
(Sedangkan di rumah Bram)
Terlihat Bram sedang berdiri di dekat jendela kamarnya, ia sedang menelfon Seseorang.
"Han tolong handle pekerjaan ku ya, hari ini aku tidak bisa ke kantor aku tidak enak badan" ucap Bram kepada Farhan asistennya.
"Ok siap akan ku urus semuanya" jawab Farhan dari balik telfon.
"Yasudah terima kasih" ucap Bram lalu mematikan telfonnya.
Hari ini Bram tidak berangkat ke kantor karna ia merasa malas sekali setelah kejadian semalam, ia sedang ingin mengistirahatkan tubuhnya dan fikirannya di rumah.
Ia pun menuju ke sofa yang ada di kamarnya, diambilnya secangkir kopi hitam lalu ia minum setelah itu ia menyenderkan tubuhnya ke sofa Bram terus melamun memikirkan Selly ia sangat merasa bersalah sekali.
***
Kini Selly dan teman-temannya sudah selesai berlatih, Selly berniat untuk pergi ke kantor papahnya ia pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di kantor papahnya ia langsung menuju ke ruangan papahnya.
"Siang pah" ucap Selly saat masuk di ruangan papahnya.
"Siang sayang, tumben kesini gak ngabarin papah dulu?"ucap papah Selly.
"Iya Selly tadi selesai latihan tiba tiba aja pengen kesini" ucap Selly lalu duduk di soffa yang sudah disediakan.
"ada apa sayang?" ucap papah Selly lalu menghampiri Selly dan duduk di sebelahnya.
"Pah, papah serius mau jodohin Selly" ucap Selly.
"Iya sayang, tolong jangan buat papah kecewa" ucap papah Selly sambil mengelus kepala Selly.
Selly hanya terdiam mendengar jawaban papahnya, ia bingung harus bagaimana ia tidak mungkin tega membuat kedua orang tuanya kecewa tapi Selly juga tidak mau hadir di antara kehidupan Bram dan Sinta. Selly pun meraih ponsel yang ada di dalam tasnya ia segera membuka aplikasi pesan lalu menuliskan isi pesan singkat.
*Mbak Sinta ini saya Selly, bisa kita bertemu jam dua di restoran xxx ?* isi pesan Selly.
Setelah mengirim pesan Selly pun meletakan ponselnya ke meja.
"Kamu mengirim pesan ke siapa nak?" ucap papah Selly.
"Ke teman Selly pah" jawab Selly.
__ADS_1
Tak lama kemudian ponsel Selly berbunyi, ia melihat ada notifikasi pesan dari Sinta.
*Ok saya perjalanan kesana sekarang* balas Sinta.
Lalu Selly pun segera memasukan ponselnya ke dalam tasnya lagi, setelah itu ia berpamitan kepada papahnya untuk menemui Sinta tapi Selly bilang kepada papahnya untuk menemui temannnya.
Selly segera melajukan mobilnya dengan cepat ia tidak ingin terlambat bertemu dengan Sinta. Sesampainya di parkiran Selly langsung membuka ponselnya berniat untuk menanyakan apakan Sinta sudah sampai atau belum.
*Sudah sampai belum ya mbak?* isi pesan dari Selly.
*Tunggu lima menit lagi* jawab Sinta.
Selly pun berjalan masuk ke dalam restoran untuk mencari tempat duduk terlebih dahulu. Setelah ia mendapatkan tempat duduk ia pun memesan minuman dan beberapa menu makanan sepesial yang ada di restoran tersebut untuk dirinya dan Sinta.
Tak butuh waktu lama kini Sinta sudah sampai di restoran, ia pun segera masuk ke restoran dan melihat Selly sedang duduk ia pun langsung menghampiri Selly.
"Ok tanpa basa basi ada apa ya langsung saja saya sibuk" ucap Sinta ia langsung duduk tanpa disuruh oleh Selly.
"Saya ingin tau hubungan mbak dengan Bram, sebenarnya apa ya mbak?" ucap Selly ia begitu penasaran dengan hubungan mereka.
