Tentang Aku Dan Kamu

Tentang Aku Dan Kamu
chapter 15


__ADS_3

Lili Pov


Minggu pagi yang cerah membuatku menjadi lebih bersemangat untuk menjalani aktifitas ku hari ini. Aku berolahraga mengitari taman dekat rumah ku. Aku mengenakan setelan olahraga agar memudahkan ku untuk bergerak. Aku sudah mengelilingi area taman sebanyak 4 kali putaran.


Aku berhenti dan duduk di kursi yang ada di taman, aku mengambil botol minum yang sengaja aku bawa dan meminumnya.


ahhhhh


rasanya lega sekali bisa minum. Aku meluruskan kaki ku supaya aliran darahku lancar. Aku melihat jam tanganku yang menunjukkan pukul 7 pagi, kemudian aku memutuskan untuk pulang kerumah dan sarapan pagi dirumah.


Hari ini aku akan pergi bersama Indri kerumah abangnya, katanya dia batu pulang dari Jogja. Aku sengaja ikut karena aku sudah seminggu tidak bertemu dengan nya dan sejujurnya aku merindukannya juga sih.


Entah kenapa selama ini aku tidak kepikiran buat meminta nomor ponselnya, aku juga heran dengan diriku sendiri. Tapi nanti setelah bertemu dengannya aku akan meminta nomor nya langsung. Bodo amat lah dari pada aku harus memendam rindu kaya dilan ke milea, Kalau harus nungguin dia yang ngasih itu bakalan membutuhkan waktu seumur hidup.


Aku heran kenapa bisa dia tidak tertarik dengan ku, padahal aku kan cantik dan juga pintar bernyanyi. Apa matanya rabun kali yah sampai dia nggak bisa lihat kecantikan ku. Udah lah dari pada aku harus misuh-misuh mikirin kapan bang Andra nembak aku lebih baik aku bergegas pulang dan sarapan. perutku sudah tawuran di dalam minta di isi.


Sesampainya di rumah aku bergerak masuk ke dalam dan menemukan makanan sudah tersaji di meja makan, tapi aku tidak menemukan eomma dan appa di rumah. Aku mengambil ponselku yang ada di kamar dan mencoba menghubungi nomor appa, setelah dering ke tiga akhirnya appa mengangkat telfon ku.


Appa eodis**eo?


^^^*Ckckck, kebiasaan deh. salam dulu dong kesayangannya appa.^^^


Ish appa... Assalamualaikum appa.


^^^Wa'alaikumsalam. gitu dong sebagai muslim yang baik kita harus mengucapkan salam ketika menyapa seseorang. Kenapa anak appa ini?^^^


Arraseo appa, mianhae...! appa sama eomma kemana? Lili cari-cari di rumah ko nggak ada?


^^^oh maaf yah sayang. tadi appa sama eomma kamu ada urusan mendadak jadi tidak pamit ke kamu. Appa sekarang lagi di perjalanan mau ke rumah nenek kamu yang ada Bandung, dan sepertinya menginap sehari. Jadi nanti kamu menginap di rumah nenek nya Indri yah sayang.^^^


Iya di maafin appa. Ya udah appa dan eomma hati-hati di jalan yah. salam buat nenek yah, besok kalau lili libur lili usahain buat main ke Bandung.


^^^Bagus. ya udah appa matiin dulu yah. Kamu jangan lupa makan, dan juga nanti kalau mau pergi mending naik ojol aja yah jangan pergi sendirian. Assalamualaikum sayang^^^


Laksanakan appa. Wa'alaikumsalam*.


Setelah menelfon appa aku langsung melanjutkan makan ku yang tertunda. Sepertinya eomma sengaja hanya masak sedikit biar nanti aku bisa makan di luar, baiklah setelah makan aku akan langsung mencuci piring dan juga peralatan lainnya setelah itu barulah aku mandi dan bersiap pergi kerumah bang Andra .


 


__ADS_1


Aku dan Indri sudah janjian di depan toko yang Deket dengan rumah abangnya, aku turun dari taxi online ku dan memilih berdiri di pilar depan toko. Sambil menunggu Indri aku membeli makanan yang aku bawa buat kerumah bang Andra, kan nggak mungkin juga aku main kerumah orang lenggang kangkung tanpa membawa apapun, malu dong.


Aku yang berada di dalam toko makanan melihat Indri yang menghentikan motornya di depan toko. Dia sepertinya berniat menghubungiku karena dia sedang mengambil ponselnya dan...


Drrttt


Benar kan apa kataku, Indri memang menghubungiku. Aku langsung mengangkatnya.


"Eooni dimana? aku udah nyampe nih di depan toko indoapril."


"eonni di dalam.Tunggu sebentar lagi eonni keluar." Aku menurunkan ponselku dan melambaikan tanganku kepadanya, dia membalasnya sambil tersenyum. Aku segera membayar belanjaan ku dan keluar dari toko. Aku menghampiri Indri yang kini sedang duduk di atas jok motor matic nya.


"mianhae eooni tadi beli jajan dulu buat persediaan kita disana. oppa kamu nggak bakalan marah kan kalau tiba-tiba eonni datang kerumahnya..?" Aku bertanya sambil menaruh belanjaan ku di cantelan motor Indri.


"Abaikan saja eonni. lagian juga bang Andra mana mungkin sih ngusir eonni. Nanti kalau sampai bang Andra ngusir eonni , Indri yang akan turun tangan. Kajja eooni.." Aku naik di jok belakang motor Indri , danembiarkan Indri membawa motornya kerumah abangnya.


