Teman Kecilku

Teman Kecilku
BAB 29


__ADS_3

Bram terdiam disitu ia tidak menyangka Selly akan menolak ajakannya.


Tak lama kemudian Selly datang ia sudah bersiap untuk pergi, tapi Bram masih saja duduk di ruang tamu dengan Rio.


"Loh Bram kamu belum pulang?" ucapnya.


"Belum" ucap Bram lirih sambil menatap Selly.


"Yaudah kalo kamu mau disini, kak Vicky ada di kamar, aku pergi dulu ya" ucap Selly kepada Bram. "Ayo Rio." ucapnya lagi.


Selly dan Rio pun pergi melajukan mobilnya, di perjalanan Selly hanya diam saja sebenarnya ia merasa tidak tega memperlakukan Bram seperti tadi tapi ia terpaksa daripada nanti jadi saling menyakiti orang lain.


"Sell kamu kenapa?" tanya Rio saat melihat Selly melamun.


"Aku tidak apa-apa" ucapnya smbil berusaha tersenyum. "Kita mau kemana?" lanjutnya.


"Kita ke danau saja ya?" ucap Rio.


"Iya Rio."


Rio kembali fokus menyetir sedangkan Selly ia menikmati lamuannya lagi, Selly membayangkan masa kecilnya dengan Bram dulu yang tak pernah sedikit pun ada masalah berbeda dengan saat ini, ia sungguh merindukan masa kecilnya dulu.


Sesampainya di danau Selly dan Rio langsung mencari tempat duduk yang kosong untuk mereka duduki.


"Sell yang tadi di rumah mu siapa sih sebenarnya?" ucap Rio.


"Dia teman ku" jawab Selly singkat.


"Tapi sepertinya dia menyukaimu."


"Sudahlah kita bahas yang lain saja" ucap Selly ia sedang tidak ingin membahas Bram.


Waktu silih berganti mereka berdua habiskan dengan berbincang berfoto dan tertawa kini matahari sudah mulai sangat panas Selly pun meminta untuk pulang.


"Rio ayo pulang" ucap Selly. "Sudah panas sekali disini"lanjutnya.


"Yaudah ayo" jawab Rio lalu berdiri dari duduknya.


***


Sesampainya di rumah Selly, ia menawari Rio untuk mampir terlebih dahulu tapi Rio menolaknya karna ia mau ke rumah temannya. Selly pun masuk ke dalam rumah di lihatnya mobil Bram masih berada di depan rumah.


Selly berjalan menuju ruang tamu dan benar dia melihat Bram masih duduk disana bersama kak Vicky ia pun pura-pura tak peduli dan ingin lewat dengan cuek tapi kak Vicky malah memanggilnya.


"Dek, sini duduk" ucap Vicky.


"Selly ngantuk kak capek mau istirahat" ucap Selly mencari alasan.


"Tidak usah banyak alasan, duduklah nanti capek mu juga akan hilang" ucap Vicky.


"Hmm baiklah" ucapnya pasrah.


Selly pun berjalan mendekat ke arah Vicky, ia duduk di samping Vicky dan berhadapan dengan Bram.

__ADS_1


"Selesaikan masalah kalian, kakak mau ke kamar dulu" ucap Vicky lalu beranjak pergi.


"Loh kakak, kok malah pergi sih?" gerutu Selly tapi Vicky mengabaikannya.


Kini seketika ruang tamu pun berubah menjadi hening tak ada suara sedikit pun.


"Sell" ucap Bram sambil menatap Selly dengan serius.


"Hmm" jawab Selly singkat.


"Apa maksut pesan mu kemarin?" ucap Bram mempertanyakan maksut Selly yang mau membatalkan perjodohan mereka.


"Apa kurang jelas?" jawab Selly dengan ketus.


"Aku salah apa?"


"Kamu gak salah, aku yang salah udah hadir di kehidupan kamu dan Sinta" jawab Selly.


"Harus berapa kali aku jelasin ke kamu?" ucap Bram dengan lembut.


Selly hanya diam ia tidak menjawab pertanyaan bram, ia tahu Bram sudah beberapa kali menjelaskan tapi ia sudah cukup tau hubungan Bram dengan Sinta.


"Sudahlah Bram aku sudah lihat semua foto kamu dengan Sinta" jawabnya.


