
"Annyeong haseyeo yeorobun." Sapaku kepada semua orang-orang yang ada disini. Ya aku sekarang sedang nongkrong di sebuah cafe yang sedang hitz, tempatnya berlantai dua dan ini memang sangat keren. Pertama kali kesini aku sampai terheran heran kok bisa ada cafe sekeren ini. Dari tempatnya oke, makanan nya juga oke, bahkan disini juga ada live music nya juga.
Selama ini biasanya kami hanya nongkrong di cafe tempatku kerja , dan kali ini Radit yang mengusulkan untuk bertemu disini. Dia kemarin kesini sama ceweknya dan dia sangat merekomendasikan tempat ini untuk nongki-nongki cantik disini. Dan aku emang setuju banget sama Radit, dia emang paling bisa kalau di suruh nyari tempat-tempat yang oke kayak gini.
"Gimana kabar kalian semua..?" Tanya Radit kepada kita semua. Aku melihat Tania, Riri, doni, anggun , Radit dan juga jangan lupakan bumi juga ada disini . Kami adalah teman seperjuangan dari dulu. Kami memang sahabat yang setia bahkan diantara kami belum ada yang menikah, justru kami berteman karena bosan di tanyain tentang masalah pernikahan. Bukannya kami tidak laku, tapi kami memang belum ada yang ingin berkomitmen.
Radit sebenarnya sudah mempunyai pacar tapi ya gitu umurnya beda enam tahun. Pacarnya anak kuliahan, dan mereka bertemu ketika pacarnya Radit yang bernama citra sedang nonton live music di cafe tempatku kerja.
Kalian pasti pengin tau kan siapa aja teman-teman ku. nih aku kenalin kalian pasti akan langsung terheran-heran, kenapa kita nggak ada yang cinlok satu sama lain.
Pertama kalian pasti sudah mengenal kan sama bumi kan jadi aku tak perlu menceritakannya. Yang kedua dia adalah Radit.
Yang ketiga Doni. cowok paling cool di antara kami. Dia ini tidak pernah marah kepada kami semua, justru kalau kami salah dia akan memaafkan kami dengan lapang dada. Dia adalah sosok yang paling kita segani, dan dia itu bagaikan sosok seorang kakak yang selalu aku idam-idamkan. Tapi jangan mengira kalau aku akan mencintainya, justru karena kami sudah berteman lama makanya kami sudah terlalu nyaman dengan persahabatan kami.
Kalau yang ini namanya Anggun. kalian jangan terkecoh dengan namanya, aslinya orangnya ya ampun 11 12 sama kaya aku.
Kalau yang ini si Riri, orangnya kalem tapi kalau sekalinnya udah kumpul bareng kita-kita dia akan menjadi sosok yang mengayomi. duh bahasanya....
terakhir Tania, dia itu anaknya sama kaya aku. si cantik yang banyak fans nya.
Kalau kalian pasti udah kenalkan sama aku, jadi aku nggak perlu kan ngenalin diriku sama kalian.
Cukup perkenalannya lebih baik kita kembali lagi ke pembahasan.
"Sumpah garing banget sih pertanyaan Lo dit. Lagian kita baru juga ketemu kemarin. Jadi nggak usah sok-sok an deh." Ucapku sambil meminum jus strawberry kesukaanku. Aku melirik Doni yang kini sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon.
Kami sengaja memesan tempat yang memuat kita semua, Jangan heran kalau meja yang kami tempati adalah gabung dari dua meja. Aku duduk paling pinggir di sebelah ku ada Doni, dan Riri , sedangkan Radit , Tania , dan anggun ada di depanku sedangkan yang duduk di kursi tunggal ada bumi paling ujung.
__ADS_1
Kami sering menghabiskan waktu bersama jika ada waktu senggang, kami memang mempunyai kesibukan sendiri-sendiri. Dan yang sering bertemu denganku ya bumi, karena dia memang yang mengurusi jadwalku. Jadi jangan heran kalau lagi kumpul-kumpul begini aku akan duduk di sebelah yang lain.
Aku melihat sekitar dan banyak pengunjung yang curi-curi pandang ke arah meja kami. Tapi kami memilih cuek karena itu sudah biasa terjadi, kami asyik mengobrol dan tak mau mengambil pusing dengan mereka yang sedang terkagum-kagum dengan paras kami semua.
"Denger denger kamu kemarin di begal Li..??" Aku menengok ke arah Doni yang kini sedang menatap wajahku dengan mata teduhnya, Aku langsung mengangguk. Dan wajahnya berubah menjadi khawatir, dia bahkan langsung merangkul bahuku dan aku langsung menyenderkan kepalaku di bahunya yang nyaman.
"Heemmm. Waktu itu aku habis pulang dari acara ulang tahun temen terus di jalan si purple tiba-tiba ngambek jadi aku berhenti di tengah jalan. Tempatnya sepi banget dan waktu aku lihat ada motor yang mau lewat aku langsung sembunyi di tengah-tengah sawah. Sumpah yah kalau ingat kejadian itu tuh aku tuh masih takut." Doni mengelus rambutku dengan pelan, dan itu membuatku nyaman. Aku bahkan langsung melingkarkan kedua tanganku untuk memeluk tubuh Doni. Emang Doni itu sosok yang pengertian, dia akan melakukan hal yang sama kepada kita semua jadi kalian nggak usah berprasangka buruk dulu dengan kedekatan ku.
Karena kami akan melakukan hal yang sama jika ada di antara kami yang sedang sedih.
"Kenapa Lo nggak lapor polisi aja Li. Bukannya Lo sayang banget sama si purple...?"
