Teman Kecilku

Teman Kecilku
BAB 28


__ADS_3

"Ngapain Bram ?" ucap Vicky bertanya maksut kedatangan Bram.


"Selly mana kak?" ucap Bram menanyakan Selly.


"Gak tau, jam segini belum pulang" jawab Vicky.


"Hah ? biasanya kan udah pulang dia."


"Tunggu aja mungkin bentar lagi" ucap Vicky. " ada masalah ya sama Selly" lanjutnya.


"Selly aneh kak, masa tiba-tiba minta batalin perjodohan kita" ucap Bram menjelaskan permasalahnnya dengan Selly.


"Yaudah ditunggu aja dulu nanti juga pulang, aku telfon dia bentar" ucap Vicky lalu mengambil ponsel yang ada di saku celananya.


"Hallo kak" ucap Selly saat sudah menerima telfon dari Vicky.


"Kamu dimana dek?" ucap Vicky.


"Lagi di rumah temen, ada apa?"


"Buruan pulang udah jam segini."


"Iya bentar lagi, udah dulu ya kak."


Tut..tut..tut


Selly mematikan begitu saja telfon dari Vicky, Vicky pun meletakan kembali ponselnya


"Gimana kak?" tanya bram.


"Dia lagi di rumah temannya" jawab Vicky.


Bram menghela nafas ia menyenderkan tubuhnya ke soffa, ia sungguh merasa takut jika Selly benar-benar membatalkan perjodohan mereka.


"Sudah tidak usah terlalu difikirkan" ucap Kak Vicky menenangkan Bram.


"Aku hanya takut kalo Selly benar-benar membatalkan perjodohan kita kak" jawab Bram sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Tenanglah Bram, aku bantuin kamu bicara nanti dengan Selly" ucap Vicky.


"Makasih kak" jawab Bram, Vicky hanya menganggukan kepalanya.


Waktu menunjukan pukul 16.30, sudah dua jam Bram menunggu Selly tapi Selly tidak pulang juga ia semakin gelisah lalu Bram pun memutuskan untuk mencari Selly.


"Kak aku mau cari Selly di rumah Vita" ucap Bram.

__ADS_1


"Yaudah hati-hati dijalan dan fokus kalo nyetir" ucap Vicky mengingatkan Bram.


"Iya kak."


Bram pun langsung pergi melajukan mobilnya menuju ke rumah Vita dengan kecepatan tinggi ia benar-benar ingin sekali segera sampai di rumah Vita.


Sesampainya di depan rumah Vita ia langsung saja berlari menuju pintu rumah Vita dan segera menekan bel, tak lama kemudian pintu terbuka dan kebetulan yang membuka Vita sendiri.


"Bram?" ucap Vita terkejut saat melihat Bram berada di depan rumahnya.


"Vit, apa Selly ada disini?" ucap Bram tanpa basa basi.


"Tidak, kita sudah berpisah sejak pulang latihan tadi Bram" ucap Vita menjelaskan bahwa ia tidak sedang bersama Selly. "Memangnya ada apa?" lanjutnya.


"Dia belum pulang, yaudah aku cari Selly dulu, maaf sudah menganggu" ucap Bram lalu lari menuju ke mobilnya. ia pun segera melajukan mobilnya kembali untuk mencari Selly.


(Ke beradaan Selly)


Sore ini Selly termenung ia melamun memikirkan Bram, fikirannya begitu sangat kacau saat melihat foto Bram dengan Sinta dan dia juga nerasa suasana hatinya sangat buruk hari ini. Selly pun memutuskan untuk duduk di taman setelah bertemu dengan Sinta, ia benar-benar ingin menenangkan dirinya dulu sebelum pulang, Selly ingin terlihat baik-baik saja saat sudah di rumah nanti.


Dia terus melamun ia tidak tahu lagi harus bagaimana yang ada difikirannya sekarang dia tidak ingin berada diposisi seperti ini tapi dia juga merasa tidak ingin mengecewakan orang tuanya.


