
Selly mencoba mengingatkan Lita, memang Selly waktu itu hampir menangis setiap hari setelah kepindahan Bram sebab dia sebenarnya tidak ikhals bila Bram harus pergi jauh dari dirinya tapi bagaimana lagi itu sudah keputusan Bram dan Keluarga untuk pindah rumah jadi Selly tidak bisa melarangnya, dan setelah Bram pergi hanya Lita lah sepupu Selly yang setiap harinya menemani Selly dan mendengarkan tangisnya Selly sebenarnya waktu itu Lita tidak tega tapi Lita tidak bisa berbuat apa-apa.
Sambil menunggu Lita mengingat-ingat sosok bram tiba-tiba ART Lita datang.
"Ini non susu dan rotinya silahkan"ucap seseorang separuh baya itu
"Trimakasih bik" jawab Selly dengan senyuman lalu mengambil susu dan roti
"Apakah masih ada lagi yang harus bibik bantu?"tanya bibik itu
"Tidak ada bik, silahkan bibik turun jangan lupa tutup pintu trimakasih ya bik"ucap Lita lembut
"Baik non sama-sama"
ART itupun pergi dan menutup pintu kamar Lita, Lita masih tetap mengingat-ingat Bram dan seketika akhirnya Lita pun mengingatnya
"Oh Bram yang dari dulu jagain kamu, trus sekarang pindah ikut sama mamah papahnya itu?"tanya Lita kepada Selly secara tiba-tiba
"Ah iya akhirnya kamu mengingatnya"jawab selly
"Ada apa dengan dia?"
"Kemarian dia chat aku Lit, akhirnya penantianku gak sia-sia"jawab Selly dengan bangganya
Karna sebenarnya selama ini Selly hampir putus asa menunggu kabar dari Bram yang tak kunjung mengabarinya, ia fikir Bram sudah melupakannya. Tapi semalem pesan dari Bram cukup membuktikan bahwa Bram masih mengingat Selly dan janjinya.
"Lalu?" jawab Lita singkat sambil melihat ke arah Selly yang tampak bahagia
"Dia akan segera menemui ku katanya tapi dia merahasiakan kapan kedatangannya"jawab Selly dengan raut muka yang mulai sedih
"Nah sama sajakan masih menunggu kenapa tadi begitu bahagia?" jawab Lita
Selly hanya cemberut mendengar jawaban Lita, benar juga yang dikatakan Lita tapi Selly mencoba untuk tetap sabar karna dia yakin Bram akan tetap datang
"Hahaha sudahlah ayo ikut aku jalan-jalan daripada cemberut terus" ucap Lita mengajak Selly pergi agar mood dia membaik
"Kemana?"
__ADS_1
"Kemana saja yang terpenting mencari angin segar" ucap Lita lalu bangun dan mulai berjalan ke arah pintu kamar
"Baiklah" jawab Selly mengikuti arah jalan Lita
Mereka berdua pun menuruni anak tangga bersamaan tanpa ada suara, Lita sibuk dengan ponsel sedangkan Selly hanya diam fokus berjalan dan sedikit memikirkan Bram.
Saat menuruni anak tangga terakhir Lita melihat ke arah Selly
"Sudahlah tak perlu terlalu dipikirkan, kalau kamu yakin dia akan datang yaudah yakini saja jangan terlalu dibuat pikiran"ucap Lita seakan-akan dia tau apa yang dipikirkan Selly dan dia pun mencoba untuk menenangkannya
"Hmm, aku hanya takut kalo Bram berbohong Lit" ucap Selly matanya kini mulai berkaca-kaca
"Sudah jangan pikirkan yang tidak-tidak percaya saja dengan dia dia tidak akan membohongimu, ayo masuk mobil"jawab Lita sekali lagi mencoba menenangkan hati Selly agar Selly tak bersedih
"Hmm baiklah"ucap Selly lalu masuk kedalam mobil
Lita pun segera melajukan mobilnya meninggalkan rumahnya, cuaca hari ini begitu cerah tapi tak secerah hati Selly saat ini.