Tanya Radit sambil menatap ku yang sedang bersandar manja di bahu Doni.
"Gue udah nyuruh dia buat lapor polisi, tapi dia nggak mau...?" Seru bumi sambil menyindirku. Aku hanya menggedikkan bahuku tak perduli dengan sindiran bumi.
"Iya bener Li, sebaiknya kamu laporin kasus ini biar para pencuri itu jera dan tidak melakukan itu lagi." Ucap Riri sambil menyuapkan ice cream kedalam mulutnya.
"Katanya dia males kalau harus berurusan dengan polisi. Gue aja gedek banget sama nih bocah. Kalau bukan temen udah gue buang ke laut nih orang."
Pletak
Sahut bumi lagi sambil menjitak kepalaku, aku langsung berdiri dan berniat menghampiri bumi yang kini sedang meletakan lidahnya padaku. Sebelum melangkah tanganku sudah di tarik oleh Doni dan membuatku duduk kembali.
Sreettt.
Aku merasakan tangan Doni yang menyentuh bahuku, dia menarik lenganku dan membawa tubuhku untuk bersandar kembali di bahunya.
"Udah nggak usah ngambek gitu, nanti susuk Lo luntur loh." Aku hanya mendengus mendengar gurauan anggun.
"Sialan Lo emang nggun. Gue mah nggak make kaya gituan juga banyak yang kecantol sama kecantikan gue " Ucapku sombong tanpa mau memperdulikan orang sekitar. aku merasakan bahu Doni bergetar, aku langsung mendongak dan menemukan wajah Doni yang sedang menahan tawanya.
"Ketawa aja kali Don nggak usah di tahan gitu.!!"
Hahahaha
Jiaaaah seneng banget kayak nya mereka semua. Aku mencibir kelakuan teman-teman ku ini.
Drrttt drrttt
Aku mengalihkan perhatian ku saat aku merasakan ponselku bergetar, aku melihat wajah Indri menghiasi layar ponselku. Aku langsung mengangkat panggilan vicall dari Indri dan mengacuhkan mereka semua yang masih sibuk menertawakan ku.
__ADS_1
"Kenapa in" Tanyaku saat wajah Indri terlihat di layar ponselku.
"Eonni dimana? Loh siapa itu eonni?" Aku melihat wajah Doni yang berada di samping wajahku, aku hanya mendengus.
"Anggap saja Lo nggak lihat nih orang in. ada apa in?" ku lihat wajah Indri yang bersemu merah karena ada Doni di sampingku. Emang susah menolak pesona seorang Doni.
"Itu..itu.. eonni besok ada acara nggak?" Aku mendengar Doni membisikkan sesuatu.
"Siapa dia Li..?" bisik Doni pelan. Aku langsung menyingkirkan wajah Doni yang berada di pundak ku.
"Minggir Lo, dan jangan ganggu dia. dia itu udah mau merried jadi nggak usah ngarep. "
"Lah sebelum janur melengkung ya kita boleh dong ngarep sama siapa aja. Yang penting kita nggak nikung orang yang udah merried, iya nggak bro....!!" Aku langsung menyeringai sinis pada Doni. Dasar cowok nggak bisa lihat cewek bening dikit. Aku lebih memilih pergi meninggalkan kursiku dan menuju pintu depan.
"Maaf in tadi eonni lagi sama temen-temen. Besok eonni sore ada acara ,emang ada apa in?"
"Iya nggak apa-apa eon. Besok siang bang Andra mau launching toko barunya yang ada di daerah Jakarta, eonni bisa Dateng kan?"
"Lihat besok yah in. Eonni nggak bisa janji soalnya takutnya Abang kamu terganggu sama kedatangan eonni."
"Bilang saja eonni datang karena undangan ku."
"Ehm oke deh nanti kamu shareloc aja alamat nya biar eonni Dateng sendiri."
Setelah mematikan panggilan vicall dari Indri aku masuk kedalam cafe lagi dan duduk dengan tenang nya di kursi.
"Guys besok siang Lo ada acara nggak? Besok ada launching toko pakaian punya Abang temen gue, dan kalian bisa datang ke sana sekalian buat belanja yah. Jangan cuma lihat lihat doang,malu sama dompet lo yang tebel itu kalau nggak di pake.!!"
"Busyet deh maksa amat Bu. Oke lah karena ini temen Lo gue usahain buat buang duit gue kesana." Ucap Radit sombong. Emang cowok kurangajar.
"Ajak cewek Lo sekalian buat di kenalin sama kita-kita. Jangan Lo kekep Mulu." Ucap anggun kepada Radit. Aku hanya menoleh sekilas pada mereka dan menoleh ke arah Doni.
"Iya iya nanti gue jemput Lo sekalian, biar Lo puas." Aku langsung tersenyum manis kepada Doni
"Lo emang yang terbaik do. I love you dondon." Ucapku sambil memeluk Doni. Yang lain langsung berpura-pura muntah melihat tingkahku yang akan seperti ini jika kemauanku dituruti oleh mereka
"Kalau kaya gini aja bilang cinta, giliran kalau lagi nggak di butuhin Lo buang kita semua." Ucap bumi.
" Syirik aja Lo sama gue."
kami akhirnya menghabiskan makan kami dan berencana akan pergi kerumah tania, katanya ibunya sudah menyiapkan makanan yang banyak untuk menyambut kami semua. Jangan heran karena kami memang sudah mengenal keluarga masing-masing. masakan ibu Tania emang juara, kadang itu bikin aku lupa jika harus diet.
__ADS_1
hahahaha
Tbc