Waktu sudah hampir mau maghrib Selly pun tersadar dari lamuannya dan ia memutuskan untuk pulang, Selly pun langsung berjalan menuju mobilnya.


***


"Darimana?" ucap Kak Vicky sambil melahap makanannya.


"Rumah temen, mamah papah belum pulang kak?" ucap Selly.


"Belum, oh ya tadi Bram nunggu kamu dua jam sendiri dia disini" ucap Vicky memberitahu ke Selly.


"Hmm biarin" ucap Selly cuek lalu mengambil makanan yang ada di atas meja.


Setelah selesai makan malam Selly pun menuju ke kamarnya untuk mandi membersihkan tubuhnya yang lengket.


Selesai mandi Selly membuka ponselnya dilihatnya pinggalan tak terjawab dari Bram sudah banyak sekali dan juga pesan dari Bram tapi Selly mengabaikan semuanya dan memutuskan untuk tidur.


***


Waktu menunjukan pukul 08.00 pagi Selly terbangun dari tidurnya karna mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya, ia pun bangun dan berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu.


"Ada apa sih kak ? ini masih pagi Selly gak ada latihan juga" ucap Selly lalu berjalan masuk kamar.


"Bangun itu ada tamu" jawab Vicky. " buruan mandi" lanjutnya lalu menutup pintu kamar Selly.

__ADS_1


Selly yang mendengar ada tamu pun ia segera mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi Selly sedikit berdandan agar terlihat rapi.


Selly berjalan menuruni anak tangga, Sesampainya di lantai bawah Selly melihat ke arah ruang tamu di lihatnya ada dua orang cowok disana ia pun segera menghampirinya.


"Bram,Rio" ucap Selly terkejut.


"Pagi Sell" ucap mereka berdua bersamaan.


"Pagi, ada apa?" jawab Selly lalu ia duduk di hadapan Bram dan Rio.


"Aku ingin mengajak mu jalan" ucap Bram dan Rio bersamaan lagi lalu mereka berdua pun bertatapan dengan raut muka kesal.


"Aku yang duluan mau ngajak Selly pergi" ucap Rio.


"Tapi aku yang dari tadi ada disini" ucap Bram tak mau kalah.


"Ya gak bisa dong, kamu ini mengganggu rencana orang saja" ucap Rio semakin tak mau kalah.


"Iih, sudah dong jangan kayak anak kecil, Bram maaf aku pergi dengan Rio" ucap Selly.


"Tuh dengar" ucap Rio dengan bangganya karna merasa menang.


"Tapi Sell ada yang perlu kita bicarain" ucap Bram.


"Tidak ada lagi, sudahlah lebih baik kamu pulang aku mau bersiap-siap" ucap Selly lalu meninggalkan Bram dan Rio.


Bram terdiam disitu ia tidak menyangka Selly akan menolak ajakannya.


Tak lama kemudian Selly datang ia sudah bersiap untuk pergi, tapi Bram masih saja duduk di ruang tamu dengan Rio.


"Loh Bram kamu belum pulang?" ucapnya.


"Belum" ucap Bram lirih sambil menatap Selly.


"Yaudah kalo kamu mau disini, kak Vicky ada di kamar, aku pergi dulu ya" ucap Selly kepada Bram. "Ayo Rio." ucapnya lagi.


Selly dan Rio pun pergi melajukan mobilnya, di perjalanan Selly hanya diam saja sebenarnya ia merasa tidak tega memperlakukan Bram seperti tadi tapi ia terpaksa daripada nanti jadi saling menyakiti orang lain.


"Sell kamu kenapa?" tanya Rio saat melihat Selly melamun.


"Aku tidak apa-apa" ucapnya smbil berusaha tersenyum. "Kita mau kemana?" lanjutnya.


"Kita ke danau saja ya?" ucap Rio.


"Iya Rio."

__ADS_1


Rio kembali fokus menyetir sedangkan Selly ia menikmati lamuannya lagi, Selly membayangkan masa kecilnya dengan Bram dulu yang tak pernah sedikit pun ada masalah berbeda dengan saat ini, ia sungguh merindukan masa kecilnya dulu.


__ADS_2