Tentang Aku Dan Kamu

Tentang Aku Dan Kamu
chapter 13


__ADS_3

Sinar matahari pagi mulai mengintip dari celah jendela ruang tamu membuat seorang lelaki yang kini memeluk pinggang seorang wanita di sebelahnya mulai terganggu. Kelopak matanya mulai terbuka dan ia mulai mengerjapkan matanya untuk mencari kesadarannya.


Ia adalah Andra Wijaya,,, Andra yang sadar kalau di sebelahnya adalah Liliana mulai gelagapan,dia mencoba menarik lengan tangan nya yang dijadikan bantal oleh lili dengan pelan.


Fuuhhhhh


Setelah kondisi aman karena lili tidak terganggu dan masih lelap tidur membuat Andra sadar harus melaksanakan kewajibannya untuk sholat. Andra meninggalkan lili yang masih terlelap untuk mandi dan sholat shubuh.


Selesai mandi dan sholat, Andra mulai mencari bahan makanan yang bisa di masak oleh nya hari ini. Setelah membuka kulkas Andra hanya menemukan sosis dan juga telor.


"Bikin nasi goreng aja deh. Untung ada nasi kemaren." Andra mulai bereksperimen di dapurnya, walaupun Andra seorang cowok tapi kalian tenang saja masakannya enak kok.


 


Sementara itu lili yang baru bangun tidur mulai mengerjapkan matanya dan meregangkan tubuhnya.


Lili mengendus-endus kan hidungnya ketika Indra penciumannya mencium bau masakan yang lezat menusuk hidungnya.


Lili beranjak bangun dari sofa menuju arah dapur, setelah menginjakkan kakinya di dapur lili berjalan menghampiri sosok Andra yang sedang memasak.


Andra yang menyadari kehadiran lili, dia hanya menoleh sebentar dan melanjutkan menaruh nasi goreng ke piring yang sedang dia pegang.


"Mandi dulu setelah itu baru makan.!" Seru Andra ketika melihat lili yang akan duduk di kursi.

__ADS_1


"Baik bang." Lili membatalkan niatnya yang akan duduk ketika mendengar ucapan Andra. Dengan patuh dia membalikkan badannya menuju kamar Indri yang berada di depan.


Lili masuk kedalam kamar mandi dan mulai melepaskan bajunya dan menaruhnya di keranjang baju yang ada di luar kamar mandi. Lili menghabiskan waktu sekitar 10 menit untuk mandi, dan keluar menuju lemari. Lili berniat meminjam baju Indri lagi, karena dia tidak mungkin memakai baju yang sama.


Setelah selesai lili keluar kamar menuju ruang makan yang menyatu dengan dapur. Lili melihat Andra yang kini sedang duduk sambil memainkan ponselnya menunggu kehadiran lili. Lili menarik kursi dan membuat Andra sadar kehadiran nya.


"Maaf saya hanya membuatkan nasi goreng saja, karena tinggal itu saja stok makanan yang ada di kulkas."


"Makasih bang Andra, maaf karena kedatangan saya bang Andra jadi harus repot-repot menyiapkan makanan untuk saya."


"Kamu nggak usah kepedean gitu, walaupun nggak ada kamu saya juga biasanya masak." dengan acuh Andra menjawab ucapan lili, dia mengambil sendok dan bersiap untuk makan nasi goreng yang ada di depannya.


Akhirnya mereka sarapan dengan diam tanpa saling mengobrol. Suasana seperti ini membuat lili menjadi bingung, karena biasanya dia dan keluarganya akan menyelipkan obrolan saat makan bersama.


"Lebih baik kamu bersiap karena sebentar lagi orang tua kami akan kesini." Lili bingung harus menjawab apa. Dia merasa malu karena sudah merepotkan Andra, tapi dia juga tidak berani membantah ucapan Andra.


Andra yang melihat lili diam saja mencebikkan bibirnya, dia kemudian meninggalkan lili yang sedang terdiam menuju westafel untuk mencuci piring.


