Tentang Aku Dan Kamu

Tentang Aku Dan Kamu
chapter 5


__ADS_3

"eomma..."


"Ada apa..!!" sahut ibu Rosa ketus.


"Dih jangan marah-marah apa ma. Nanti keriputnya nambah loh..!!"


Plakk


"Eomma~~~" Lili mengusap lengan nya yang di pukul oleh ibunya.


"Ada apa buruan?! Kamu nggak lihat Mama lagi sibuk apa..!"Lili membantu ibunya yang kini sedang menjemur pakaian didepan rumahnya.


"Lili mau beli motor baru ma. Boleh yah ma...Pleaseeeee...!! " Rosa yang mendengar kalau anaknya mau membeli motor baru , langsung menghentikan acara menjemur bajunya. Ibu Rosa menatap anaknya yang kini sedang menangkupkan kedua tangannya di depan dada dengan muka memelas. ibu Rosa berkacak pinggang menatap Lili.


"Emang kamu mau kemanain si purple? bukannya kamu itu udah sayang banget sama dia. "


"Purple udah sering minta jajan Mulu eomma,jadi kadang kalau lagi di ajak buru-buru suka mogok di jalan jadi susah ma. Eomma please.....!!" Lili semakin menampakkan raut memelasnya, sedangkan ibu Rosa yang mendengar alasan Lili akhirnya mengijinkan. Dia juga tidak mau kalau anaknya yang cantik ini sampai kenapa-napa di jalan.


"Baiklah.. tapi kamu besok beli nya di anter sama papa kamu yah...!"


"Tes.. gomawo eomoni. saranghaeyo . emuah emuah...!" Ibu Rosa pasrah dengan makanya yang kini sedang menciumi wajahnya.


"Tapi pake uang kamu sendiri kan..?" Todong ibu Rosa kepada Lili.


"Beres ma. tenang aja kemaren Lili di kasih bonus sama bos. Jadi bisa lah buat nambahin beli motor."


 


Sementara itu Andra yang melihat kelakuan Lili yang sangat manja pada ibunya , mencebikkan bibirnya.


"Dasar bocah, kelakuannya kaya anak TK aja. udah gede gitu juga masih nglendotin mamanya. ckckck."


"Kenapa bang..?"


"Astaghfirullah hal'adzim. de' kalau dateng jangan suka ngagetin Abang apa, nanti kalau Abang kamu mati kamu nggak bisa punya Abang kaya aku lagi gimana? Emang kamu mau..?" Andra yang kaget melihat kedatangan Indri yang tiba-tiba, mencoba mengelus dada nya sendiri karena jantung nya terasa berdetak cukup kencang.

__ADS_1


" Lagian Abang serius banget . Emang abang lagi ngelihatin apa sih.. coba sini Indri pengin lihat juga." Indri mencoba mendorong abangnya yang sama sekali tidak mau beranjak dari tempatnya tadi.


"Abang awas..!!! Indri mau lihat." Andra sama sekali tidak beranjak sedikitpun, dan justru malah mendorong balik Indri ke ruang makan. sementara ibu dan nenek yang melihat kelakuan kakak beradik itu hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Kalian ini sedang apa sih? udah ayo sini makan . Nanti keburu sayur nya dingin."


"Ini nih Bu, Abang dorong-dorong Indri." Indri memelototkan matanya kepada Andra, sedangkan Andra mendelik kesal melihat Indri yang suka mengadu kepada ibu nya.


"Dasar anak manja. dikit-dikit ngadu. huhhhh...!"


"Biarin ,,wleeee...!" Indri menjulurkan lidahnya untuk mengejek Andra.


"Abang tarik nih yah lidah kamu...!" Ibu yang melihat pertengkaran kakak beradik ini hanya bisa menghela nafas, sudah biasa mereka jika bertemu pasti akan selalu begini.


Nenek yang melihat keramaian dirumahnya tersenyum bahagia, walaupun tidak sering berkunjung ke rumah nya. Tapi mereka selalu bisa membuat hati nenek selalu bahagia jika melihat kedatangan nya. Apalagi setelah sekian lama cucu laki-laki nya tidak berkunjung ke rumah nya, nenek begitu senang karena Andra sekarang datang mengunjungi nya.


Acara sarapan pagi mereka menjadi lebih berwarna karena sifat Indri yang cerewet dan suka menggoda kakaknya. itu makin membuat keseruan di ruang makan.


"Assalamualaikum, nenek cucu kesayangan datang." Seru seorang gadis cantik yang baru saja masuk ke dalam rumah nenek Andra. sementara yang lain menyambut dengan antusias kedatangan Lili, tidak dengan Andra yang berdecak sebal karena Lili yang tidak sopan, main nyelonong tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.



"Apa kamu dirumah tidak mempunyai celana atau rok yang lebih pantas buat di pakai olehmu..?!" Seru Andra keras kepada Lili. Sedangkan Lili yang mendengarnya hanya mengerucutkan bibirnya.


"Ada. Tapi aku lebih suka memakai rok ini, Lagian selama ini mereka fine-fine aja kok melihat gaya busana ku." terang Lili sambil tersenyum manis kepada mereka yang ada di ruang makan. Indri melihat kakaknya yang seperti ingin merobek rok yang di pakai oleh Lili malah terkikik geli.


