
Ada seorang gadis yang sedang di rias oleh penata rias . Dia sekarang berada di sebuah hotel ternama dan akan menjadi pengisi acara di sebuah pernikahan anak orang kaya. Ya dia adalah Lili.
Dia menatap penampilan nya yang berbeda, Lili selalu menampilkan yang terbaik di setiap acara. Karena di setiap acara pasti akan berbeda-beda , makanya Lili akan mengikuti semua permintaan pelanggan. Tapi bukan untuk menemani di tempat tidur yah.
Kadang juga ada seseorang yg menganggap Lili bisa di pesan untuk melayaninya di ranjang, dan Lili akan dengan senang hati untuk menolak nya. Karena Lili tidak akan semudah itu memberikan mahkota nya kepada lelaki sembarangan, dia ingin memberikan mahkota nya hanya untuk suaminya nanti.
"Sudah selesai Li. Lo mau lihat rangkaian acaranya di depan atau mau tetap nunggu giliran lo aja disini...?" Ucap Echa sang penata rias sekaligus teman sepermainan nya. Lili melihat riasan nya sekali lagi di cermin,kemudian beranjak dari kursi menuju sofa panjang yang tersedia di ruangan.
"Gue mau disini aja, kalau lo mau lihat acaranya silahkan. Nanti kalau udah mau bagian gue,lo bisa panggil gue disini. oke.!"
"Oke. Kalau gitu gue tinggal dulu yah. " Lili menatap Echa yang kini sudah menghilang di telan oleh pintu.
Fuuuuhhh
"Kapan gue ngundang orang buat datang ke Acara nikahan gue,,,? Ngenes banget sih gue. Perasaan wajah gue nggak jelek-jelek amat. Tapi kenapa susah banget sih dapetin cowok yang mau di ajak susah bareng sama gue...?"
Bukan karena nggak ada yang mau sama lo Li. Sebenarnya banyak yang mau sama Lili, tapi lili nya aja yang nggak mau.
Lili duduk sambil memainkan ponselnya untuk berselancar di sosial media nya. Dia mengecek satu persatu postingan teman-teman nya yang sekarang sudah pada menikah semua. Tersisa hanya dia saja.
Lili yang mulai bosan akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruangan nya untuk berjalan-jalan di sekitar lorong yang akan menghubungkan dengan sebuah Holl besar sebagai tempat perhelatan pernikahan anak orang kaya tersebut.
Ketika sudah sampai di ujung ,Lili melihat banyak tamu undangan yang sedang sibuk dengan teman atau pasangan mereka. Lili memandang sekitar nya dan matanya memincing melihat ada seorang lelaki yang di sukai nya. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan dirinya di acara seperti ini. Mungkin teman nya yang menikah makanya dia ada disini.
"Kenapa sulit bagiku untuk mendekati mu. Apa aku tidak pantas berada di sampingmu ,sampai kau tidak ingin berada di dekatku. " Lili memandang wajah Andra yang kini sedang berbincang-bincang dengan teman-teman nya. Tanpa di sadari oleh Lili, Andra yang merasa di perhatikan oleh seseorang berusaha mencari orang itu. Tapi karena saking banyak nya tamu undangan Andra sudah mencari nya. Bukannya dia tidak tahu kalau sedari tadi banyak perempuan yang memandang nya lapar seakan-akan ingin menculik nya.
Andra merasa cukup familiar dengan perasaan ini, karena hanya dengan keberadaan seseorang itu saja jantungnya akan seperti ini. Sudah satu bulan lebih dia tidak bertemu dengan wanita itu. Sejak kejadian di rumah neneknya , Andra belum bertemu dengan wanita itu lagi.
__ADS_1
Andra mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, tapi dia tidak menemukan wanita itu. Apa ini memang hanya perasaan nya saja yang suka membayangkan kehadirannya.
Nggak bakalan ada wanita itu disini Ndra. Lo nggak usah ngayal deh. Lebih baik lo nikmatin waktu lo yang kini sedang bersenang-senang dengan temen lo.
Lili yang sedang bersembunyi di sebuah tembok berusaha menghindar dari pandangan Andra. Dia masih cukup sakit hati dengan penolakan perlakuan Andra sebulan yang lalu.
"Aigoo...gue cari-cari ternyata lo malah lagi disini. Kajja...sudah waktunya lo buat ke panggung." Echa menarik tangan Lili untuk keluar dari persembunyiannya menuju panggung yang ada di pinggir sebelah pelaminan.
Sementara Andra dan teman-teman nya yang kini sedang mengobrol menghentikan obrolan mereka karena melihat Lili yang lewat di depan mereka. Karena Andra dan teman-teman nya memang berada dekat dengan panggung untuk Lili bernyanyi.
Teman-teman Andra terpukau dengan kecantikan Lili yang sangat cantik malam ini. Mereka sampai membuka mulutnya tanpa sadar, dan berdecak kagum dengan Lili.
