendengar jawaban Selly, dia membiarkan Selly untuk fokus dulu membaca karna ia tahu kalo ia banyak bertanya pasti akan sangat menggangu Selly.
Waktu sudah menunjukan pukul 14.00 Bram berniat untuk mengajak Selly pulang karna takutnya kalo pulang kesorean nanti sampe rumah malam
"Sell ayo kita pulang" ucap Bram
"Iya Bram" ucap Selly lalu memasukan ponselnya ke dalam tas
Bram dan Selly pun segera keluar dari taman tersebut menuju ke mobil, sesampainya di mobil Bram langsunng membukkan pintu untuk Selly setelah Selly masuk baru Bram masuk ke dalam mobil lalu memakai sabuk pengaman dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di rumah Selly, ia menawari Bram untuk mampir ke rumahnya dan Bram pun menyetujuinya, mereka masuk rumah bersamaan menuju ruang tamu sesampainya di ruang tamu Selly melihat ada Rio dan kedua orang tuanya
"Rio" ucap Selly
Rio pun berdiri dan menoleh ke arah Selly ia melihat Selly dan Sebelahnya Bram
"Hai Sell, aku sudah menunggu mu dari tadi" ucap Rio
"Ada apa?" ucap Selly
"Sell duduk dulu suruh nak Bram juga duduk biar enak bicaranya, papah mamah tinggal kalian dulu"ucap papah Selly
"Iya pah, Bram silahkan duduk" ucap Selly menyuruh Bram duduk Bram pun mengikuti perintah Selly dan Selly pun juga ikut duduk
"Jadi ada apa Rio kamu kesini?" ucap Selly
"Tadi aku hanya mampir saja karna habis main di rumah teman ku yang rumahnya juga sekitar sini, kamu darimana Sell?" tanya Rio kembali kepada Selly
"Aku tadi abis pergi"ucap Selly
"Dia siapa?" Rio menanyakan tentang Bram
"Saya calonnya Selly" ucap Bram secara tiba-tiba yang membuat selly kaget dan langsung menatap ke arah Bram
"Calon ? sejak kapan Sell kenapa kamu tidak pernah cerita ?"ucap Rio dengan raut muka yang mulai tidak senang dengan Bram
"Memangnya kamu siapa kok ingin tau sekali?" ucap Bram dengan muka sinisnya
"Saya pacar Selly"
__ADS_1
Bram hanya terdiam lalu menatap Selly dan Rio begitu pun juga Rio ia terus menatap Bram dan Selly, Selly bingung harus bagaimana akhirnya ia pun angkat bicara
"Gini ya Rio maaf kita tidak pernah jadian kita hanya sebatas teman" ucap Selly dengan terus menatap Rio
"Tapi kemarin kita jalan?" jawab Rio kini raut mukanya mulai bersedih
"Ya kita memang jalan tapi kita tidak pernah jadian Rio" ucap Selly ia menjelaskan dengan halus karna tidak ingin menyakiti hati Rio
"Tuh dengerin" ucap Bram
"Bram kita juga, aku belum menyetujui tentang perjodohan kita Bram" ucap Selly kini ia menatap Bram
Bram hanya terdiam mendengar perkataan Selly ia fikir Selly akan mengakui Bram bahwa Bram adalah calonnya tapi ternyata tidak, pemikiran Bram salah ia terheran kenapa Selly bisa bilang seperti itu ia fikir lagi mungkin Selly tidak ada perasaan apa pun dengannya Bram mencoba menahan sabar dengan ucapan Selly tadi
"Oh begitu, ya sudah maaf jika aku sudah mengaku sebagai calon mu, aku pamit pulang dulu selesaikan urusan kalian" ucap Bram lalu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Selly dan Rio
Selly tidak mengejar Bram karna dia tahu perasaan Bram pasti sangat kecewa maka dari itu ia membiarkan Bram pergi agar Bram bisa menenangkan perasaannya
"Rio lebih baik kamu juga pulang ini sudah malam aku ingin beristirahat" ucap Selly
"Baiklah, jangan lupa besok ada latihan sampai jumpa besok" ucap Rio lalu meninggalkan Selly dan Selly pun juga tidak mengantarkan Rio ke depan rumah
Selly pun berjalan menuju kamarnya sesampainya di kamar ia segera mandi karna ia merasa sangat gerah dan badannya begitu lengket, setelah selesai mandi Selly duduk di depan meja riasnya
Selly pun kemudian mengambil ponselnya ia mencoba untuk menghubungi Bram, dan ternyata Bram langsung mengangkat telfon dari Selly
*Hallo* ucap Bram dengan lirih
*Hallo, Bram udah tidur kamu?* ucap Selly basa basi
*Belum, ada apa Sell?*jawab Bram
*Maaf ucapan ku yang tadi ya" ucap Selly
*Iya tidak apa-apa kok*
"Siapa sayang yang menelfon?" ucap Seorang cewek dari balik telfon Bram
*Bram itu suara siapa ? kamu lagi dimana ?* ucap Selly ia mendengar suara cewek
__ADS_1
*Oh itu Sinta, ku matikan sebentar ya telfonnya*
Tut..tut..tut
Bram langsung saja mematikan telfonya, Selly tidak menyangka bahwa Bram ternyata masih berhubungan dengan Sinta, ia fikir selama ini Bram sama sekali tidak berhubungan dengan Sinta, akhirnya pun Selly memutuskan untuk tidur karna moodnya sedang tidak baik
(Sedangkan di rumah Bram)
Malam ini Sinta mengunjungi rumah Bram tanpa sepengetahuan Bram terlebih dahulu
"Kamu ngapain sih malam-malam kesini?" ucap Bram dengan nada kesal
"Aku merindukan mu Bram" ucap Sinta sambil memegang lengan Bram
"Ini sudah malam lebih baik kamu pulang aku ingin beristirahat" ucap Bram bermaksut mengusir Sinta
"Aku mau menginap disini" ucap Sinta dengan nada manjanya
"Sudah gila kamu ya, cepat ayo keluar tidak enak jika ada tetangga yang tau" ucap Bram lalu menarik Sinta keluar rumah
Sesampainya di luar rumah Sinta masih tidak mau pulang karna ia begitu merindukan Bram ia terus membujuk Bram agar ia di perbolehkan menginap di rumah Bram
"Bram ku mohon aku sangat merindukan mu" ucap sinta memohon dengan memegang lengan bram
"Tidak bisa Sin nanti kalo ada tetangga yang tau kan tidak enak" ucap Bram menolak dengan halus
"Bram tapi aku sangat merindukan mu" ucap Sinta terus merayu Bram
"Sin ini sudah malam segeralah pulang, aku mau masuk dulu" ucap Bram lalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Sinta
Sinta yang merasa gagal membujuk Bram pun akhirnya ia memutuskan untuk pulang karna tidak mungkin kan kalo dia harus bermalam di depan rumah Bram.
Bram masuk ke dalam kamarnya ia menganti pakaiannya dan segera membaringkan badannya di tempat tidur
'Semoga saja Selly tidak salah paham karna mendengar suara Sinta tadi' Batin Bram
Bram pun mulai memejamkan matanya ia begitu sangat lelah seharian ini dan besok ia harus ke kantor papah Selly karna ada meeting.
***
__ADS_1
Pagi harinya pukul 08.00 Bram sudah sampai di kantor papah Selly karna ia ada meeting jam 08.15, ia pun segera menuju ke ruang papah Selly. Sesampainya di ruangan ternyata papah Bram juga ada di ruangan papah Selly
"Papah" ucap Bram lalu menghampiri papahnya