Lili mengerucutkan bibirnya memandang punggung tegap Andra dari belakang. Akhirnya lili mengalah dan dengan pelan berjalan ke luar rumah andra Dia ingin menghirup udara pagi. Saat kakinya sudah berhenti di luar rumah, lili melihat suasana yang cukup sunyi di area sekitar rumah Andra.


Dia melihat ada beberapa kendaraan bermotor yang lewat di depan rumah Andra, Lili jadi ingat dengan motornya yang kini entah dimana. Lili menghela nafas berat saat teringat kejadian tadi malam.


"Purple semoga kamu baik-baik saja yah disana. Kalau sampai orang itu berniat jahat sama kamu , lebih baik kamu pura-pura mati saja biar mereka tidak jadi menjual kamu." Monolog lili sendiri sambil duduk bersandar di tembok.

__ADS_1


"Gue nggak boleh berlarut-larut dalam ketakutan, Lebih baik gue mikirin masa depan gue. Fighting lili." Lili melihat ada sebuah motor yang berhenti didepan rumah Andra, dia melihat orang tuanya yang sedang melepaskan helm dengan perasaan bahagia. Lili langsung menghampiri orang tuanya dan menubruk tubuh ayahnya.


"Appa.. Eomma..!" Seru lili bahagia. Ayah dan ibu nya sangat lega ketika bertemu dengan anaknya.


"Alhamdulillah kamu baik-baik aja kan sayang? Maafin appa yah sayang karena semalam tidak bisa menolong kamu. Appa merasa sangat bersalah padamu sayang." Rancau ayah kepada lili, dia bahkan berkali-kali mencium kepala anaknya karena menyesal tidak berada di samping anaknya ketika dalam kesulitan.


"Ssstttt Appa...Lili baik-baik saja. Lihat bahkan lili bisa berdiri dan berjalan. Yah walaupun lutut lili sakit tapi tidak membuat lili patah semangat." Ucap lili dengan sombongnya membuat ibunya menjadi yakin kalau anaknya baik-baik saja.


Plak


"Yah Eomma kenapa sih suka sekali menyiksa anaknya sendiri. Harusnya kan Eomma sedih melihat anaknya yang habis di begal, ini Eomma malah mukul lili. Appa~ lihat nih Eomma jahat sama lili..?" Lili yang memang sangat dekat dengan ayahnya mulai merajuk dan mengadu kepada ayahnya. Ayahnya yang melihat lili yang sudah kembali manja padanya menjadi lega.


Sambil mengusap rambut lili, ayah tersenyum melihat perdebatan antara anak dan ibu. Dia sudah terbiasa melihat kelakuan mereka jadi memilih acuh dan berniat untuk masuk ke dalam rumah Andra.


Langkahnya terhenti saat menemukan keberadaan Andra yang ada di depan pintu melihat kelakuan anak dan istrinya. Ayah menghampiri Andra yang kini sedang menundukkan kepalanya sopan padanya.


"Terima kasih yah Nak Andra karena sudah mau menampung anak saya yang sedang kesulitan. Saya tidak tahu harus dengan apa membalas kebaikan nak Andra." Ayah lili menjabat tangan Andra dengan rasa terima kasih yang tulus. Dia bahkan berkali-kali menepuk bahu Andra karena melihat Andra yang sangat sopan dan baik hati.


"Saya sebenarnya tidak melakukan apa-apa om. Jadi om tidak perlu berterima kasih seperti itu."


"Tapi berkat kamu lili bisa berlindung semalam, Om tetap merasa sangat berterima kasih sama nak Andra . Kamu nggak perlu sungkan seperti itu. Ohya ini ada beberapa makanan dan buah buat nak Andra. Ini bikinan mamanya lili loh." Ayah lili memberikan makanan yang tadi pagi sengaja di masak oleh mereka. Andra dengan sungkan menerima pemberian dari orang tua lili, dia paling tidak bisa menolak pemberian seseorang.


"Makasih yah om. Maaf jadi merepotkan om dam Tante. Kalau begitu silahkan masuk om dan tante." Andra mempersilahkan orang tua lili untuk masuk kedalam rumahnya. Andra lega menatap lili yang kini sudah bisa tersenyum.

__ADS_1


TBC


__ADS_2