Lita fokus menyetir dan Selly hanya fokus melihat-lihat pemandangan yang ada di pinggir jalan sambil tetap memikirkan Bram, entah kenapa sejak perkataan Lita tadi Selly terus-terusan memikirkan Bram
“Apa benar yang dibilang Lita? apakah Bram hanya akan membohongiku atau mungkin dia akan benar datang? tapi sampe kapan aku harus menunggu seperti ini seperti menunggu keajaiban yang belum tentu benar-benar akan terjadi” batin Selly terus bertanya-tanya apakah Bram sedang membohonginya.
"Ngapain kita kesini?" tanya Selly yang sedikit kebingungan
"Kita nyari ketenangan disini, sudah ayo turun"ucap Lita sambil melepas sabuk pengaman dan mulai membuka pintu mobil "Ayo kita duduk didekat pohon itu" ajak Lita kepada Selly
"Emm aku cari minum dulu buat kita kamu duduk saja dulu"jawab Selly
"Baiklah jangan lama-lama, kalo ada apa-apa segeralah telfon aku"kata lita
Selly pun hanya membalas dengan senyuman lalu Meninggalkan Lita.
Selly terus berjalan mencari tempat yang berjualan air minum dan akhirnya dia pun menemukannya
"Mang air minumnya dua"pinta Selly kepada si penjual
"baik non ini" jawab si penjual dengan menyerahkan dua botol kepada Selly
__ADS_1
"berapa mang?"tanya Selly
"Dua Puluh Ribu non"jawab si penjual
"Ini mang makasih ya" ucap selly
Selly pun mulai berjalan lagi untuk menghampiri Lita sambil sesekali melihat ke kanan kiri melihat orang-orang yang lewat dan anak kecil yang berlarian, tiba-tiba dari arah belakang yang tak jauh dari Selly ada suara seorang laki-laki yang memanggilnya
"Selly!!"teriak laki-laki itu
Selly pun menoleh ke arah suara tersebut.
"hah kenapa harus ada dia di sini"gumam Selly
"Rio, ngapain kamu disini?" tanya selly
"Sedang jalan-jalan saja. kamu sendiri?" jawab Rio lalu bertanya kembali ke Selly
"Oh, aku sedang menemani sepupuku disini, yaudah aku pergi dulu"jawab Selly lalu meninggalkan Rio
"Semoga hari mu menyenangkan Sell" teriak Rio yang sudah tertinggal jauh oleh Selly
Selly pun segera mempercepat langkahnya ia berharap semoga Rio tidak mengikutinya.
Sesampainya dia di tempat duduk yang Di duduki Lita ia pun langsung ikut duduk di Samping Lita dan langsung meminum air yang dia beli sampe habis
"Woy kenapa bu? kaya orang kesetanan gitu hahaha"ledek Lita yang melihat tingkah aneh Selly
"abis ketemu temen kuliah aku huuhhh"jawab Selly sambil mengatur nafasnya
"Ketemu temen kuliah kok kayak ketemu setan hahahaha" Lita meledek Selly lagi sambil tertawa lebih keras lagi
"bodoamatlah"jawab selly dengan muka kesal dan memalingkan muka kesekitarnya berharap semoga tidak ada Rio lagi
Lita pun hanya cekikikan melihat tingkah Selly.
Suasana pun menjadi hening mereka berdua begitu menikmati suasana angin yang ada di taman dan suara-suara dari orang sekitar yang berada ditaman.
__ADS_1
Sesekali Selly melirik ke arah ponselnya berharap Bram akan mengirim pesan lagi tapi ternyata tidak, hari ini Bram sama sekali tidak mengirim pesan ke Selly sesekali selly mulai menghembuskan nafasnya dengan kasar Lita tau apa yang sedang dipikirkan oleh Selly tapi dia memilih diam Lita ingin agar keadaan hati Selly membaik dulu Lita pun mencoba untuk cuek dan mulai memainkan game yang ada di ponselnya.
“Kenapa jadi Bram si yang ada dipikiranku? Bram juga kenapa hari ini dia tidak memberikan kabar untuk ku masa iya aku cewek yang harus memulainya" batin Selly