Tentang Aku Dan Kamu

Tentang Aku Dan Kamu
chapter 30


__ADS_3

Lili POV


Hari ini adalah hari bahagiaku. Dimana aku harus melepaskan masa lajang ku dengan lelaki yang memang sangat aku cintai. Jantungku berdegup kencang ,karena aku begitu bahagia dan juga gugup. Berkali-kali aku mengusap kedua telapak tanganku ke sapu tangan yang aku genggam untuk menghilangkan rasa gugupku.


Aku melihat ke arah kaca di depanku yang memperlihatkan paras wajah ku yang sudah di make over ala pengantin. Jujur aku juga tidak menyangka melihat wajahku yang sekarang, seperti bukan wajahku sendiri. Di hadapanku saat ini adalah sosok wanita yang begitu cantik dan mbuat ku pangling, aku tidak menyangka wajahku akan sepangling ini saat di make up ala pengantin Jawa.


Jam menunjukkan pukul delapan pagi, dan kurang dari satu jam lagi acara ijab Qobul akan di adakakan di halaman depan rumahku yang sudah di sulap menjadi tempat acara pernikahanku dan juga Mas Andra di selenggarakan. Niatnya setelah ijab qobul selesai lalu langsung di adakan acara resepsi setelahnya.


Aku menghembuskan nafasku untuk


menghilangkan rasa gugup yang melanda hatiku sekarang. Aku masih ingat jelas waktu Bang Andra datang bersama ibu dan juga keluarga besarnya kerumah seminggu yang lalu untuk melamarku. Waktu itu wajah Bang Andra juga begitu pucat seperti akan menghadapi kematian, dan dengan tidak berperasaan aku malah menertawakan bang andra yang membuatku di timpuk dengan nampan yang sedang di pegang oleh eomma. Aku mengerucutkan bibirku sambil mengusap pahaku yang menjadi korban kebringasan eommaku sendiri. Dan sepertinya sekarang justru malah aku yang merasakan gugup, aku yakin kalau make up yang aku gunakan saat ini di hapus pasti wajahku tidak jauh berbeda seperti mayat karena aku yakin wajahku pun sedang pucat karena grogi yang aku rasakan sekarang.


***Mungkin ini yang dirasa bang Andra saat melamarku. Maafkan lili yah bang,kalau kemarin sempat menertawakan bang Andra.


Ceklek***


"Yakh..!!!" Aku menengok ke arah pintu kamarku yang tiba-tiba di buka dari luar dengan cukup kencang.


"Kok Lo malah nikah duluan sih..!! Gue kan yang harusnya nikah duluan..!! Harusnya gue yang pertama nyebar undangan bukan malah Nerima undangan dari elo. Hiks... Sialan banget sih elo..Gue jadi nangis kan gara-gara elo." Aku meneteskan air mataku saat melihat wajah Tania yang sudah basah berlinang air mata.


"hiks...pokoknya gue nggak mau tau kalau nanti tuh bunga buat gue..!! Awas aja Lo kasih ke orang lain !!" Aku langsung merentangkan kedua tanganku memintanya untuk mendekat dan memelukku yang kini sedang mencoba tersenyum di antara Isak tangisku.


Grebb


"Lo jangan nangis ogeb. Nanti kalau make up Lo luntur gue bisa di bunuh sama eomma elo. Sekarang gue aja yang nangis, tapi nanti waktu gue nikah Lo yang nangis. Awas aja nanti Lo nggak nangis waktu gue mau nikah ,gue tendang Lo ke planet Pluto biar Lo hidup sama batu dis ana sendirian..!!" Aku langsung tertawa mendengar gurauan dari Tania, sumpah yah nih anak gesreknya makin parah aja. Kami masih saling berpelukan tanpa mau melepaskan diri masing-masing.


"Emang Lo berani nendang gue? Sebelum Lo nendang gue ke planet Pluto, gue tendang duluan Lo ke planet Mars."


"Emang bangsul Lo emang. Mana ada calon pengantin ngomong kasar kayak elo..! Heran gue kok Lo bisa Sih nglangkahin kita-kita? Lo pake pelet apa sampai si Andra bertekuk lutut sama elo ? Gue kira si Andra nggak bakalan mau sama perawan tua kayak elo?".

__ADS_1


Lah itu mulut minta di tabok kayaknya?. Emang dia nggak ngaca apa gimana yah? Dirinya juga perawan tua. Emang temen luknut nih orang.


"Situ mau gue ambilin kaca atau gimana hah?!" Cibirku sambil menjitak kepala Tania. Kami akhirnya tertawa bersama, sesaat setelah aku dan tania berbicara tiba-tiba pintu kamarku kembali di buka, dan kali ini adalah eomma pelakunya. Sambil berjalan menghampiriku, Eomma tersenyum manis menatapku. Aku balas tersenyum lebar sambil meminta eomma mendekat dan jami saling berpelukkan.


