
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 03.00 akhirnya Selly dan Vita berpamitan untuk pulang, sebelum pulang Selly mengantar Vita terlebih dahulu lalu Selly pulang kerumah.
Sesampainya dirumah Selly langsung menuju kekamarnya dan berbaring di atas kasurnya dia mencoba memejamkan mata tapi tidak bisa lalu dia segera duduk dan mengambil foto yang ada dimeja riasnya.
Tak terasa air mata mulai membasahi pipi Selly dia begitu sangat merindukan sosok yang ada dibalik foto itu
"Hai Bram apa kabar? semoga kamu disana baik-baik saja ya, aku disini baik-saja kok seperti pinta mu dulu, oh ya Bram aku sangat merindukan mu apakah engkau juga merindukanku? apa kamu disana masih mengingatku? apa kamu akan segera datang Bram? hiks hiks hiks" ucap Selly sambil menangis dan mengusap foto dia bersama Bram sewaktu masih kecil
"Bram aku berharap nanti kalo aku wisuda kamu datang Bram, semoga saja kamu benar-benar datang Bram" lanjut Selly sambil memeluk foto itu
Lalu selly pun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan tangan yang masih tetap memeluk fotonya dengan Bram, tak butuh waktu lama Selly sudah memejamkan mata karna matanya terasa berat setelah menangis.
Waktu sudah menunjukan Pukul 8 malam Selly pun terbangun dari tidurnya lalu beranjak dari tempat tidur untuk mandi dan segera pergi keruang makan
setelah Selly sampai diruang makan Selly bertemu dengan papah dan mamahnya
"Tumben mah pah udah pulang jam segini?"tanya Selly kepada papah mamahnya
"Iya tadi kerjaan udah selesai, kok kamu baru makan jam segini nak?" tanya papah Selly
"Iya pah tadi selly ketiduran" jawab selly "Emm pah mah"lanjut Selly memanggil nama orang tuanya
"Iya nak"jawab mamah papah selly bersamaan
"2 bulan lagi Selly bakal ada wisuda mamah papah dateng ya Selly sengaja bilang sekarang karna Selly tau jadwal mamah papah sudah padat"
"Emm nanti papah mamah usahain ya nak" ucap papah Eelly sambil tersenyum ke putrinya
"Emm baiklah Selly ke kamar dulu ya mah pah"
Setelah selesai makan pun Selly langsung beranjak pergi, sebenarnya Selly kecewa dengan jawaban orang tuanya tapi Selly mencoba mengerti dia tidak ingin egois dengan memaksa kedua orang tuanya harus datang ke acara wisudanya.
Sesampainya di kamar Selly duduk dimeja belajar lalu membuka ponselnya
__ADS_1
sudah ada beberapa notifikasi chat online di ponsel Selly dia pun segera membukanya dan mata Selly tertuju di nomer yang tak dikenal
Selly pun segera membuka isi pesannya
*Hai Selly*
“Hah siapa ya?”gumam Selly karna tidak ada profil orang tersebut
*Hai, maaf siapa ya? dan ada perlu apa?* jawab Selly tanpa basa basi
*Aku Bram Selly, apa kamu masih ingat dengan ku?*
'deg..hah apa? Bram menghubungi ku? apakah ini mimpi? apakah ini candaan?yatuhan aku sangat bahagia' batin Selly matanya mulai berkaca-kaca
*Hah Bram?kamu bercanda ya mana mungkin Bram mendapatkan nomer ku* balas Selly memastikan apakah orang itu hanya iseng saja
*aku Bram sell, aku mendapatkan nomermu dari papahku yang meminta ke papahmu karna selama ini ternyata mereka berdua bekerja sama meskipun berbeda kota*
*Ah Bram rasanya aku tak percaya, bagaimana kabarmu? apa kamu baik-baik saja disana?* tanya Selly yang sedari tadi dia ternyata sudah senyum-senyum sendiri karna bahagia
*Hahaha Selly baik Bram tidak ada yang menyakiti Selly, ku kira Bram melupakan ku*
*Mana mungkin aku melupakanmu kan ku sudah berjanji kepadamu dan aku pun juga akan segera kembali*
*Hah serius? kapan Bram?*
*Rahasia hahaha sudah sana tidur* jawab Bram menyuruh Selly tidur
*Hmmm baiklah*
Lalu Selly pun menuju tempat tidurnya, entah mengapa dia tidak bisa tertidur malam ini dia sudah tidak sabar menunggu Bram kembali meskipun Selly tidak tau Bram akan kembali kapan tapi dia berharap Bram akan secepatnya kembali.
Selly pun berusaha memaksakan matanya agar beristirahat meskipun susah ia tetap memaksakan matanya agar terpejam dan tak lama kemudian pun Selly benar-benar terlelap.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukan Pukul 9 pagi Selly pun terbangun hari ini dia libur kuliah jadi dia memutuskan untuk pergi ke rumah sepupunya yang sudah sangat akrab dengan dia bukan hanya seperti sepupu tapi juga seperti sahabat yang juga setia mendengarkan keluh kesah tangis bahagianya Selly.
Selly segera menuju ke kamar mandi untuk mandi setelah selesai mandi dan sedikit bedandan Selly pun turun mencari Simbok
"Mbok Selly ke rumah Lita dulu ya"ucap Selly ke Simbok
"Non ga makan dulu"jawab Simbok
"Enggak mbok nanti aja gampang" ucap Selly lalu pergi meninggalkan Simbok
Selly pun memilih berjalan kaki karna rumah Selly dan sepupunya hanya berjarak beberapa rumah saja sesampainya dirumah Lita Selly pun langsung masuk karna sudah terbiasa ke situ
"Bik Lita masih diatas ya? aku ke atas dulu tolong bawain susu sama roti ya bik"pinta Selly kepada ART yang bekerja dirumah Lita
"Baik non mohon diunggu" jawab ART itu lalu segera pergi kedapur untuk membuatkan susu Selly
Selly pun segera menuju ke kamar Lita, sesampainya dipintu kamar Lita Selly langsung masuk karna pintu kamar Lita saat itu terbuka.
Selly langsung berbaring disebelah Lita yang langsung membuat Lita terkejut
"Iihh nih anak ya main nylonong aja bikin orang kaget"gerutu Lita kepada Selly
"Hehehe maaflah Lit"jawab Selly sambil tersenyum
"Hmmm, ada apa kesini jam segini" tanya Lita kepada Selly
"masih inget Bram gak yang dulu deket sama aku waktu kecil?"
Lita mencoba mengingat ingat sosok seorang Bram karna Lita lupa meskipun Lita juga tetangga Bram dulu tapi Lita hanya sekali dua kali bertemu dengan Bram itu pun saat Lita pergi kerumah Selly wajar saja kalo Lita lupa karna dia tidak mengenal Bram begitu dalam
"Yang mana ya Sell? aku gak tau" jawab Lita sambil tetap mengingat ingat
"Ah yang dulu ngbuat aku nangis beberapa hari karna dia pindah rumah itu loh"
__ADS_1
Selly mencoba mengingatkan Lita, memang Selly waktu itu hampir menangis setiap hari setelah kepindahan Bram sebab dia sebenarnya tidak ikhals bila Bram harus pergi jauh dari dirinya tapi bagaimana lagi itu sudah keputusan Bram dan Keluarga untuk pindah rumah jadi Selly tidak bisa melarangnya, dan setelah Bram pergi hanya Lita lah sepupu Selly yang setiap harinya menemani Selly dan mendengarkan tangisnya Selly sebenarnya waktu itu Lita tidak tega tapi Lita tidak bisa berbuat apa-apa.