Tentang Aku Dan Kamu

Tentang Aku Dan Kamu
chapter 26


__ADS_3

Dering suara ponsel memenuhi kamar yang di tempati oleh lili dan juga Tania,membuat sang penghuni kamar mulai terganggu dan akhirnya mencari-cari dimana sebenarnya asal muasal suara itu berada.


Grebb


"Halo...." Suara serak khas bangun tidur terdengar menyapa gendang telinga seseorang yang kini sedang tersenyum mendengar suara orang yang sedang jauh darinya.


"Apa kamu baru bangun tidur?" Tanya suara laki-laki yang membuat lili mengerjapkan matanya dan setelah itu menjauhkan ponsel dari telinganya untuk melihat dengan siapa dia berbicara. Saat matanya melihat id pemanggil yang bernama Bang Andra, lili langsung terlonjak bangun dan dia langsung merapihkan rambutnya yang berantakan karena baru bangun tidur.


Dia berdehem untuk menormalkan suaranya agar terlihat santai dan tidak seperti orang baru bangun tidur. Tapi sepertinya dia lupa kalau orang yang sedang menelfonnya tidak bisa melihat penampilannya jadi lili percuma kalau dia memperbaiki penampilannya karena Andra tidak bisa melihatnya.


"Maaf bang Andra, iya ini baru bangun. Ada apa yah bang? Ahhh...maaf bang semalam saya langsung tidur jadi lupa menghubungi Abang duluan. sekali lagi maaf yah bang." Rancau lili belepotan karena takut Andra akan menjauh lagi darinya.


Sementara Andra yang mendengar suara lili yang begitu khawatir kalau dirinya akan marah menjadi tersenyum. Keputusan nya tidak salah untuk menelfon lili duluan, sebenarnya semalam Andra sudah menunggu telfon dari Andra tapi Andra harus kecewa karena sampai jam satu dini hari lili belum menelfonnya juga.


Jadi Andra memutuskan untuk menghubungi lili pagi ini, sebenarnya ini sudah jam 8 entah dia yang kepagian menelfon, atau lili yang memang kesiangan bangunnya.


"Nggak apa-apa Li, santai aja. Lagian semalem juga aku tidurnya awal. Jadi lupa juga buat nelfon kamu." Andra memilih berdusta supaya dia tidak terlihat ngenes banget nungguin telfon dari lili.


"ohh syukurlah kalau gitu." Lili menggaruk rambutnya yang terasa gatal dan menguap lebar. Dia melihat ke arah ranjang dan menemukan Tania yang masih terlelap dalam tidur nya.


"Bang, lili matiin dulu yah. Soalnya lili mau mandi dulu. nanti sambung lagi telfonnya."


"Ok. Assalamualaikum." Ucap Andra pasrah.


"Tunggu Li..."


"Iya kenapa bang?"


"Itu.... kamu pulangnya kapan?"


"kurang tau yah bang. Nanti lili kabarin lagi yah Wa'alaikumsalam."


Setelah mematikan telfon,lili menaruh ponselnya di atas balas yang berada di samping ranjangnya. Dia menepuk-nepuk punggung Tania supaya dia bangun. Tania yang merasa tidurnya terganggu ,mulai menendang-nendang selimut yang menutupi tubuhnya.


"Iiiihhhh.....gue kan masih ngantuk. Jangan ganggu gue,!!!!! Pokoknya gue mau tidur,nggak boleh ada yang ganggu, TITIK.!!!!" ucap Tania sambil memeluk guling yang ada di sebelahnya. Dia bahkan menyembunyikan kepalanya di bawah bantal. Lili hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya.


Akhirnya lili memutuskan untuk beranjak turun dari atas ranjang dan berjalan masuk ke kamar mandi. Kali ini dia akan berjalan-jalan di sepanjang tepi pantai, entah dia akan mengajak siapa. Yang penting dia mandi dulu, setelah nya baru dipikir nanti akan pergi sama siapa.


Setelah selesai mandi dan memakai baju, lili duduk di teras vila sambil melihat-lihat pemandangan yang cukup sepi. Mungkin orang-orang sudah pada pergi atau orang sini belum pada keluar. Tadi waktu keluar kamar lili tidak menemukan siapapun di ruang tengah,jadi lili memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian, dia sengaja memakai sandal jepit supaya memudahkan nya untuk berjalan di atas pasir nanti.