Sepanjang jalan kami bercerita tentang kegiatan kami selama ini, aku baru tahu kalau Indri sudah di lamar oleh seseorang. Katanya sih Temen di tempat kerjanya, aku ikut seneng kalau memang Indri yang akan menikah duluan. Lagian aku juga masih nungguin abangnya yang kaku itu, kadang cape juga sih di cuekin Mulu tapi anggap aja ini perjuanganku untuk mendapatkan hati bang Andra.


Kkkkkk


Dasar otak pikirannya cuma Andra Andra Mulu ya gini nih. Aku merasakan motor Indri sudah berhenti di depan rumah bang andra., aku bergegas turun dari motor dan mengambil kantong kresek berisi makanan.


"Kajja eonni."


ceklek


Aku menolehkan kepala ku ke depan dan menemukan wajah bang Andra yang tampan berada di depanku. Dia mengernyit Herat melihat kedatanganku. Aku mencoba tersenyum padanya, tapi dia malahelengos dan mempersilahkan Indri dan aku masuk kedalam rumahnya.


Aku menatap punggung bang Andra dengan hati yang berdetak tidak karuan. Andai sja bang Andra tidak sedingin itu padaku sudah aku cium dia tadi. kkkkk pikiranku memang suka ngalntur kalau sudah berurusan dengan bang Andra.


"Mana makanannya de'?"Aku hanya mendengarkan obrolan bang Andra dan juga Indri yang ada di depan ku. Aku memanyunkan bibirku melihat bang andra mengabaikan keberadaan ku.


"Sabar dong bang. ini Indri juga lagi siapin. Lagian Abang tuh lihat apa , itu ada mba lili jangan di cuekin dong."


"Ckckck siapa suruh kamu bawa dia kesini. Abang kan hanya nyuruh kamu kesini sendirian."


"Abang nggak bilang gitu tadi. Abang hanya bilang tolong bawain makanan kesini , Abang udah laper.! Gitu doang kok ngomongnya" Aku hanya terkikik melihat Indri dan Banga ndra berdebat. Aku berusaha tidak mendengar sindiran bang Andra padaku, aku lebih memilih duduk di kursi ruang tamu dan menaruh kantong plastik di atas meja.


Drrttt


Aku melihat nomor bumi menelfon ku, aku melihat ke arah Indri dan Banga ndra yang kini sedang duduk di ruang makan. Aku beranjak keluar dan duduk di teras rumah Banga ndra. Aku mengangkat telfon dari bumi.

__ADS_1


"Hmmm.."


^^^*Lo dimana nyai..?!^^^


Gue lagi di rumah Indri. Kenapa..?


^^^Nanti sore Lo bisa ke kafe nggak? Itu bang Dika manggil Lo buat ngisi acara lagi di sana? Katanya berkat Lo cafenya jadi ramai sekarang.^^^


Jam berapa?


^^^Habis Maghrib aja Lo berangkat. Tapi nanti Lo naik ojol aja yah. gue masih ada urusan disini. tapi ntar gue usahain pulangnya gue jemput.^^^


Ok*.


Aku mendongakkan kepala ku setelah menutup telfon dari bumi.


Astaghfirullah...!!


Aku terkejut karena melihat wajah bang Andra yang ada di depan pintu. aku sampai mengusap da** ku karena terkejut.


"Bang Andra bikin kaget saja." Ucapku mencoba mencairkan suasana karena melihat bang Andra yang masih menatapku tajam. Aku berusaha menghampiri Abang Andra tapi baru dua langkah dia sudah berbalik pergi meninggalkan ku.


Etdah nih orang satu, kalau nggak suka udah aku tendang nih ya. Untung sayang. akuerutuki tingkah bang Andra yang masih mengabaikan ku. Aku berjalan di belakangnya dan masuk ke dalam rumahnya, saat aku akan duduk di ruang tamu tiba-tiba bang Andra berdehem dan menatapku seolah-olah dia melarang ku untuk duduk di situ.


"Waeyo...?" Ucapku tanpa sadar. dia mengerutkan kening , mungkin tidak mengerti apa yang aku katakan.


"Kenapa bang Andra ngelihatin aku kaya gitu bang .? "


"Masuk kedalam dan ikut makan. gue tau Lo pasti cuma mau numpang makan kan disini..?!" Aku melongo mendengar tuduhannya padaku. Aku tertawa mengejek pada diriku sendiri, kasihan sekali diriku ini dianggap hanya akan menumpang makan dirumah orang.


"Kok Abang tau sih kalau gue udah laper banget. Makasih yah bang, Abang Andra memang pengertian sekali sih sama lili." Aku berusaha tersenyum padanya dan berniat berjalan melewatinya tapi sebelum berhasil duduk tiba-tiba tanganku di tarik oleh bang Andra.


"Tadi siapa yang telfon..?" Aku berusaha mencerna maksud dari pertanyaan bang andra dan saat itu aku langsung tersenyum menatap wajahnya yang kini menampakkan raut datar.


"Ahh tadi itu bumi ynag telfon." Jawabku jujur.


"Ngapain..?" aku makin tersenyum mendengar nada tak suka dari kata-katanya.


"Ooohhh bang Andra kepo deh...?" Ucapku sambil berlari ke arah meja makan dan mengabaikan bang Andra. Aku menyadari kalau bang Andra marah karena aku abaikan.


Biar Banga ndra tahu rasanya di cuekin, Nggak enak kan bang di cuekin. Kkkkk

__ADS_1


TBC


__ADS_2