"Saya tunangannya Bram" ucap Sinta mengarang cerita "Tapi semuanya gagal gara-gara kamu merebut Bram dari saya" lanjutnya.
"Mbak saya benar-benar tidak tau kalo mbak Sinta tunangan Bram, dan Bram juga bilang ke saya kalo Bram tidak ada hubungan dengan mbak" ucap Selly dengan nada tegas.
Selly pun terdiam ia rasa sudah cukup bukti dari foto tersebut, ia tak bisa berkata apapun sampai ia tak sadar ia meneteskan air mata dipipinya.
"Sudah puas kan, ini buktinya kalo aku dan Bram ada hubungan lebih tapi kamu sudah merusak semuanya" ucap Sinta lalu ia pergi begitu saja meninggalkan Selly.
Selly masih terdiam di tempat duduknya, ia tidak menyangka Bram membohonginya.
*Bram aku mohon batalkan perjodohan kita* isi pesan dari Selly.
Ia benar-benar termakan dengan omongan Sinta ia begitu mempercayainya maka dari itu Selly pun memilih untuk membatalkan perjodohannya dengan bram.
***
Bram bangun dari tidurnya setelah tadi ia melamun sampe ketiduran, ia pun bangun mengubah posisinya menjadi duduk. Di raihnya ponsel yang tak jauh dari dirinya, ia melihat ada notifikasi pesan dari Selly.
*Bram aku mohon batalkan perjodohan kita* isi pesan dari Selly.
Bram tak membalas pesan Selly ia langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi dan setelah itu ia pun berganti baju dan mengunakan parfum.
__ADS_1
Bram berjalan menuju keluar rumah, sesampainya di depan rumah ia pun menuju ke mobilnya, Bram segera masuk ke dalam mobil lalu segera melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan cepat.
Sesampainya Bram di tempat yang di tuju ia pun segera berjalan menuju pintu utama, Bram kini sedang di depan rumah Selly ia sengaja kemari untuk minta penjelasan dari Selly. Bram pun segera menekan Bel yang ada di sebelah pintu, tak lama kemudian Simbok datang membukakan pintu lalu menyuruh Bram masuk ke dalam rumah. Sesampainya di ruang tamu Simbok mempersilahkan duduk lalu meninggalkan Bram.
Beberapa menit kemudian Vicky datang menghampiri Bram lalu duduk berhadapan dengan Bram.
"Ngapain Bram ?" ucap Vicky bertanya maksut kedatangan Bram.
"Selly mana kak?" ucap Bram menanyakan Selly.
"Gak tau, jam segini belum pulang" jawab Vicky.
"Hah ? biasanya kan udah pulang dia."
"Tunggu aja mungkin bentar lagi" ucap Vicky. " ada masalah ya sama Selly" lanjutnya.
"Selly aneh kak, masa tiba-tiba minta batalin perjodohan kita" ucap Bram menjelaskan permasalahnnya dengan Selly.
"Yaudah ditunggu aja dulu nanti juga pulang, aku telfon dia bentar" ucap Vicky lalu mengambil ponsel yang ada di saku celananya.
"Hallo kak" ucap Selly saat sudah menerima telfon dari Vicky.
"Kamu dimana dek?" ucap Vicky.
"Lagi di rumah temen, ada apa?"
"Buruan pulang udah jam segini."
"Iya bentar lagi, udah dulu ya kak."
Tut..tut..tut
Selly mematikan begitu saja telfon dari Vicky, Vicky pun meletakan kembali ponselnya
"Gimana kak?" tanya bram.
"Dia lagi di rumah temannya" jawab Vicky.
Bram menghela nafas ia menyenderkan tubuhnya ke soffa, ia sungguh merasa takut jika Selly benar-benar membatalkan perjodohan mereka.
"Sudah tidak usah terlalu difikirkan" ucap Kak Vicky menenangkan Bram.
__ADS_1
"Aku hanya takut kalo Selly benar-benar membatalkan perjodohan kita kak" jawab Bram sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.