
"Maukah kamu menikah denganku?" Lili menutup mulutnya tak percaya dengan kedua tangannya.
Iya dilamar bukan di ajak pacaran
Lili tahu kalau di umur mereka sekarang bukan jamannya lagi buat pacaran-pacaran lagi. Tapi ini Pernikahan bro...
Lili speechless,,,
lili menatap sosok Andra yang kini sedang berlutut di hadapannya sambil menyodorkan kotak cincin berwarna merah berbentuk hati dan juga sebuket bunga mawar merah padanya. Lili memandang wajah Andra dengan begitu intens, lili menangkap sinar kegugupan di wajah Andra.
"Apakah Abang yakin dengan keputusan Abang? Abang belum tau sifat lili? Abang juga ...".lili yang belum menyelesaikan ucapannya ,langsung di potong oleh Andra.
"Saya yakin dengan keputusan saya, walaupun kita baru mengenal sebentar, tapi hati saya sudah yakin dimana rumah saya berada. Yaitu kamu.... Liliana. Jadi apakah kamu bersedia untuk menjadi rumahku? Tempat dimana aku bisa melabuhkan hatiku padamu?" kedua mata lili sudah berkaca-kaca melihat kesungguhan dari setiap ucapan Andra.
Dengan percaya diri lili menyodorkan jari tangan kanannya kehadapan wajah Andra yang kini sedang menunggu jawaban darinya.
"Yes...I do." Senyum Andra semakin tak bisa di tutupi lagi , ekspresi wajahnya berubah sumringah saat lili menerima lamarannya.
"Benarkah itu Li? Kamu mau menerima aku untuk menjadi pendamping hidupmu ?" Sambil menitikkan air matanya, Lili mengangguk malu-malu.
Saking bahagianya Andra sampai mencium tangan lili bertubi-tubi yang kini sudah tersemat cincin indah di jari lili. Dia lalu bangun dari posisi berlutut nya dan langsung menghamburkan tubuhnya ke tubuh mungil lili. Mereka melupakan dimana mereka berada sekarang saking bahagianya.
"Aku akan membuatmu bahagia Liliana, aku akan menebus semua kesalahanku karena pernah menyakiti hati kamu. Aku sangat bahagia karena kamu mau menerima aku, setelah apa yang aku lakukan sama kamu." Andra mengucapkan semua isi hatinya sambil tetap mendekap tubuh lili erat, bahkan Andra sampai mencium rambut lili berkali-kali membuat lili tidak bisa melunturkan senyum bahagianya.
__ADS_1
"Kalau sampai Abang bohong,lili akan meninggalkan Abang dan lili akan mencari Laili..."
"Nggak..!! Kamu nggak boleh ninggalin aku.!! Aku nggak akan menjadi orang bodoh lagi. Cukup kemarin saja aku bertindak bodoh, sekarang aku benar-benar tidak bisa bisa kehilangan kamu lagi. Aku memang bodoh karena sudah berfikir yang tidak-tidak tentang kamu. Aku benar-benar minta maaf atas semua kesalahanku padamu sayang." Lili mendongakkan kepalanya melihat wajah Andra yang kini juga sedang menatap wajahnya dengan senyum yang makin membuat pipi lili makin merona. Lili menyusupkan wajahnya malu karena baru pertama kali mendengar Andra memanggilnya sayang.
"Kamu kenapa sayang?" Andra bingung melihat sikap lili yang langsung membuang wajah darinya.
"Iiiihhhh...Abang...lili kan malu...?!!"
"Hei...malu sama siapa? Kan disini cuma ada kita berdua ?" Andra yang belum sadar perubahan sikap lili karenanya malah menengok kanan kiri ,tapi Andra tidak menemukan siapapun selain mereka berdua.
Bug
"Ish....Abang mah gitu. Lili kan malu tau..." Andra menggenggam tangan mungil lili yang begitu pas saat di genggam olehnya. Andra bahkan malah terkekeh geli saat melihat wajah lili yang makin menyusup ke dada Andra. Andra juga tidak marah saat lili memukul dadanya, justru Andra makin mengeratkan rengkuhannya di tubuh mungil lili.
