Tentang Aku Dan Kamu

Tentang Aku Dan Kamu
chapter 28


__ADS_3

"Kita mau kemana sih bang? Abang nggak akan buang lili disini kan?" Lili melihat ke arah hamparan luas yang di tumbuhi banyak ilalang di sekitar nya dengan pandangan yang tidak lepas dari arah gemgaman tangannya yang sedang di genggam lembut oleh Andra.


Bahkan wajahnya kini sudah merona malu, jantungnya bertalu-talu saking bahagianya. Bibirnya tidak bisa berhenti tersenyum melihat punggung tegap yang ada di depannya. Walaupun di hati kecilnya masih banyak pertanyaan, kenapa Andra mengajaknya ke tempat seperti ini.


"Kkkkk, sebelum aku membuangmu lebih baik aku menunjukan sesuatu dulu padamu.kkkkk" Andra terkekeh dengan pemikiran lili tentangnya. Andra masih tetap menarik lembut tangan lili yang kini sedang saling terpaut dengan tangannya.


"Ishh...Abang mah kaya gitu. Lili kan nanya nya bener." Lili mengerucutkan bibirnya sebal. Hei dia sedang bertanya sungguh-sungguh, tapi kenapa jawaban yang dia dapat malah seperti itu.


"Kkkk, sabar yah. bentar lagi nyampe kok.!! Udah lebih baik kamu diem dan nikmati saja pemandangan yang ada di sekitarmu." Andra semakin mengeratkan genggaman tangan mereka, bahkan dia juga sudah tidak sabar ingin menunjukkan sesuatu yang telah dia rencanakan bersama teman-teman nya.


Ya dia butuh bantuan teman-teman nya untuk membuat surprise untuk wanita yang ada bersamanya sekarang. Saat pandangannya telah menemukan tempat yang sudah dia buat sedemikian rupa, Andra membalikkan badannya menghadap lili.Dia langsung menuju ke dua mata lili dengan kain yang sudah dia siapkan di kantong celananya.


"Oh wae ?..Abang kenapa nutup mata lili? Abang beneran nggak akan melakukan sesuatu yang jahat kan sama lili?" Lili yang terkejut mendapati matanya di tutup kain oleh Andra tidak bisa menyembunyikan kegugupannya. Lili bahkan meremas lengan Andra yang kini sedang mengikatkan kain di kepalanya.


"Kita lihat nanti saja setelah kita sampai oke. Sekarang lebih baik kamu genggam tangan ku dan ikuti langkahku. Hmmm...?" Dengan lembut Andra menggenggam tangan lili yang kini berubah dingin karena gugup, Andra bahkan bisa merasakan tangan lili yang gemetar.


Setelah sampai Andra membuka ikatan kain yang menutupi kedua mata lili dengan pelan. Dia berharap semoga lili menyukainya.


"Aku akan menghitung 1 sampai 3 setelah itu kamu bisa membuka mata kamu. Kamu mengerti?" Lili mengangguk saja karena dia pun tidak tahu apa yang ada di depannya sekarang karena matanya masih di tutup oleh Andra.


"1"


"2"


"3..." Andra melepaskan tangannya yang tadi menutup kedua mata lili.



Lili menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang ada di depan nya sekarang, dia membalikkan badannya dan menatap Andra yang kini sedang menatap wajahnya dengan senyum yang manis. lili sampai tidak tahu harus bereaksi seperti apa, karena ini terlalu mendadak baginya.


Andra mendekatkan tubuhnya dengan tubuh lili yang kini sedang menatapnya terkejut, Andra merapihkan rambut lili yang terkena angin kebelakang telinganya. Andra juga mengusap rambut lili dengan sayang. Saat pandangan Andra turun ke arah kata lili, dia menutup jarak wajahnya dengan wajah lili hingga dia bisa menghirup bau body mist lili yang begitu manis.


Saat jarak wajahnya dan wajah lili tinggal sedikit lagi, Andra mendekatkan bibirnya ke telinga lili dan membisikkan kata sesuatu yang membuat lili memundurkan wajahnya tapi di tahan oleh tangan Andra yang memegang pinggang ramping lili.