Bram menghela nafasnya ia tidak tau lagi harus bagaimana menjelaskan ke Selly tentang hubungannya dengan Sinta.


"Sudahlah lebih baik kamu ke kantor atau pulang aku mau istirahat" ucap Selly.


"Baiklah, tapi aku akan buktiin kalo emang aku gak ada hubungan dengan Sinta"


Karna Selly merasa sedang kesal ia pun pergi ke rumah Lita karna cuma Lita yang tau hubungan antara Bram dan Selly.


Selly sudah sampai di depan rumah Lita, ia pun segera masuk ke dalam dan mencari Lita, di lihatnya Lita sedang asik menonton televisi sambil memakan cemilan Selly pun langsung menghampiri Lita dan duduk di sampingnya.


"Kenapa murung sekali?" ucap Lita saat melihat raut wajah Selly.


"Bram." ucap Selly dengan nada lemas.


"Kenapa lagi?"


"Huh, tau ah pusing" jawab Selly tak bisa menjelaskan.


"Cobalah cerita siapa tau aku bisa bantu" ucap Lita.


Selly pun menjelaskan semua permasalahan dia dengan Sinta dan Bram dari awal sampe kemarin ia bertemu dengan Sinta.


"Kenapa kamu tidak langsung aja bertemu dengan Bram dan Sinta untuk meminta penjelasan mereka berdua secara langsung?" ucap Lita.


"Gak perlu dari foto Sinta kemarin itu udah jelas" jawab Selly.


"Itu hanya Foto, bisa saja diedit jangan terlalu berfikir negatif" ucap Lita memberikan penjelasan.


Selly memikirkan ucapan Lita, ia bertanya kedirinya sendiri kenapa dia tidak berfikir seperti itu.

__ADS_1


"Lalu aku harus bagaimana?" ucap Selly.


"Temuilah dia, beri kesempatan untuk menjelaskan dan memberikan bukti yang benar" ucap Lita.


"Malulah aku" jawab Selly.


"Iih buruan jangan sampe kamu menyesal."


Mendengar ucapan Lita barusan Selly langsung mengambil ponselnya untuk mengirim pesan ke Bram.


*Bram kamu dimana?* isi pesan dari Selly.


Tidak ada lima menit Bram langsung membalas pesan dari Selly.


*Aku di kantor* balasan pesan dari Bram.


Selly yang membaca balasan pesan dari Bram pun ia segera ingin beranjak pergi.


"Mau kemana?" ucap Lita menanyai Selly yang tiba-tiba berdiri dari duduknya.


"Ke kantor Bram" jawab Selly.


"Yaudah selesaikan baik-baik" ucap Lita memberi saran ke Selly.


Selly hanya menganggukan kepalanya kemudian ia pun keluar dari rumah Lita dan berjalan menuju ke rumahnya untuk mengambil mobil.


Sesampainya di rumah ia langsung masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Setelah sampai di kantor Bram selly langsung memakirkan mobilnya lalu masuk ke dalam kantor.


"Permisi mau tanya ruangan pak Bram ada dimana ya?" ucap Selly bertanya kepada salah satu karyawan Bram.


"Ada di lantai 4 paling pojok kanan mbak" jawab karyawan tersebut.


"Trimakasih" ucap Selly lalu pergi meninggalkan karyawan itu.


Selly pun berjalan menuju lift, Sesampainya di lantai 4 ia pun berjalan sesuai arahan karyawan tadi. Sesampainya Selly di depan ruangan Bram ada seseorang yang menahannya agar tidak masuk ke ruangan Bram.


"Maaf cari siapa ya?" ucap pria tersebut.


"Saya mencari Bram" jawab Selly.


"Apa sudah membuat janji?" ucapnya lagi.


"Belum" jawab Selly.


"Maaf tuan Bram sedang sibuk" ucap pria itu melarang Selly untuk masuk.


"Tapi aku ingin bertemu dengannya" ucap Selly berusaha agar diperbolehkan masuk.


Bram yang mendengar ada keributan di luar ia pun berjalan menuju pintu, saat ia membuka pintu dilihatnya Selly berada di depannya.


"Ada apa ini?" ucap Bram.

__ADS_1


"Nona ini mau memaksa masuk Bram padahal aku sudah bilang kalo kamu sibuk" jawab pria itu.


"Biarkan dia masuk han" jawab Bram kepada farhan.


__ADS_2