
"
"Bum lo ngapain udah nangkring di situ aja? perasaan gue belum sms lo buat minta jemput." Lili menghampiri lelaki yang kini sedang nangkring di sebelah mobil di pinggir jalan. Dia adalah teman sekaligus manajer Lili, namanya adalah Bumi Anggara. Biasanya teman-teman nya memanggil dia dengan sebutan bumi ,karna wajahnya yang begitu tampan jadi setiap orang yang melihatnya langsung hafal dengan wajah nya.
"Gue kan temen lo yang paling setia sama lo, jadi gue tau lo pasti butuh tebengan hari ini."
"Lah...apa hubungannya coba..?" Lili berjalan menghampiri bumi yang kini sedang merentangkan tangannya lebar-lebar, dan seperti sudah hafal dengan kebiasaan bumi , Lili langsung menyambut pelukan dari bumi.
"Aigoo... berapa hari nggak lihat muka lo kok gue kangen banget sih bum. Lo kalau melet gue itu jangan nanggung-nanggung Napa. Sekalian lo nikahin gue sekalian. Hehehe..." Bumi tersenyum lebar mendengar perkataan Lili yang suka ngelantur. Bumi mengusap rambut Lili dengan sayang.
"Gue kalau mau melet orang juga lihat-lihat kali . Dari pada gue melet lo,mending gue melet kodok sekalian."
Bugh bugh
"Sialan lo bum. rasain nih pukulan bertubi-tubi dari gue !!" Lili yang tidak terima di bandingkan dengan kodok langsung memukul bumi tanpa ampun.
"Enak aja gue di bandingin sama kodok, mata lo emang perlu di bawa ke dokter mata kali. Orang secantik gue masa kalah sama kodok." Bumi sendiri malah tertawa lebar melihat Lili yang sedang menggerutu sambil memukulinya.
Bohong kalau bumi tidak suka dengan Lili, justru bumi adalah fans nomor 1 Lili.Orang yang paling setia dengan Lili adalah Bumi, dia tidak pernah menolak jika Lili membutuhkannya. Bumi menjadi orang nomor satu jika berhubungan dengan Lili. Bumi akan melakukan apapun jika itu bisa membuat Lili bahagia.
Lili bukannya bukan nya tidak tahu kalau bumi menyukai nya, Lili hanya tidak mau membuat hubungan mereka renggang hanya karena dia menolak perasaan bumi. Mungkin bumi juga tahu kalau konsekuensi dari mencintai seorang Lili, mereka harus memendam perasaan mereka agar Lili tidak pergi jauh dari mereka.
Pernah ada seorang lelaki menyatakan cinta kepada Lili, padahal selama ini Lili hanya menganggap dia adalah teman nya saja. Jadi Lili menolak nya dan berakhir dengan lelaki itu pergi meninggalkan dirinya karena di tolak cintanya oleh Lili.
Sejak itu Lili jadi tidak mau memberi harapan kepada lelaki manapun.
"Auchh sialan, tangan gue sakit banget lagi." Bumi yang mendengar rintihan dari lili langsung dengan sigap menarik lengan Lili yang tidak sakit. Dia membawa masuk Lili kedalam mobil nya.
__ADS_1
"Emang tangan lo kenapa bisa sakit begini..?"
"Tadi gue nggak sengaja jatuh terus tangan gue reflek buat nahan , eh malah jadi kaya gini. Ahh pelan bumi. ini sakit.!" Lili mengerang kesakitan karena bumi menyentuh lengannya yang terkilir.
"Udah tau sakit, ngapain lo berangkat kerja ogeb..!!! Udah sini gue anterin lo pulang. terus lo panggil tukang urut buat ngurut tangan lo yang terkilir. Lagian kaya anak kecil aja sih lo bisa ada acara jatuh-jatuh segala kaya gini." Lili mendengarkan Omelan bumi dengan mengerucutkan bibir , Lili sengaja tidak memberitahukan kejadian yang sesungguhnya kepada bumi. Lili tidak mau bumi menyalahkan Andra, cukup hanya Lili yang tahu saja.
"lah gue kan emang masih kecil, lo emang nggak lihat tampang baby face gue ini." Dengan sengaja Lili mengedip-ngedipkan matanya ke hadapan bumi, sedang kan bumi yang melihat wajah cantik Lili di hadapannya harus menahan rasa ingin menciumnya.
"wajah begitu aja bangga...!!"
"Dih ini aset tahu nggak lo. Enak aja..Lo nya aja yang buta."
"Iya gue emang buta. puas lo.." iya buta karena tetap mencintai lo Li. padahal lo menganggap gue hanya sebagai teman. Ingin rasanya gue nyatain cinta gue ke lo, tapi gue takut lo akan menjauh dari gue Li.
Bumi melanjutkan ucapan nya dalam hati sambil memandang Lili intens. Sedangkan Lili yang di tatap seperti itu oleh bumi memilih membuang pandangannya ke arah lain. Lili tahu maksud bumi padanya, tapi dia memilih mengabaikan nya.
"Udah ayo buruan berangkat. Gue nggak mau nanti bos pecat gue, nanti yang ada kita jadi gelandangan gara-gara nggak punya kerjaan. hihihi...!!.
"Iya santai aja. gue kan wanita kuat, terkilir seperti ini mah kecil. " Lili tersenyum menenangkan supaya bumi percaya bahwa lili baik-baik saja. Bumi akhirnya mengalah dan menyalakan mobilnya untuk membawa mereka ke cafe tempat kerja Lili.