Lili menatap hamparan pasir putih yang membentang luas di depan matanya, bahkan angin sepoi-sepoi mulai menerbangkan helai demi helai rambutnya yang sengaja dia gerai. Lili sudah berjalan cukup jauh dari vilanya,dan dia juga merasa kakinya sudah lelah jadi dia berhenti di bawah pohon kelapa yang bisa melindunginya dari terpaan sinar matahari. Walaupun belum siang tapi lumayan panas.

__ADS_1


Dering ponselnya membuat lili terbangun dari lamunannya,dia merogoh saku celananya dan mengangkat telfon dari Doni.


"Dimana?"


"Di pantai."


"Gue kesitu." Aku mengangkat bahuku tak peduli dan mengechat Andra.


Liliana


lili pulang nanti sore bang.


Tring


Andra


Hati² di jalan yah. Besok insya Allah Abang kerumah kamu.


Tring


Liliana


Lili tersenyum-senyum sendiri membaca chat dari Andra, dia sangat senang karena sikap Andra sekarang sudah tidak seperti dulu lagi . Lili jadi makin tidak sabar untuk bertemu dengan Andra.


Setelah lelah berjalan di tepi pantai di temani oleh Doni, mereka memilih kembali lagi ke vila untuk makan siang bersama teman-teman nya. Setelah acara makan siang mereka akan langsung pulang,tapi sebelum itu mereka membeli oleh-oleh untuk keluarganya. Tidak lupa lili juga membelikan oleh-oleh untuk keluarga Andra juga, dia bahkan sengaja membeli baju pantai couple dengan Andra.


Selama perjalanan mereka saling melemparkan obrolan ringan untuk menemani sang supir supaya tidak merasa sendirian. Setelah menempuh waktu dua jam lebih lili akhirnya sampai juga, saat dia turun dari mobil Radit, lili terkejut dengan keberadaan Andra yang sedang duduk di depan rumahnya bersama ayahnya.


Andra menyambut kepulangan lili dengan senyum yang lebar, dia bahkan ikut berdiri menyambut lili yang kini sedang berjalan mendekatinya. Saat jarak mereka sudah hampir dekat tiba-tiba suara teriakan Radit memecah acara saling tatap menatap lili dan Andra.


"Woi,,,!!! Barang elo mau di tinggal apa gimana?" Lili berdecak mendengar teriakan Radit yang mengganggu acara tatap-tatapannya dengan Andra. Lili memutarbalikkan tubuhnya untuk mendekati mobil Radit kembali, dengan kesal lili mengambil barang-barang nya yang tertinggal di bagasi mobil Radit.


Brak


Dengan kencang lili menutup pintu bagasi mobil Radit, dia menjulurkan lidahnya mengejek Radit yang kini sedang menggelengkan kepala melihat tingkah barbar lili.


"Appa...! Radit langsung pulang yah. Besok Radit mampir lagi. Assalamualaikum." Pamit Radit kepada ayah lili yang kini sedang tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Radit, ayah lili memang sudah hafal dengan tabiat teman-teman lili. Walaupun seperti orang tidak sopan tapi mereka sangat peduli sama lain. Makanya para orang tua mereka tidak khawatir lagi jika anak-anaknya berpergian jauh,mereka juga selalu ijin jika akan pergi kemana-mana.


"Wa'alaikumsalam. Kalau begitu kita ngobrolnya di dalem aja yuk nan Andra. Sepertinya lili juga mau menaruh barang-barangnya dulu di dalam. Ayo masuk.!" sahut ayah lili melihat kepergian mobil Radit yang meninggalkan area depan rumahnya. Lalu dia mengajak Andra masuk kedalam rumahnya karena lili sudah masuk terlebih dahulu.


Setelah menaruh barang-barang nya lili mencuci wajahnya supaya tidak terlihat kusam, setelah selesai lili menghampiri ayah dan juga Andra yang kini sedang mengobrol. Entah apa yang mereka bicarakan lili pun tidak tahu, lili duduk di doing ayahnya dan langsung meletakkan kepalanya di atas paha ayahnya.