"Subhanallah, anak mama cantik sekali. Mama masih nggak nyangka kalau kamu bakalan nikah." Aku memanyunkan bibirku mendengar perkataan eomma, tidak Lili tidak eomma ,sama saja. Emang sejelek itu yah aku sampai mereka pada nggak percaya kalau aku mau nikah?


"Eomma~~" Rengekku manja. Tania dan eomma yang melihatku seperti ini malah cekikikan. Aku makin manyunkan bibirku.


"Hei...mana ada calon pengantin cemberut kaya gini. Nanti yang ada si Andra malah nggak jadi nikahin kamu loh!!"


"Kalau sampai itu terjadi,berarti itu salah eomma.!"


"Kkkkkk....sabar sayang nanti cantiknya luntur loh. Lebih baik kita sekarang ke tempat suami kamu berada. Dia udah nggak sabar nungguin calon bininya yang cengeng ini."


Lili POV end


...----------...


"Bagaimana saksi..?" ucap sang penghulu.


Para tamu undangan dan juga para saksi saling bertukar pandang dan bertukar senyum sambil mengangguk yakin setelah mendengar ucapan ijab qobul dari Andra.


"Sah.." jawab serentak semua para tamu undangan dan juga para saksi.


"Alhamdulillah.." Andra langsung lega dan punggungnya yang terasa tegang langsung terasa plong.


"Kita tunggu mempelai wanitanya keluar dari ruangannya."


Lili di tuntun oleh Rosa ibunya dan juga Tania di samping kanan kirinya. Baju kebaya berwarna putih dan juga jarik batik yang membungkus indah di kakinya serta sepatu hak tingginya yang berwana putih, jangan lupakan wajah cantiknya kini yang sedang tersenyum manis menatap Andra yang kini sedang berdiri menunggu Liliana untuk duduk di sampingnya.

__ADS_1


Andra terpesona melihat melihat kecantikan wajah dari Istrinya sekarang, ya benar karena Andra sudah Sah menjadi suami dari seorang Liliana. Senyum Andra makin lebar saat tangannya sudahe menggenggam tangan lili yang kini sudah di hiasi oleh hena yang makin membuat penampilan lili makin memukau.


"Silahkan mempelai lelaki untuk mencium kening istrinya., dan buat istri bisa mencium punggung tangan suaminya setelahnya..!!" Andra mengikuti perintah dari penghulu, Andra memajukan wajahnya dan mencium kening lili dengan sayang.


Cup


"Bismillahirrahmanirrahim. Aku berharap bisa menjadi suami yang bisa menuntunku ke jalan Allah. Jangan ragu buat menegurku jika aku berbuat salah yah sayang..!" Ucap Andra pelan sambil memandang lili dengan sayang. Lili hampir saja meneteskan air matanya jika tidak di tahan olehnya sendiri, lili mencoba tersenyum dan mengangguk dengan pelan karena mahkota yang dia pakai cukup membuatnya kesulitan.


Cup


"Insyaallah Bang." Liliana mencium punggung tangan Andra sebagai tanda baktinya sebagai istri.


Setelah acara penanda tanganan kartu nikah selesai, acara di lanjut ke resepsi yang diadakan di tempat yang sama. Andra dan lili mengganti pakaiannya dengan gaun yang selanjutnya. Andra mengenakan Tuxedo berwarna hitam sedangkan lili mengenakan gaun berwarna putih.



Lo



"Sejujurnya aku tidak suka melihatmu memakai baju yang terbuka sayang. Tapi kali ini aku maafkan, lain kali bisakah kamu memaki baju yang lebih tertutup lagi sayang, hmm?" Andra mengecup punggung terbuka istrinya yang kini malah bersemu merah menahan malu. Bagaimana tidak malu, andra melakukannya saat mereka masih di depan banyak tamu undangan yang masih bersliweran.


"Abang jangan kaya gitu dong..Lili kan malu bang."


"Buat apa malu sayang. Kita kan udah menjadi suami istri yang sah di hadapan agama dan hukum.."


"Tapikan..."


"Ssthhh,,,udah lebih baik kita beri mereka semua senyuman yang lebar karena telah hadir di acara pernikahan kita."

__ADS_1


"Ohya hampir lupa ... kamu hari ini begitu cantik dan membuat jantungku makin tidak terkendali. Jadi jangan lupa nanti malam yah sayang?!" Andra mengedipkan matanya ke arah lili ,dan membuat lili hampir tersedak melihat kejujuran Andra yang tidak di sangka-sangka olehnya selama ini, ternyata Andra itu sama saja seperti lelaki lain yang minta jatah ketika malam pertama. Tapi lili suka itu...hahaha


End


__ADS_2