Tentang Aku Dan Kamu

Tentang Aku Dan Kamu
Chapter 21


__ADS_3

"Mau kemana kamu?"


Lili membalikkan badannya kebelakang dan dia menemukan sosok Andra yang sedang menatapnya intens.


"hmm..? Oh iya maaf mas..halmeoni nya dimana yah? Saya mau pamit." Jawab lili sambil tengak-tengok mencari keberadaan nenek Aisyah.


Andra merasa tidak suka dengan panggilan lili padanya, dia merasa lili sedang mencoba menjauh darinya dan Andra tidak suka. Andra menghampiri lili dan mencengkeram lengan lili dengan pelan.


Greb


Tubuh lili menegang karena Andra yang tiba-tiba mencengkeram lengan nya, dia melihat ke arah tangannya yang kini sedang di pegang oleh Andra. lili berdehem supaya suaranya tidak terdengar gugup.


"Saya tadi nanya... kamu mau kemana mengenakan baju seperti ini? Dan kalau sedang berbicara tatap mata lawan bicara kamu.!" Saat lili mengangkat wajahnya, Lili merasa lututnya lemas di pandang begitu lembut oleh Andra, bahkan sekarang jantungnya seperti akan meledak karena saking kencangnya berdetak.


Lili melepaskan cengkraman tangan Andra dari lengannya dan berjalan ke arah kursi, dia tidak bisa berlama-lama berdiri karena takut tidak bisa menjaga keseimbangan dan berakhir jatuh di hadapan Andra, dan itu akan membuatnya malu setengah mati.


"Kenapa kamu malah diam saja..Apa kamu tuli sampai tidak mendengar pertanyaan saya..?"


Allahuakbar itu mulut ko ya sadis amat, masa bilang lili tuli. Maafkan bang Andra Ya Allah.


"Saya ada kerjaan mas Andra. Kalau begitu saya titip salam aja sama halmeoni deh. Maaf sudah mengganggu. Dan Assalamualaikum." Setelah mengucapkan salam lili berniat pergi tapi urung di lakukan karena dengan seenaknya andra menghadang nya dengan cara merentangkan kedua tangannya di depan lili.


"Apa lagi sih mas..? saya itu udah telat loh.!!"


"Saya sudah bela-belain datang kesini, kenapa kamu malah pergi...?" sambil bersemu merah Andra mengatakan yang sebenarnya kepada lili.


"Apa..!! Maksudnya mas Andra datang kesini memang bertujuan untuk bertemu dengan saya gitu?" Sudah kadung jujur Andra tidak mungkin menarik kembali ucapannya. Dia hanya bisa mengangguk kepada lili. Hampir saja lili berteriak kegirangan karena mendengar Andra yang berniat mendatanginya duluan, biasanya kan lili terus.


Seakan sadar kalau di depannya adalah sosok Andra yang bisa kapan saja marah, lili langsung menyilangkan tangannya sambil menetralkan suaranya.


"Ehm...Atas dasar apa anda ingin bertemu dengan saya? Tapi saya tidakempunyai banyak waktu sekarang, jadi apakah kita bisa membicarakannnya nanti setelah saya pulang. itupun kalau anda bersedia kalau tidak juga tidak apa-apa." Tegas lili, dia melihat ke arah jam tangannya yang menunjukkan pukul 1,Dia berharap bumi tidak mengomelinya karena terlambat datang nanti.

__ADS_1


"Kalau begitu kita bicara di jalan saja gimana? Apa kamu bersedia di antar oleh Saya..??"


"Tidak perlu repot-repot mas. Lebih baik anda temani halmeoni saja di rumah."


"Tidak ada penolakan, lebih baik saya yang mengantar kamu. Ayo kita pergi sekarang.!!" Andra memimpin jalan keluar dari rumah dan di ikuti lili yang kini sedang menggigit bibirnya gugup. Sebenarnya ada apa dengan Andra? Kenapa dia mau repot-repot mengantarkan lili. Padahal dulu dia aja sok jaim di deketin sama lili.


Lili tetap mengikuti kemana Andra akan membawanya, tapi lama-kelamaan Indri menjadi bingung sendiri. Katanya Andra mau mengantarnya, tapi setelah keluar dari pekarangan rumah neneknya tidak ada kendaraan apapun seperti motor atau mobil. Lili melihat ke arah punggung tegap Andra yang masih tetap berjalan di depannya. Lili tertawa dengan pikirannya sendiri.


"Jangan bilang dia mau nganterin gue sambil jalan kaki. Ckckck tau gitu mending gue naik ojol ketahuan cepet sampai nya. Haahhhhh..." Ucap lili pelan sambil tetap melangkahkan kakinya mengikuti Andra yang sama sekali tidak mau menunggunya. lili yang memakai high heel mulai kewalahan, lili mencibir Andra dalam hati.


Emang bener nih cowok nggak ada basa-basi nya sama sekali. Heran kok bisa gue suka sama cowok modelan kek gini. Tiap hari yang ada ngebatin Mulu gue.


Setelah sampai di pinggir jalan raya Andra menghentikan langkahnya dan menengok kebelakang, tapi yang dia lihat malah lili yang kini sedang menggerutu.


"Kamu bisa lebih cepat tidak jalannya?! Katanya tadi kamu buru-buru, yang ada nanti kalau kamu telat jangan nyalahin saya yah.!!" Lili hanya bisa membungkam mulutnya untuk tidak mencerca balik orang yang ada di depan sana. Dengan langkah cepat lili menghampiri sosok Andra yang sudah menunggunya.