"Aku masih tidak percaya kalau kamu mau Nerima aku sayang. Haahh....aku bahagia sekali. Terima kasih yah sayang. Aku sangat mencintaimu sayang." Andra tidak bisa untuk tidak makin mencintai wanita dalam rengkuhannya. Andai dia masih mengikuti egonya ,mungkin sekarang lili sudah makin membenci dirinya.
"Lili masih tidak nyangka kalau rasa cinta lili terbalaskan oleh bang Andra."
Akhirnya lili dan Andra duduk di tempat duduk yang sudah di siapkan oleh Andra, mereka menikmati makan siang mereka dengan hati yang berbunga-bunga. Mungkin kalau di cerita-cerita, background di belakang lili dan Andra di penuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran.
Setelah acara lamaran nya sukses, Andra mengantar kembali lili kerumahnya. Dia sudah berjanji akan mengantar lili nanti ke kafe, bahkan sepanjang jalan Lili makin mengeratkan pelukannya di perut Andra. Andra juga tidak canggung lagi untuk mengusap telapak tangan lili dengan sayang, membuat lili makin merona malu.
Saat motor yang di kendarai oleh Andra Sampai di depan rumah lili, Andra memarkirkan motornya di depan pagar rumah lili persis. Andra melepaskan helm yang dia pakai dan merapihkan rambutnya kemudian membantu lili yang sedang melepaskan helm di kepalanya. Andra tersenyum menatap wajah lili yang begitu cantik jika di lihat dari dekat. Bahkan Andra baru sadar jika lili mempunya tahi lalat di pipi sebelah kirinya, makin menambah kesan manis di wajahnya yang mungil.
__ADS_1
"Berhenti menatapku seperti itu...Lili malu..!!"
"Kkkkk...kenapa? Kan tidak ada larangan untuk menatap wajah pacarku sendiri." Goda Andra sambil menangkup wajah lili yang begitu pas di tangannya. Lili mengerucutkan bibirnya seperti bebek,membuat Andra tidak tahan untuk terkikik geli.
"Jangan seperti itu sayang. Nanti kalau ada setan' lewat gimana?"
"Biarin. Lagian siang bolong begini mana ada setan' lewat sing bang. Banga Andra tuh ada-ada aja deh." Andra menahan diri untuk tidak mencium bibir lili yang sangat seksi, apalagi lipstik merah yang makin membuat Andra frustasi menahan gejolak rasa ingin melah*ap bibir menggoda itu dengan rakus.
Sabar ndra...!!!Lo harus bisa nahan ***** Lo . Nanti yang ada dia malah kabur gara-gara lihat Lo yang nafsuan.
"Terserah kamu lah yang. Ohya nanti mau di jemput jam berapa sayang? Supaya aku bisa jemput kamu lebih awal. Soalnya aku harus ke toko dulu, tadi pegawai ku nelfon katanya ada masalah sedikit di toko. jadi habis ini aku bakalan langsung ke toko sebentar terus jemput kamu yang."
"Kalau Abang Andra emang sibuk mending nggak usah bang. Kasihan Abang jadi bolak balik."
"Makasih atas perhatian nya yah sayang..Tapi aku akan tetap jemput kamu. Oh iya nanti malam aku bakalan bicarakan tentang masalah pernikahan kita sama ibu dan juga Indri, dan untuk keluargaku kapan akan datang kerumah kamu, nanti aku kabarin lagi yah."
"Ehm..... Abang hati-hati yah dijalan. Jangan ngebut-ngebut yah. Nanti Lili juga bakalan kasih tahu niat baik Abang sama orang tua lili. "
"Sekali lagi makasih yah sayang, karena kamu sudah mau menerima ku sebagai calon pendamping hidup kamu. Kita buat cerita cinta kita sendiri, cerita Tentang Aku Dan Kamu dalam hidup kita."
"Semoga Allah mengabulkan doa kita yah bang."
"Aaminn...Kalau gitu aku pergi dulu yah sayang. Sampai jumpa nanti sore yah. I love u sayang."
__ADS_1
"Ehm....I love u too bang." Lili mengantar pergi kepergian Andra dengan senyum yang lebar, bahkan lili tetap melambaikan tangannya padahal sosok Andra sudah tidak terlihat lagi dari pandangan nya, tapi tetap tidak melunturkan kebahagian lili.
TBC