__ADS_1


Ayahnya langsung berdecak kecil melihat kelakuan lili yang masih manja padanya, padahal di depan mereka ada Andra yang sedang tertawa melihat sikap lili yang manja kepada ayahnya.


"Kamu emang nggak malu kaya gini sama nak Andra? Kamu udah tua buat bermanja-manja sama ayah loh. Makanya nyari suami Sono biar kamu bisa bermanja-manja sama suami kamu."


"Calonnya udah ada di depan appa." Ucap lili tanpa tendeng aling-aling, membuat Andra yang mendengarnya langsung tersedak ludahnya sendiri. Bagaimana tidak kaget, tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba lili berbicara seperti itu. Apalagi ada ayahnya di depan mereka.


Ayah lili yang melihat lili berbicara seperti itu langsung minta maaf kepada Andra uang wajahnya berubah puas karena saking kagetnya. Sedangkan lili malah kini sedang memejamkan matanya bersikap acuh seperti tidak ada Andra di depannya.


"Kamu kok ngomong gitu sih Li. Itu nak Andra sampai kaget lih kamu ngomong gitu." Lili membuka matanya dan memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Andra yang kini sedang menatap nya juga.


"Lohh kirain bang Andra kesini mau nglamar lili pa. Emang enggak yah bang? Waahhh lili salah tanggap dong. Maaf yah bang, maklum lili masih pusing gara-gara naik mobil tadi. hehehe."


"Kamu ini, orang nak Andra kesini tadi gara-gara appa yang nyuruh dia kesini. Tadi appa lihat nak Andra sedang duduk di depan rumah nenek Aisyah sendirian, sementara nenek Aisyah ternyata sedang pergi sama eomma kamu kondangan. Jadi appa ajak kesini deh." Jelas ayah lili panjang lebar supaya anaknya tidak salah paham dengan keberadaan andra di rumahnya.


"Lagian kalau emang masih pusing mending tidur di kamar Sono."


"Nggak ah nanti kalau lili ke kamar bang Andra sama siapa?"


"Lah ini bocah, kan ada appa disini. Kamu pikir ayah ghost apa sampai Nggak kelihatan.Ckckck."


Andra yang melihat lili dan ayahnya yang sedang mengobrol jadi ikutan tersenyum , karena dia jadi bisa tau kalau lili itu ternyata sangat manja jika dengan ayahnya. Dan itu membuat hati Andra ikut tersentuh, dia jadi ingat dengan ayahnya juga yang sudah meninggal.


Dulu dia dan juga ayahnya juga sering bercanda bareng dengan keluarganya. Bahkan setiap seminggu sekali ayahnya sellau mengajak Andra untuk memancing ikan di Empang tetangga. Kenangan-kenangan itu terlintas membuat mata andra menjadi berkaca-kaca, tapi sebelum air jatuh menetes Andra sudah lebih dulu menguasai dirinya lagi. Dia mengusap matanya sekilas dan melihat ke arah depan rumah yang memperlihatkan seorang wanita yang kini sedang berjalan kerumah ini, Andra tebak pasti dia adalah ibu dari lili. karena wajahnya tidak jauh berbeda dengan lili, sama-sama cantik.


"Assalamualaikum" Ucap mama Rosa sambil melepaskan sandal wedges nya.


"Wa'alaikumsalam." ucap Andra lili dan ayahnya serempak, mereka bahkan saling tatap sebentar dan tertawa setelah itu.


"Ealah ada tamu toh. Loh kamu udah pulang Li? Kirain kamu nggak mau pulang." Andra berdiri untuk menyalami dan mencium tangan mama Rosa sebagai bentuk sopan santun.


"Nanti kalau lili nggak pula,eomma bakalan kesepian lagi?"


"Diiihhh PD banget nih anak."


"Udah-udah kalian kok ya nggak malu apa kalau ada nak Andra disini."


Akhirnya Andra ikut keluarga lili makan sore di rumahnya, bahkan mereka sudah seperti keluarga yang sebenarnya. Andra sedari tadi mencuri-curi pandang terhadap lili yang begitu cantik dengan penampilan yang tanpa make up. Membuatnya menjadi lebih cantik, bahkan banyak sekali ekspresi wajah lili yang bisa Andra lihat secara langsung.


"Semoga aku bisa menjadi bagian dari hidup kamu Li."


TBC

__ADS_1


__ADS_2