Tentang Aku Dan Kamu

Tentang Aku Dan Kamu
chapter 8


__ADS_3

"Gimana penampilan gue hari ini bum?"


"Selalu menakjubkan Li. Lo emang paling the best lah pokoknya."


"Bisa aja lo bum. "


bugh


Lili dan juga bumi kini sedang berjalan ke arah ruangan Lili tadi. Sepanjang lorong mereka saling mengobrol dan saling melempar candaan, membuat mereka terlihat seperti sepasang kekasih bagi orang awam yang melihatnya.


Sama seperti sosok lelaki yang sedang bersembunyi di balik tembok sebuah kamar hotel yang ada di sini, dia mengepalkan tangannya melihat kedekatan Lili dan juga Bumi.


Setelah sosok yang di ikutinyaenghilang di balik pintu kamar hotel, barulah dia pergi meninggalkan tempat persembunyian nya sambil memasang wajah datar. Tapi hati nya tidak sedatar wajahnya sekarang, justru hatinya sekarang sedang bertarung antara putih dan hitam.


Andra kini kembali duduk dengan teman-teman nya dan langsung meminum minuman yang ada di depannya. Iko yang melihat wajah Andra yang di tekuk bertanya pada Fandy temannya. Sedangkan Fandy hanya mengedikan bahu tanda tidak tahu.


"Lo kenapa Bray? Perasaan tadi lo ijin nya ke toilet deh,kenapa habis Adri toilet muka Li jadi kaya gitu? Apa jangan-jangan lo kesambet di toilet..?" Andra langsung menoleh ke arah Iko yang kini sedang merinding disko di kursinya sambil melihat ngeri ke arah Andra.


"Sialan lo emang pada."


Teman-teman Andra hanya tertawa ketika melihat Andra yang sedang mendengus sebal pada mereka semua.


Andra melihat ke arah jam tangan nya, dia langsung beranjak bangun dari kursinya dan pamit kepada teman-teman nya untuk pulang duluan karena ada urusan. Andra melangkahkan kakinya keluar dari ballroom menuju loby, ketika Andra sudah di luar hotel Andra bertemu dengan Lili dan juga bumi.


Lili terkejut bisa bertemu Andra di sini, dia lalu tersenyum untuk menyapa Andra, tapi justru Andra malah melengos dan langsung pergi dari tanpa membalas senyuman Lili.


Lili berusaha mengejar Andra yang kini sedang berhenti di samping sebuah mobil berwarna hitam. Saat Andra membuka pintu mobil, Lili langsung menutupnya dan berdiri di hadapan Andra.



Andra yang melihat tatapan Lili padanya langsung membuang muka berpura-pura tidak melihat . Lili mengerucutkan bibirnya ketika melihat Andra yang mengacuhkannya. Dengan berani Lili menarik wajah Andra dan mata mereka saling beradu, Andra terdiam melihat wajah Lili yang begitu cantik dari dekat.


"Abang Andra mau kemana? Lili boleh nebeng nggak?" Dengan berani Lili mengutarakan maksudnya. Andra yang mendengar Lili ingin nebeng dengannya langsung menonyor kening Lili pelan.


Lili langsung mundur kebelakang setelah keningnya di dorong oleh Andra.


"Nggak usah ngimpi deh lo mau nebeng gue. lebih baik lo cari tebengan yang lain. Lagian lo kan biasanya suka kegatelan sama cowo manapun. Minggir lo dari mobil gue..!!" Dengan keras Andra menyingkirkan Lili dari samping mobilnya hingga Lili terpental cukup jauh. Tanpa rasa berdosa andra pergi meninggalkan Lili yang sedang menatapnya sendu.


Bumi yang melihat kelakuan Andra pada Lili berusaha menahan emosi nya dan menghampiri Lili yang kini sedang menatap kepergian mobil hitam itu.


"Lo nggak apa-apa Li? Lagian siapa cowo itu sih, kok kasar banget sama kamu?" Tanya bumi menggebu-gebu. Lili yang menyadari kehadiran bumi langsung berpura-pura tidak ada apa-apa.


"Oh itu si Andra , cucunya nenek sebelah rumah gue. Ya udah yuk kita pulang, tapi nanti sebelum pulang mampir dulu ke toko kue yah. gue mau beli brownies dulu buat eomma."

__ADS_1


"Ok gue ngikut aja apa kata lo." Bumi dan Lili mendekati mobil sedan berwana abu metalik punya bumi. Lili membuka sendiri pintu mobilnya dan duduk di dalam sambil memasang sabuk pengaman. Lili mengambil ponselnya dan memilih mengabaikan bumi yang kini sedang menyetir mobilnya meninggalkan area hotel.


Lili berselancar ke sosial medianya dan stalking sosial media Andra dan dia menemukan postingan terbaru Andra kemaren malam.



❤🗨


7984 likes


Andra.91@ melihat ke depan tapi tak menemukan jejakmu.


6342 komentar.


"Wow gila juga nih orang ganteng. banyak juga fans nya." Ucap Lili tanpa sadar dengan suara cempreng nya. Bumi sampai menolehkan kepalanya ke arah Lili.


"Siapa yang ganteng Li? emang gue kurang ganteng apa? Sampai lo nyari cowo lain."


