
Setelah menyelesaikan acara mandi nya Lili memaki baju yang diberikan Andra padanya. Dia menatap pantulan tubuhnya sendiri yang ada di kaca depan matanya, wajahnya masih sendu memikirkan kejadian tadi.
Baru kali ini lili mengalami kejadian seperti ini, dia benar-benar ketakutan saat itu. Andai dia tidak sembunyi entah akan seperti apa nasibnya kini.
Tes
Air mata kian merembes membasahi wajah Lili yang tidak mengenakan make up apapun. Tidak kuasa menahan berat tubuhnya, Lili meluruhkan tubuhnya ke lantai dan menyembunyikan wajahnya di antara lutut kakinya. Lili menangis tersedu-sedu di kamar Indri,dia sepertinya lupa dimana dia berada sekarang. Karena ada seseorang yang mendengar suara tangisan Lili yang begitu menyayat hatinya.
Andra tidak tahu harus berbuat apa, di satu sisi dia ingin bertanya tapi di sisi lain dia merasa tidak pantas karena mereka tidak sedekat itu untuk menanyakan kejadian yang sesungguhnya. Andra mengepalkan tangannya tanpa sadar, dia berjalan keluar kamarnya setelah berganti baju tadi.
Dia berjalan ke kamar Indri yang sekarang di tempati oleh Lili. Ketika dia berniat mengetuknya, Andra menghentikan tangannya di udara. Dia ragu apakah harus dia melakukan seperti ini. Tapi kalau dia diam saja juga tidak mungkin. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Akhirnya Andra memutuskan untuk pergi kembali ke kamarnya. Biarkan Lili tenang terlebih dahulu dan juga istirahat.
Andra mengambil ponselnya dan menghubungi ibunya untuk meminta nomor orang tua lili. Tadi ibu Ratu sampai terkejut dan cemas dengan keadaan Lili, bahkan dia berniat untuk mendatangi rumahnya tapi Andra mencegahnya dan membiarkan Lili untuk tenang dahulu. Ibu Ratu berjanji akan datang besok pagi dengan Indri untuk menemui Lili di rumah nya.
Setelah mendapatkan nomor orang tua lili, Andra mencoba menelfonnya. Dalam dering ke tiga telfon nya sudah diangkat oleh ibu Rosa.
Assalamualaikum. dengan siapa ini..?
^^^*Wa'alaikumsalam Tante. kenalkan saya anaknya ibu Ratu.^^^
Ahhh...ada apa yah ?
^^^Begini Bu. sekarang Lili sedang berada di rumah saya.^^^
Apa...?! Papah...papah* ....
Andra yang terkejut karena mendengar teriakan ibu Rosa yang melengking di telinganya berusaha menjauhkan ponselnya sebentar. Kemudian dia menempelkan kembali ponselnya.
__ADS_1
Halo..halo....
^^^Iya Om. kenalkan saya Andra anaknya ibu Ratu.7^^^
Iya. kalau boleh tahu Dimana Lili sekarang dan bagaimana keadaanya sekarang...? Om takut sekali bila terjadi sesuatu dengan Lili. Kamu sekarang ada dimana?
^^^Pelan-pelan Om. saya hanya ingin memberitahukan keadaan anak Om dan Tante. Saya tidak tahu pasti bagaimana kronologinya karena saya pun belum bertanya apapun kepada Lili. Tapi yang saya lihat keadaan Lili kakinya terluka tadi dan bajunya kotor penuh dengan lumpur. Saya juga kaget Om karena menemukan Lili yang ada di sekitar rumah saya.^^^
Masya Allah mah. sebenarnya apa yang terjadi dengan anak kita. Andra...Om minta tolong buat kamu shareloc rumah kamu sekarang juga, supaya Om bisa kerumah kamu sekarang juga. Om yakin pasti ada yang terjadi dengan Lili. Tadi waktu Lili menelfon, Om tidak tahu karena sedang ada di kamar mandi. Setelah mengetahui Lili telfon, Om langsung menelfon balik nomor Lili tapi nomornya tidak bisa di hubungi lagi. Om dan Tante sangat khawatir dengan keadaan Lili. Bisakah Om melihat anak Om dulu...?
^^^Baiklah tunggu sebentar yah Om, Andra akan ke kamar adik saya karena Lili berada di sana.^^^
Andra merubah panggilan telfon nya menjadi mode vicall, dan langsung di terima oleh orang tua lili. Ibu Rosa menunggu dengan harap-harap cemas ponselnya yang kini sedang menampilkan entah gambar apa karena Andra yang sedang berjalan kekamar indri.
