
Setelah kejadian beberapa hari yang lalu di toko , Andra belum menunjukkan batang hidungnya kembali di hadapan lili. Banyak pertimbangan yang harus dia lakukan, tak seperti biasanya hari ini dia sengaja jauh jauh ke rumah neneknya hanya untuk melihat lili.
Saat Andra sudah sampai di depan rumah neneknya Andra sengaja berjalan pelan dan mengintip ke arah rumah di sebelah rumah neneknya alias rumah lili. Dia memanjangkan lehernya untuk melihat apakah ada lili di rumahnya. Tapi sampai saat ini Andra tidak melihat ada seseorang di rumah lili, bahkan pintu rumahnya pun tertutup.
Andra melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 12 siang. Kerutan di dahi Andra terlihat lantaran tak menemukan siapapun di sebelah rumah neneknya. Andra mengabaikan rasa penasarannya dan lebih memilih mengetuk rumah neneknya.
Tok tok tok
"Assalamualaikum nek." Andra mengucapkan salam sambil sesekali mengetuk pintu rumah neneknya, dia menunggu sambil melihat area sekitar rumah yang cukup ramai karena ini termasuk jalanan yang di lewati banyak orang. Sesaat matanya melirik rumah lili tapi kemudian dia mengalihkan kembali pandangannya untuk melihat pintu rumah neneknya.
Saat Andra akan mengetuk pintu rumahnya, sayup-sayup terdengar suara dari balik pintu ada yang menyahuti salam darinya. Andra mencoba tersenyum dan menyambut neneknya yang kini sudah membuka pintunya dan terkejut melihat kedatangan cucu laki-laki nya. Mereka saling berpelukan dan tersenyum bahagia.
Nenek mengajak Andra untuk masuk dan membawanya ke ruang tengah, Andra mengedarkan pandangannya dan menemukan seseorang yang sedang memasak di dapur. Andra menyipitkan matanya untuk melihat siapa sebenarnya siapa orang itu, dan saat orang itu membalikkan badannya Andra cukup terkejut karena menemukan orang yang di carinya ternyata ada dirumah neneknya.
Andra langsung berpura-pura pergi mengambil air minum di atas meja makan Yanga da di teko. Dia melirik lili yang kini sudah kembali berkutat di dapur, nenek menyuruh Andra untuk duduk dan menunggu mereka yang sedang membuat kue. Andra hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Lili yang menyadari di ruangan ini ada Andra langsung grogi , lili bahkan sampai menumpahkan tepung yang akan di masukkan ke dalam adonan yang sudah mengembang. Tadi neneknya tidak bilang kalau cucunya akan datang kemari, kalau dia tau lili pasti akan memakai baju yang lebih layak dari pakaian yang dia kenakan saat ini.
Saat ini lili hanya mengenakan kaos oversize dan juga celana pendek kotak-kotak tapi tak terlihat karena baju yang dikenakan lili sangat besar dan membuatnya seperti tidak memakai celana. Lili mengabaikan perasaan tidak enaknya dan melanjutkan membuat kue nya.
Lili memasukkan loyang yang sudah di isi odonan kue brownies coklat yang akan di panggang di oven yang sudah dia panaskan tadi, saat tangannya sudah memasukkan loyang itu dia segera menutupnya dan mengatur timer dan juga temperatur nya supaya tidak gosong.
Lili menghampiri nenek Aisyah yang sedang bercengkrama dengan Andra, dia melepaskan apron yang dia kenakan dan menaruhnya di kursi.
"Li kamu masih ingat kan sama cucu halmeoni ini...?" Tanya Aisya kepada lili yang kini baru duduk di kursi seberang. Dia memperhatikan raut wajah Andra dan juga lili yang seperti orang yang sedang saling menghindar.
"Masih kok. Halmeoni....Lili pulang dulu yah sebentar, nanti kalau kuenya sudah matang lili kesini lagi. Lili mau mandi, ngga enak bau asem hehehehe." Lili memperlihatkan senyuman nya kepada Aisyah, Andra yang melihat senyuman lili langsung mengalihkan pandangannya. Dia tidak mau lili melihatnya yang sedang ikut tersenyum walaupun tipis.
"Aigoo,,,,pantesan dari tadi halmeoni seperti mencium-cium bau tidak sedap waktu di dapur. Ternyata kamu belum mandi toh. Kkkkkk"
"Halmeoni~~~~..." Andra ikut tersenyum melihat lili yang merengek kepada neneknya. Sebenarnya dia bingung kenapa neneknya menyebut dirinya sendiri dengan kata halmeoni. Sebenarnya bahasa apa yang mereka gunakan ,Andra tidak mengerti.
Andra melihat interaksi antara lili dan neneknya begitu natural, dia yakin pasti neneknya sangat menyayangi lili seperti menyayangi cucunya sendiri. Saat Andra melihat lili yang akan pergi dia mengikutinya sampai di ruang tamu dia menghentikan langkah lili dengan menarik tangan lili.
Sreettt
Lili menghentikan langkahnya dan melihat tangannya yang di sedang di pegang oleh Andra, lili menatap wajah Andra dengan kernyitan di dahinya.
__ADS_1
"Ada apa yah? Apa ada sesuatu yang penting sampai anda menarik tangan saya..?" Lili menarik tangannya kemudian menyilangkan ya di depan perutnya.
"Kamu tidak ingin meminta maaf sama saya?" Lili makin di buat bingung dengan pertanyaan Andra. Lili memiringkan kepala nya bingung karena dia merasa tidak berbuat salah kepada orang yang ada di depannya sekarang. Bahkan lili sampai berpikir keras kesalahan apa yang dia buat sampai Andra yang biasanya mengacuhkannya sampai menagih kata maaf darinya.