"Gue udah biasa nglihat muka lo tiap hari,jadi gue udah biasa aja tuh...!" Lili melirik bumi yang kini sedang berdecih sebal mendengar jawaban Lili.


"Emang bangsul emang lo." Bumi memilih fokus menyetir dari pada harus sakit hati mendengar Lili menghina nya, sudah kebal dirinya jika harus di banding-bandingkan dengan cowok lain.


Lagian kurang ganteng apa sih gue Li,,,


Lili masih sibuk dengan ponselnya ketika mobil bumi berhenti di sebuah toko kue langganan Lili. Bumi melepaskan sabuk pengaman Lili Agara sang empunya sadar kalau mereka sudah sampai di tujuan mereka.


"Terimakasih mba Lili."


"Sama-sama nes. gue pulang dulu yah. bye.!" Lili langsung melenggang pergi dari toko dan berjalan masuk ke dalam mobil sedan yang masih setia menunggunya.


**Jebret


"Nih buat lo**." Lili memberikan satu kotak brownies kepada bumi dan langsung di terima oleh bumi dengan senyum lebar nya. Lili memang paling mengerti bumi, walaupun suka menyebalkan tapi dia sangat tahu balas Budi.


"Thanks Li. Lo emang sesuatu banget lah pokoknya." Ucap bumi sambil memamerkan deretan gigi nya yang rapih dan putih.


"You're Wellcome." Lili membalas senyum bumi , dan bumi mulai melakukan mobilnya meninggalkan area toko untuk mengantar sang biduan Lili.


Bisa di gorok gue kalau sampai Lili tahu gue nganggap die biduan.


Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mobil sedan bumi berhenti di depan sebuah halaman rumah yang di penuhi bunga dan tanaman hias lainnya. Bumi sangat menyukai penataan rumah Lili, setiap memandang rumah Lili dia pasti akan berdecak kagum.


"Nyokap lo emang terbaik Li, Gue kalau nglihat rumah lo pasti nggak pernah nggak berdecak kagum. Sumpah Li...Amazing banget pokoknya."

__ADS_1


"Iya dong. Gue gitu yang ngrawat, jelas lah ...;" Dengan sombongnya Lili memamerkan hasil karya nya ke hadapan bumi yang kini sudah turun dari mobilnya. Bumi memandang lili mencemooh.


"Bisa apa lo Li, paling lo cuma nyiram nyiram doang juga. gitu aja gue juga bisa huhhhhh...!" Bumi mengacungkan jempol terbalik ke hadapan Lili.


Lili yang tidak terima dengan bumi yang menghinanya langsung memukul punggung bumi bertubi-tubi.


bugh bugh bugh


"Emang sialan banget lo Bum. pulang sono loh ke asal lo, dasar makhluk nggak ada akhlaknya. Gue sumpahin lo bakalan kaya tujuh turunan yah.!"


"Aamiin.....Makasih yah doanya sayang. lo emang temen paling bijak banget. Hahahaha"


Ibu Rosa yang mendengar suara keributan didepan rumah nya langsung keluar dan menemukan anak nya dan juga bumi yang sedang di pukuli oleh Lili. Ibu rosa berdecak heran melihat kelakuan mereka berdua, walaupun suka berantem mereka pasti tetap aja baikan lagi. Udah kaya kucing sama anjing aja.


"Kalian berdua kalau emang mau berkelahi mending ke lapangan aja sono. udah pada gede tapi kelakuan kaya bocah aja kalian berdua, malu sama anak kecil yang nglihat kalian itu. Dasar bocah...!!" Ibu rosa mendekati Lili dan menarik kotak brownies yang sedang di pegang oleh Lili. Sedangkan Lili dan bumi yangeluhat kedatangan ibu Rosa langsung berhenti bertingkah dan mencium tangan ibu Rosa.


"Assalamualaikum eomma." Ucap bumi dan Lili barengan,ereka langsung saling melirik dan menyikut satu sama lain.


"Mama ambilin air nih yah ,biar kalian diem.!!!" Ancam sang ibu Rosa sambil mendelik kepada Lili dan bumi.


"Ampun eomma, habisnya bumi duluan yang rese sih."


"Enak aja..Lili eomma yang duluan bukan aku."


"Enak aja lo nyalahin gue.. Lo kali..!!"


"Lo.."


Perdebatan antara Lili dan bumi berakhir setelah ibu Rosa memukul punggung Lili dengan tangannya.


plak


"Eomma~~..." Lili mengelus-elus punggung yang di pukul oleh ibunya sambil memanyunkan bibirnya. ibu Rosa yang melihat bibir anaknya langsung mencubit gemas bibir Lili.


"Aaaaa eomma,appo...!"


"Lagian itu bibi udah kaya pantat ayam aja. Nggak usah sok cantik deh jadi bocah."


Hahahaha


Bumi tertawa terbahak-bahak melihat Lili yang di siksa oleh ibunya, dia bahkan sampai memukul-mukul tiang listrik yang ada dua sebelahnya.


"Pulang sono lo bumi ke dalam lautan. Dasar temen jahanam."

__ADS_1


Lili masuk ke dalam rumahnya sambil menghentakkan kakinya meninggalkan bumi dan juga ibunya di luar.


Tbc


__ADS_2