Lili bingung kenapa mereka harus berhenti di pinggir jalan sementara taxi jarang yang lewat sini, kalaupun ada itu taxi online itupun harus dipesan terlebih dahulu.


Andra melihat lili yang kini sedang mengambil sesuatu di dalam tas kecilnya,dia melihat lili yang menceburkan bibirnya setelah melihat orang yang menelfon nya.


"Iya ini gue lagi di jalan."


".........."


"Nggak usah. Nih ojolnya udah dateng. Lo bilangin aja kalau gue telat bentar. "


"..…....."


"Hmmm..." Lili menaruh kembali ponselnya ke dalam tasnya dan melihat ke arah Andra yang kini juga sedang melihat ke arahnya. Andra langsung memalingkan wajahnya melihat ke depan jalan, lili hanya mencibir dalam hati.


"Sebenarnya anda itu mau mengantarkan saya pakai apa sih?? Saya ini udah di tungguin loh ,,kalau anda memang tidak berniat mengantar saya bisa pesan ojol sekarang, dari pada saya harus menunggu lama-lama disini." Lili yang sudah tidak sabar menunggu akhirnya bertanya kepada Andra. Gila saja lili sudah telat tapi masih harus menunggu entah apa yang ditunggu pun lili tidak tahu.

__ADS_1


"Sebentar lagi, sabar saja." Ucap Andra tanpa mau melihat ekspresi lili uang kini sedang melongo melihat Andra yang dengan santainya memainkan ponselnya di sampingnya. Kalau boleh jujur , lili sudah ingin menjambak rambut Andra dan meneriakinya supaya emosi lili tersalurkan.


"Kalau dalam 5 menit kita masih di sini lebih baik saya pergi sendiri." Ucap lili tidak mau di bantah. Andra hanya diam saja sambil sesekali melihat ke arah jalan raya, sebenarnya dia sudah menghubungi temannya untuk mengantarkan motornya kesini. Tapi sudah dari tadi temannya belum datang juga.


"Maaf bukan bermaksud membuatmu telat, tapi saya sudah meminta teman saya untuk mengantarkan motor saya kesini. Nah itu dia teman saya sudah datang." Andra yang melihat Dika yang baru saja berhenti di depannya langsung meminta helm dan juga jaket yang dia pinjam dari temannya. Karena Andra tidak membawa jaket makanya dia meminjam pada Dika.


Setelah memberikan kunci motornya, Dika menghampiri Joko yang kini sedang menunggunya di motor satunya lagi. Mereka melambaikan tangan sebagai salam perpisahan, Andra mengenakan helm nya dan memberikan jaket kepada lili untuk di pakai.


Kerutan di dahi lili memberitahukan kalau dia bingung, untuk apa jaket diberikan kepadanya. Andra yang menyadari kebingungan lili , akhirnya menyampirkan jaketnya ke bahu lili.


"Ckck makanya ngomong apa mas, jangan diem aja. Gue kan nggak ngerti." Lili memakai jaketnya di tubuhnya, terus naik ke boncengan motor Andra.


Andra yang melihat kaki lili yang terpampang jelas langsung berucap istighfar dan menarik nafas dalam. Sumpah yah ini cewek nggak tahu malu banget apa gimana sih? Andra yang memang hanya mengenakan kemeja lengan panjang mau tidak mau melepaskan bajunya dan memberikannya kepada lili.


"Tutup aurat kamu Li. Kami itu bukan anak ABG lagi, seharusnya kamu sudah tahu mana yang baik dan mana yang buruk."


Deg


Dengan rasa malu lili menutupi pahanya yang memang terpampang jelas. Selama ini ibu nya memang selalu memprotes cara berpakaian lili tapi tidak pernah di dengarnya, sekarang ada lagi orang yang menegurnya dan dia adalah sosok yang di sukai nya. Itu membuat hati lili tersentuh.


Lili mengeratkan pegangan di kaus tanpa lengan yang di kenakan Andra di depannya, lili memang begitu merindukan Andra tapi dia tidak mau terlalu berharap kepadanya lagi. Dia takut kalau sakit hati lagi, maaf bukannya lili menyerah untuk mendapatkan cinta Andra tapi seakan ada tembok besar yang di bangun Andra untuknya.


Lili selalu mencoba meruntuhkan tembok yang di bangun oleh Andra tapi selalu gagal, karena Andra yang selalu menampilkan raut tidak suka ketika melihatnya. Jadi itu membuat lili bingung ahrus dengan apa dia mendekati Andra.


Tapi jika lili tau , sebenarnya Andra juga ada rasa kepada lili tapi dia tidak mau mengakuinya. Padahal selama ini Andra bersikap seperti itu hanya kepada lili, karena Andra tidak suka jika wanita yang dia sukai memamerkan auratnya untuk orang lain. Yang Andra mau lili itu memakai baju yang lebih sopan, seperti waktu hadir di acara launching toko barunya. Andra sangat menyukai penampilan lili.


Tapi namanya manusia memang kebanyakan pada Luna, di depan orang berkata tidak suka tapi di dalam hatinya berkata suka. Sama seperti Andra, bilang tidak suka tapi nyariin sosok lili.


Problematika seorang andra memang susah untuk di mengerti.


**TBC

__ADS_1


Maaf up lama karena lagi banyak kerjaan. Makasih yang sudah vote dan juga like nya. Salam dari lili dan juga Andra**.


__ADS_2