"Apa kau menyukainya sayang?"


Lili berniat menjauhkan wajahnya dari wajah Andra yang begitu dekat dengannya, bahkan lili bisa mencium bau tubuh Andra yang begitu maskulin. Lili hampir menjatuhkan tubuhnya ke lantai saking lemasnya dengan kedekatan mereka saat ini, tapi di tahan oleh Andra.


Dengan raut wajah yang merona merah lili menatap wajah Andra yang semakin tampan jika dilihat lebih dekat seperti ini. Lili tidak pernah membayangkan kalau dia bisa melihat wajah Andra dengan begitu dekat. Lili menggigit bibirnya saat pandangan matanya turun ke arah bibir Andra yang begitu seksi di hadapannya.


Seakan memahami kemana arah pandang lili, Andra semakin mempersempit jarak mereka, bahkan hidung mereka hampir bersentuhan. Dan itu makin membuat lili mengeratkan pegangannya di baju depan Andra.

__ADS_1


"Kau suka?" Hembusan nafas Andra menerpa bibir lili. Lili tidak bisa mengontrol detak jantungnya yang berdegup kencang, lili yakin Andra akan bisa mendengarnya. Dan lili sudah tidak memperdulikan itu lagi, yang harus lili lakukan adalah menahan kemauannya yang menci*m bibir Andra yang ada di depannya.


"Bang....bi..sa..kah..Abang..menjauh sedi..kit dari wa..jah lili?" Dengan terbata-bata lili mengungkapkan permintaan nya ,walaupun sebenarnya lili juga menikmatinya. Tapi lili belum mau melakukan sekarang,karena hubungan mereka belum jelas.


Grebb


"apa ada yang salah dengan kedekatan kita sekarang?" Andra semakin mengeratkan pegangannya di pinggang ramping lili. Sedangkan lili sendiri semakin merasa tidak nyaman dengan kedekatan mereka. Lili takut kalau ini berlangsung lebih lama lagi,dia tidak bisa dirinya lagi.


"Eoh...ini tidak baik buat kita!"Maksudnya buat bang Andra. karena lili tidak yakin dengan dirinya sendiri, bahkan sekarang dia ingin mencium Andra. Sambung lili dalam hati.


Andra yang melihat lili seperti tidak fokus kepadanya malah menyeringai , dia sepertinya tahu apa yang ada dalam pikiran wanita yang ada di depannya. Andra pun mulai melonggarkan dekapannya di tubuh lili dan tersenyum gemas.


**Ctak


"Appo(sakit**) ..." Rengak lili karena keningnya di sentil oleh Andra.


"Bicaralah dengan bahasa yang aku mengerti. Karena aku tidak mengerti apa yang kamu katakan sekarang." Andra terkekeh sambil mengusap kening lili yang memerah karena sentuhan lembut dari jari tangannya.


"Sakit tau bang. Pasti merah kan sekarang, Abang harus tanggung jawab kalau sampai lili gegar otak.!" Lili mengerucutkan bibirnya sambil menatap Andra yang kini malah tertawa begitu senangnya.


"Yakh....kenapa bang Andra malah ketawa seperti itu. Harusnya kan Abang minta maaf sama lili..!" Gerutu lili di akhir kalimat. Andra mencoba menghentikan tawanya dengan menepuk-nepuk pahanya sendiri, dan berhasil. Kemudian Andra mencoba mengambil nafas untuk menetralkan tawa dari bibirnya.


"Oke..oke...maaf... aku minta maaf karena sudah menyentil keningmu. Kkkk"


"Baiklah Abang nggak janji yah."


"Yakh...!!" Andra tertawa melihat lili yang berteriak padanya.


"Kamu tambah cantik kalau lagi marah-marah Li. Dan aku suka."


Deg


Andra menghentikan bibir lili yang akan berbicara dengan menempelkan telunjuk tangannya di atas bibir lili.


"Ssttt....lebih baik sekarang kita duduk dan menikmati makan pagi menjelang siang ini.!" Ajak Andra sambil mendorong tubuh lili yang kini seakan mematung karena ulahnya. Andra sangat menikmati semua perubahan ekspresi yang ada di wajah lili, karena itu begitu menggemaskan dan Andra sangat menyukainya.