-----------
Sementara itu tidak jauh dari lili dan bumi berada tadi, ada seorang laki-laki yang memperhatikan mereka sambil mengepalkan tangannya erat.
"Dasar cewe murahan..!!" Lelaki itu meninggalkan tempat itu dan berbalik untuk menuju rumahnya. Dia adalah Andra, Andra sendiri tadinya tidak berniat untuk mengikuti Lili, tapi entah kenapa kakinya malah menuntunnya untuk memutar arah dan berbalik berjalan di belakang Lili.
Tapi setelah mengikuti Lili justru Andra makin di buat benci oleh kelakuan Lili yang terlalu dekat dengan lelaki,
" pake acara peluk-pelukan segala lagi, emang mereka nggak malu apa dilihatin banyak orang. dasar cewe nggak tahu malu....!" sepanjang jalan Andra menggerutu sebal melihat kelakuan Lili. Hatinya mendadak merasa panas melihat Lili yang dipeluk oleh lelaki lain.
__ADS_1
Sesampainya di rumah neneknya, Andra duduk di teras rumah dan merenung. Kenapa dia harus marah dengan wanita itu, padahal selama ini dia tidak pernah mau mengurusi urusan orang lain. Tapi kenapa semenjak pertama kali melihat Lili, hatinya merasa tidak nyaman jika Lili dekat dengan lelaki lain.
Nenek Andra yang bernama Aisyah ,melihat cucunya yang duduk melamun sendirian kemudian mendekatinya dan duduk di samping kursi Andra. Ia mengambil tangan Andra dan mengusapnya pelan.
Andra yang baru menyadari kedatangan nenek Aisyah langsung membenarkan duduknya, dia lalu tersenyum kepada neneknya yang sudah renta ini.
"Apa yang membuatmu risau sayang?" Nenek Aisyah bertanya kepada cucu laki-laki nya.
"Nggak ada Nek. Andra hanya sedang pusing mikirin desain apa yang akan Andra buat untuk model baju Andra yang baru Nek. Apa nenek ada saran ..??" Andra tidak mungkin menceritakan kegelisahan nya tentang wanita itu kepada nenek nya, dia tahu kalau neneknya pasti akan membela wanita itu karena mereka begitu dekat.
"Hahaha .... Kamu tuh mau ngledekin nenek apa?" Nenek tertawa melihat Andra yang menanyakan tentang model baju anak zaman sekarang.
"Nenek nggak sadar yah model baju sekarang kan lebih banyak ke era jaman dulu, lihat saja dari motif bajunya yang penuh dengan bunga-bunga ataupun celana panjang model tomprang. Pada jamannya nenek begitu juga kan?" Andra menjelaskan kepada neneknya tentang fashion jaman sekarang, dan sang nenek mulai mengingat-ingat pakaian yang trend pada era-nya.
"Kamu bener juga sayang. Nenek baru inget setelah kamu beri tahu nenek. Tapi tetep aja nenek nggak bisa kasih solusi tentang masalah kamu sayang."
"Ya nggak apa-apa Nek. Yang penting nenek mau nemenin Andra disini juga Andra sudah seneng. Kesibukan nenek sekarang apa Nek? Siapa tahu Andra bisa bantu-bantu..?" Andra mengusap balik tangan keriput yang ada di dalam genggamannya. Andra yang begitu sayang dengan nenek Aisyah. karena hanya nenek Aisyah saja yang masih hidup. Kakeknya sudah meninggal dan orang tua dari ayahnya juga sudah meninggal semua. makanya Andra sangat menyayangi neneknya ini.
"Nenek sudah tua Ndra, dan masalah toko sembako sekarang sudah nenek percayakan dengan pak Yono. jadi nenek hanya kadang-kadang saja ke toko buat cek kondisi toko. Itupun tidak sering. Toko kamu gimna sekarang?" Tanya balik nenek Aisyah kepada cucunya.
"Alhamdulillah baik Nek. sekarang Andra juga sudah mulai memperkejakan karyawan lumayan banyak. Sekalian buka lowongan kerja buat yang membutuhkan Nek. Nenek tau sendiri sekarang jamannya udah online, jadi Andra sekarang juga harus membuat toko online juga buat menarik pasar. Dan Alhamdulillah sekarang sudah banyak pelanggan Andra Nek." Andra sangat bersemangat jika harus menceritakan tentang usahanya membangun bisnis kecil-kecilan nya. Andra merasa bangga di usianya yang tidak muda lagi tapi masih bersemangat dalam mencari informasi tentang kemajuan teknologi sekarang.
"Syukurlah Ndra. Walaupun kamu sibuk mengurusi masalah bisnis mu, jangan lupa untuk mencari pendamping juga untuk kamu. Umur kamu sudah seharusnya mempunyai penfamping Ndra. Nenek juga ingin melihat kamu menikah sebelum nenek tiada."
Andra yaneliaht wajah sendu neneknya , tak kuasa untuk memeluk neneknya.
"Kalau masalah pendamping, Andra belum menemukan yang cocok di hati Andra Nek. Nenek tahu sendiri perempuan jaman sekarang banyak yang aneh-aneh." Tiba-tiba wajah Lili yang sedang tersenyum muncul di pikiran Andra.
Andra mencoba menampik perasaannya yang berdesir ketika membayangkan wajah Lili.
__ADS_1
**nggak mungkin gue suka sama cewek centil kayak Lili. mending gue nikah sama kambing dari pada nikah sama cewek kegatelan kayak Lili.
Tbc**