"Maksudnya..?" Andra berdecih melihat lili yang seakan tidak merasa bersalah padanya.
"Kamu tidak tau atau pura-pura tidak tau..?"
"Loh emang saya merasa tidak pernah berbuat salah kepada anda? Makanya saya bingung, kenapa anda meminta saya buat meminta maaf kepada anda?" Andra mulai risih dengan panggilan lili terhadapnya, padahal selama ini dia selalu memanggilnya Abang atau bang Andra, tapi kenapa sekarang lili malah memanggilnya dengan sebutan anda.
"Kenapa dengan cara bicara kamu? Perasaan selama ini kamu sudah memanggil saya dengan sebutan Abang, kenapa sekarang jadi seperti ini..?"
"Haahh...dulu anda sendiri yang meminta saya buat tidak memanggil dengan sebutan Abang, tapi setelah saya turuti kenapa anda malah keberatan. Lagian kita juga memang tidak terlalu dekat untuk memanggil dengan sebutan Akrab begitu. Atau anda lupa denagn ucapan anda sendiri?"
Andra menyugar rambutnya kebelakang, dia mulai kesal dengan pembicaraan ini. Andra merasa lili mulai menjauh darinya, bahkan lili sudah tidak sudi memangilnya Abang lagi.
"Ok ok, gue minta maaf. Gue boleh nanya sesuatu nggak sama Lo Li?" Lili menyeringai kecil mendengar Andra meminta maaf oadanya., seakan belum puas mengerjai Andra lili berpura-pura tidak memperdulikan Andra.
"Mau tanya apa? Jangan lama-lama saya masih ada kerjaan yang harus saya kerjakan?"
"Laki-laki yang kemaren bersama kamu itu siapa kamu?" Dengan menahan gengsi andra memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada lili. Lili cukup terkejut dengan pertanyaan Andra.
"Ckckck,,,,nggak usah sok lupa deh. Buruan jawab!!"
"Diihhh maksa.. Ogah deh, mending gue pulang dari pada ngobrol sama orang yang pemaksa kaya anda."
"Tinggal jawab apa susahnya sih." Sungut Andra karena lili malah sengaja mengulur-ulur waktu untuk menjawab pertanyaan nya."
"Sebelum saya jawab pertanyaan anda, ada syaratnya. Itupun kalau anda mau kalau tidak juga tidak apa-apa."
"Kalau begitu tidak usah dijawab." Dengan ketus Andra pergi membalikkan badannya menuju dapur dan meninggalkan lili yang terbengong melihat nya ditinggal pergi.
"Dasar orang ganteng, ambekan Mulu." Lili menggedikkan bahunya dan berjalan keluar rumah nenek Aisyah menuju rumahnya yang berada di sampingnya persis.
Lili membuka pintu rumahnya dan berjalan masuk kedalam kamarnya. Hari ini orang tuanya sedang pergi dan dia sendirian dirumahnya. Makanya dia sedari pagi sudah ada di rumah nenek Aisyah.
Lili menyelesaikan acara mandinya dengan cepat, dia sudah merasa kelaparan karena memang ini sudah waktunya jam makan siang. Lili menyisir rambutnya dan tersenyum menatap dirinya sendiri lewat pantulan kaca yang ada didepannya sekarang.
__ADS_1
Drrtt drrttt
Lili melihat nomor bumi menelfon nya, dia langsung menekan tombol hijau untuk menyambungkannya.
"Annyeong haseyeo bumbum."
".........."
"Lah harus jam ini juga?"
"......."
"Nggak ada acara sih. Okelah gue kesana sekarang. Tapi nanti Lo shareloc yah alamatnya."
"........."
"Iya iya. ya udah matiin dulu. Gue mau ganti baju dulu."
"......"
"Hmmm.ok.makasih."
Lili langsung ngambil pakaian yang akan dia kenakan untuk ketempat acara yang tadi bumi beritahukan. Padahal dia kira hati ini akan free tapi ternyata ada saja gangguan yang membuatnya tidak jadi berleha-leha dirumah.
Lili merapihkan kembali gaun yang dia kenakan dan setelah riasannya juga udah ok, lili pergi kerumah nenek Aisyah. Dia akan pamitan dan meminta maaf karena tidak bisa menemaninya hari ini. Sepertinya lili lupa kalau ada Andra yang kini sedang menunggu kedatangan nya.
Saat keluar dari pintu lili menguncinya dan memasukkan kuncinya kedalam tas yang dia bawa. Dia berjalan kerumah sebelahnya dan langsung masuk kedalam karena pintu rumahnya tidak di tutup makanya lili langsung masuk.
Andra yang mendengar suara langkah orang yang datang kerumah langsung melonggokkan kepalnya di melihat siapa orang yang datang berkunjung ke rumah neneknya.
Deg
Andra tertegun melihat lili yang sedang berjalan melewatinya tanpa menyapanya terlebih dahulu. Andra berdiri dan mengikuti langkah kaki lili yang masuk kedalam dapur. Dia ikut menghentikan langkahnya saat lili juga berhenti.
"Halmeoni... halmeoni..halmeoni..?" Lili berteriak memanggil nenek Aisyah sambil celingak-celinguk melihat keberadaan nenek Aisyah, saat dia membalikkan badannya dia menemukan Andra yang sedang menatapnya intens.
__ADS_1
"Mau kemana kamu?"
TBC