Andra menarik kursi dan menyuruh lili untuk duduk ,dan lili makin merona malu karena perlakuan Andra yang begitu manis hari ini. Makin membuat jantung lili kelojotan. kkkkk


Andra menyuruh pelayan datang dan menaruh makanan yang sudah dia pesan dari awal. Lili memperhatikan semua apa yang ada di depannya dengan perasaan yang membuncah, semoga ini bukan hanya mimpi belaka karena kalau sampai ini mimpi lili tidak mau bangun.


"Lebih baik kita makan sekarang,hmmm?" Dengan lembut Andra mengusap tangan lili yang berada di atas meja. Lili mengangguk malu, kemudian mereka makan makanan yang ada di depan mereka dengan saling melirik satu sama lain. Bahkan lili hampir tersedak makanannya karena ketahuan melirik Andra, Andra langsung memberikan minuman kepada lili dan di ambil dengan cepat oleh lili dan di teguknya langsung.

__ADS_1


Haahhhh


Lili merasa lega bercampur malu kepada Andra. Andra sendiri yang khawatir hanya berucap hati-hati kepada lili. Akhirnya mereka melanjutkan makan makanan mereka dan sampai makanan yang ada di depan mereka habis, tinggal desert puding coklat yang ada di depan mereka.


Srrtttt


Andra menarik tangan lili dan menggenggamnya. Bahkan dengan berani Andra mencium punggung tangan lili dengan lembut,membuat lili semakin di landa panas dingin.


Sebenarnya ada apa dengan lelaki di depannya sekarang. Apa dia kerasukan jin,hingga dia berlaku romantis seperti ini. Atau jangan-jangan dia amnesia dan menganggap aku adalah pacarnya? Kalau sampai itu terjadi , lili sangat bahagia.


"Lili..."


"Iya. Kenapa bang?"


"Maafkan sikapku sebelumnya. Aku tau kamu pasti sakit hati dengan semua ucapanku dan tingkahku yang begitu menyebalkan padamu. Sebenarnya aku sudah menyukai kamu dari pertama kita bertemu, tapi aku tidak mau mengakuinya dan malah menyangkalnya. Hingga mengeluarkan kata-kata yang pedas padamu. Sekali lagi maafkan aku yah Li?"


Lili menatap mata Andra yang begitu tulus mengatakannya, dia juga menemukan penyesalan dari sorot mata Andra makin membuat lili melebarkan senyumnya.


"Abang apakah ini mimpi?" Tanya lili. Andra tersenyum kecil,dan menggeleng menjawab pertanyaan lili.


"Buka Li. ini Nyata!! Kamu tidak sedang bermimpi. Jadi apakah kamu mau maafkan ku?" Andra menunggu jawaban permintaan maaf nya dari lili dengan hati yang was was. Andra takut lili tidak memaafkannya karena Andra yakin pasti selama ini lili merasakan sakit karena sikap penolakan Andra yang cukup jahat padanya.


"Abang.... Sebenarnya lili sudah lama tidak memikirkan masalah itu, tapi setelah melihat ketulusan Abang, lili yakin kalau Abang memang benar-benar tulus meminta maaf pada lili." Jeda sebentar sambil menatap Andra yang kini sedang mengeretkan genggaman tangan mereka.


"Aku sudah memaafkan Abang dari sebelum Abang meminta maaf kepada lili. Jadi Abang tidak perlu merasa bersalah seperti itu." Andra semakin melebarkan senyumnya yang membuat wajah Andra semakin berkali-kali lipat tampannya


cup


"Makasih Li."


"Sama-sama bang ."


"Lili..."


"Iya ada apa bang?"


"Apa kamu mau menjadi istriku? Ibu dari anak-anakku nanti?"


**Deg


TBC

__ADS_1


Mau cuap cuap sebentar. Maaf yah baru bisa up cerita lili dan Andra, dari kemarin sibuk dengan kegiatan lain. semoga chapter ini bisa menebusnya.


Selamat membaca**.


__ADS_2