Selma ini perempuan yang mendekati abangnya memang kebanyakan berpenampilan seperti lili, tapi abangnya tidak pernah komplain. Justru malah terkesan cuek saja, tapi kenapa sama Lili abangnya sangat tidak suka.


Indri menduga ada sesuatu yang abangnya sembunyikan dari nya. Indri meneruskan acara makannya sambil melihat perdebatan antara Lili dan Andra. Lili sendiri santai saja terhadap protestan dari Andra, sedangkan Andra malah misuh-misuh nggak jelas.


"Kamu ngapain sih kesini pagi-pagi?"


"Yang jelas nggak ngapelin kamu lah...kkkkk. Aku kesini itu mau ketemu sama nenek aku lah. Nggak usah geer deh.!" Lili tertawa cekikikan sambil menjulurkan lidah ke Andra.


"Yang kamu sebut nenek kamu itu adalah nenek ku. Jadi nggak usah ngaku-ngaku deh. Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini,atau kamu mau aku seret kamu supaya pergi dari sini.?!" Lili yang mendengar ancaman dari Andra malah justru berjalan mendekat ke Andra, Andra sendiri langsung memalingkan wajahnya melihat kedatangan Lili. Dia tidak mau matanya tercemar dengan melihat paha mulus Lili yang terekspos di sampingnya.

__ADS_1


Sementara yang lain tetap meneruskan acara makan mereka, tak perduli dengan Lili dan Andra yang sedang ribut.


"Katanya kamu mau nyeret aku keluar, ayo aku udah bersedia kok. Sekalipun kamu menyeret ku ke depan KUA juga aku rela kok. "


Uhuk uhukk uhuk


Lili mengedipkan matanya genit kepada Andra yang langsung tersedak mendengar ucapan frontal Lili kepadanya, Lili yang melihatnya langsungengulurkan gelas berisi air putih ke hadapan Andra sambil menepuk-nepuk pelan punggung Andra.


Andra yang sedang tersedak langsung menerima minuman yang di berikan oleh Lili, tanpa mau perduli dengan tatapan khawatir dari semuanya.


Haahhhh


Andra yang belum sadar kalau disampingnya adalah Lili menghela nafas lega. Sama seperti Andra , Lili pun bisa bernafas lega setelah melihat Andra baik-baik.


"makanya pelan-pelan atuh mas kalau makan, aku nggak minta kok. kkkkk" Ucap Lili sambil tetap mengusap punggung Andra. Sementara itu Andra yang sadar kalau Lili ada di sampingnya , refleks tangannya mendorong tubuh Lili dan Lili pun jatuh ke lantai.


Akhhhhh....


"Abang..!!!" Teriak mereka bersamaan melihat Andra yang mendorong Lili. Ibu Ratu langsung membantu Lili yang kini sedang mencoba merintih kesakitan sambil mengusap pantatnya .


"Abang nggak boleh kasar sama perempuan. Maksud Lili kan baik ke Abang, kok Abang malah jahat sih sama Lili " Omel ibu Ratu pada Andra ,anaknya.


Lili merasa tangannya ngilu,karena waktu pertama jatuh tadi Lili tidak sengaja menahan dengan tangan nya dan menyebabkan tangan nya terkilir. Tapi dia tidak mau memberi tahukan kepada siapapun, biarlah Lili tanggung sendiri.


Andra yang merasa tidak bersalah malah dengan santai melanjutkan makan nya. Dia tidak perduli dengan Omelan ibu dan adiknya, Andra justru menyunggingkan smirk nya melihat Lili yang jatuh.


"Jatuh gitu aja manja banget sih. lebay banget sih ". Lili langsung menunduk minta maaf karena sudah mengacau di rumah orang. Dengan memegang lengannya yang terkilir, lili berusaha menjaga mulut nya untuk tidak merintih di depan mereka semua. Lili pamit untuk pulang,karena Lili memang berniat hanya mampir sebentar tadi sebelum berangkat kerja.


Sakit di kakinya juga belum terlalu sembuh, dan sekarang di tambah tangannya yang terkilir.


"Aigo....kayaknya gue emang lagi sial banget kayaknya, kemarin kaki gue sekarang malah tangan gue. Lah besok jangan-jangan kepala gue lagi yang bocor. Dihhh amit-amit jabang bayi...!!!!" Gerutu Lili sepanjang jalan, Lili memutuskan untuk naik ojol saja dari pada harus naik purple. Tangannya masih sakit kalau disuruh buat membawa motor nya.


Di sisi lain Andra yang melihat Lili yang kini pergi dari rumah neneknya ,beralasan akan mencari angin kepada keluarganya. Saat di luar Andra mengernyitkan dahinya bingung,melihat Lili yang mengurut lengannya sambil merintih. Tapi Andra menolak untuk bertanya kepada Lili,dan memilih mengabaikannya. Kemudian Andra berjalan berlawanan arah dengan Lili.


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like dan dukungannya yah. terimakasih


__ADS_2