Andra sendiri langsung memalingkan wajahnya ketika melihat Lili yang kini tersenyum padanya di atas panggung. Lili yang menyadari kalau Andra memalingkan wajahnya ketika melihatnya tersenyum hanya bisa tersenyum kecil kepada tamu undangan yang lain.
Lili membuka acaranya dengan mengucapkan salam dan juga ucapan selamat kepada ke dua mempelai yang kini sedang berbahagia. Andra menatap gelas soda nya yang kini sedang di genggam tangannya. Dia bukan tidak mau menatap wajah Lili, tapi hatinya seakan cemburu melihat teman-teman nya yang mengagumi Lili di depannya. Andra paling tidak suka wanita itu tebar pesona di depan banyak orang.
Ketika alunan piano mulai mengalun terdengar suara merdu Lili yang bernyanyi membawakan sebuah lagu bertemakan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Lili menyanyikan nya sambil memandang kedua mempelai yang kini sedang tersenyum padanya.
" Untuk kali ini saya akan membawakan lagu request dari seseorang yang tidak mau dia sebutkan namanya, kkkkk mungkin dia adalah pengagum rahasia dari pengantin kita hari ini. Untuk yang tahu dengan lagu ini kalian bisa bernyanyi bersama dengan saya." Lili melirik sekilas ke arah Andra kemudian kepada tamu undangan yang lain.
...🎵🎶Harusnya aku yang disana,🎶🎵...
...Dampingimu dan bukan dia...
...Harusnya aku yang pilih dan bukan dia...
...Harus kau tahu bahwa cintaku lebih darinya...
...Harusnya yang kau pilih bukan dia...
Para tamu undangan mulai bersorak mendengar Lili menyanyikan lagu dari Armada yang berjudul Harusnya aku. Banyak tamu undangan yang ikut bernyanyi dengan Lili di tempatnya, mereka ikut terhanyut dengan suara Lili yang begitu khas. Bahkan Andra sendiri ikut terhipnotis menatap Lili yang kini sedangelabjutkan lagu nya.
__ADS_1
Andra memandang Lili dengan tatapan yang sulit dia artikan. Lili sendiri santai bernyanyi di depan banyak orang, Lili tidak sadar kalau Andra menatapnya kini.
Lili ikut terhanyut dengan lagu yang di bawakan nya sampai matanya ikut berkaca-kaca. Saat Lili sedang mengedarkan pandangannya kepada para tamu undangan, tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata Andra yang kini sedang menatapnya.
...'Ku tak bahagia,melihat kau bahagia dengannya...
...Aku terluka, tak bisa dapatkan kau sepenuhnya...
...Aku terluka, melihat kau bermesraan dengannya...
...Ku tak bahagia, melihat kau bahagia...
...Harusnya aku yang disana, dampingimu dan bukan dia...
...Harusnya aku yang kau pilih dan bukan dia...
...Harusnya kau tahu bahwa ,cintaku lebih darinya...
...Harusnya yang kau pilih bukan dia~...
Lili memutuskan pandangan katanya dengan Andra yang kini masih menatapnya intens. Lili berusaha menetralkan suaranya yang tiba-tiba parau setelah menyanyikan lagu ini.
"Aduh jadi ikutan baper nyanyi lagu ini...kkkkk. buat pasangan kita hari ini semoga kalian bisa menjadi pasangan dunia akhirat,dan juga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah.aaminn. Setelah ini saya akan membawakan lagu yang membuat perasaan kita bahagia. Setelah berbaper-baper ria, waktunya kita berbahagia. "
Alunan musik mulai mengiringi lagu yang akan Lili bawakan, untuk kali ini lili berusaha fokus dan tidak mau melihat ke arah Andra. Dia ingin bahagia dengan dirinya sendiri.
Setelah lebih dari satu jam Lili menghibur para tamu undangan, akhirnya Lili selesai juga dan berniat istirahat di ruangan yang telah disediakan untuknya. Saat berjalan turun Lili sudah di sambut dengan senyuman Bumi yang kini sedang mengulurkan tangannya untuk membantu Lili turun dari atas panggung.
Lili tersenyum manis menyambut uluran tangan Bumi padanya. Banyak lelaki yang kecewa dengan kedekatan Lili dan juga bumi, bahkan Andra kini sedang mengepalkan tangannya melihat Lili yang sedang di gandeng oleh bumi. Bakhan Lili tidak menatapnya smaa sekali ketika berduaan dengan bumi. Denagn penuh emosi , Andra menghabiskan minuman sodanya dengan satu kali teguk.
Andra memandang kepergian Lili dan bumi dengan pandangan tajam. Dia memasukan tangannya yang terkepal ke dalam saku celana bahan nya.
__ADS_1
Berani sekali dia mengacuhkan ku. Padahal biasanya dia juga akan mencoba menarik perhatian ku dengan gaya tidak malunya itu. ciihhh.