Tok tok tok
Krieet
Lili membuka pintunya lebar dan membuat pandangan mata mereka bertubrukan sekian detik. Andra yang melihat wajah Lili yang sembab langsung mencelos hatinya.
"Ini ayah dan ibu kamu ingin berbicara padamu." Andra memberikan ponselnya yang masih terhubung ke arah Lili, Lili menerimanya kemudian mencegah Andra yang berniat pergi dari kamarnya.
Sreettt
Andra melihat lengan tangannya yang di tahan oleh Lili, dia menatap wajah sembab Lili yang kini seperti memintanya untuk tidak pergi meninggalkan nya. Andra menghela nafas dan berusaha melepaskan tangan Lili yang ada di lengannya. Dia melihat wajah Lili yang langsung kecewa karena Lili mengira dia menolaknya.
"Saya tidak akan kemana-mana, saya hanya akan mengambil air minum untuk kamu. Jadi lebih baik kamu bicara dulu dengan orang tua kamu, oke.." Dengan lembut Andra berbicara kepada Lili yang kini sedang menatapnya sendu, dia mendorong tubuh Lili untuk masuk kedalam kamarnya kembali dan dia membalikkan badannya untuk ke dapur.
__ADS_1
Lili mengusap wajahnya agar orang tuanya tidak khawatir kepadanya. Setelah dirasa siap,, Lili langsung mengangkat ponsel Andra yang kini ada di tangannya.
Assalamualaikum ma, pa..!
^^^Wa'alaikumsalam. Ya Allah Li.. gimana keadaan Kamu sekarang nak. kata Andra kamu terluka..? Gimana ceritanya Li..Li. Eomma udah khawatir banget sama kamu Lili. hiks^^^
Lili baik-baik aja eomma. Motor di ambil orang mah. tapi lili baik-baik aja kok eomma. Lili tadi sempet sembunyi dulu sebelum pencuri menyadari keberadaan Lili...
Andra yang mendengar kejadian yang sesungguhnya mengepalkan tangannya, Untung tidak terjadi sesuatu yang buruk menimpa Lili. Andra tidak bisa membanyangkan kalau sampai itu terjadi. Andra masuk ke kamar Indri dan Lili yang menyadari ke hadiran Andra langsung memintanya untuk duduk di sebelahnya. Tapi Andra menolaknya dan pergi ke ruang tamu, ternyata Lili mengikutinya sambil tetap mendengar ayah dan ibunya yang sedang berbicara di telfon.
Lili duduk di samping Andra, dia bahkan dengan berani menggenggam erat tangan Andra. Andra sendiri cukup terkejut tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, Andra yakin Lili pasti masih takut dengan kejadian tadi. Andra masih terdiam sambil menunggu Lili dan orang tuanya yang mengobrol lewat vicall.
sesekali Andra melirik ke arah wajah Lili yang kadang melamun, Andra ingin mengatakan sesuatu tapi dua ragu.
"Eomma ,,appa nggak usah khawatir Lili baik-baik saja selama ada bang Andra disini. Kalau mau kesini besok pagi aja yah ma, Lili capek pengin istirahat." Jelas Lili sambil memberi pengertian tentang keadaanya kepada orang tuannya, Lili sengaja tidak memberitahukan kejadian yang dia hampir menjadi santapan lekaki hidung belang. Dia merasa belum yakin untuk menceritakannya kepada orang tua nya.
Setelah beberapa saat panggilan telfon mereka terputus karena Lili yang memutuskannya, dia melihat ke arah Andra yang kini sedang terlelap dengan posisi duduk. Lili melihat ke arah bahu Andra yang seperti memanggilnya untuk merebahkan kepalanya di sana.
pluk
Lili menyamankan posisi kepalanya yang terasa nyaman bersandar di bahu Andra. Lili menatap tangannya yang masih menggenggam erat tangan Andra dengan pandangan kosong. Lili mencoba menutup kelopak matanya dan makin merapatkan tubuhnya hingga menempel di samping Andra, dia menikmati wangi harum tubuh Andra yang begitu menenangkan.
Sementara Andra yang memang sudah terlalu lelah tidak menyadari keadaanya sekarang. Mungkin dia menyangka kalau disebelahnya adalah bantal guling nya makanya dia mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping dan memeluk tubuh Lili erat. Bahkan tanpa sadar Andra mencium kening Lili dan Lili yang merasakan kecupan di keningnya menjadi merasa tenang dan ikut memeluk balik tubuh Andra.
Tbc
__ADS_1
Dapat salam dari bang Andra buat kalian semua. Makasih.