
"Liliana..." Andra memanggil lili yang berada di depannya.
"Iya kenapa bang?"
"Ehm....Apa kamu besok ada waktu?" Kerutan di dahi lili terlihat setelah mendengar pertanyaan Andra.
"Kalau pagi sampai siang ada bang. Emang kenapa bang?"
"Kalau begitu besok jam 8 aku jemput yah?" Jawab Andra sambil menggaruk kepalanya salah tingkah. Lili yang mengerti kalau lelaki di depannya ini sedang salah tingkah,jadi tersenyum kecil.
Ternyata lucu juga kalau bang Andra lagi salting gitu, jadi pengin ngarungin terus masukin ke kamar. kkkkk
"Ok. tapi jangan jauh-jauh yah bang kalau mau ngajakin pergi, soalnya sorenya lili ada kerjaan."
"Tentu Li, aku janji Nggak bakalan bawa kamu jauh-jauh kok. Kalau begitu aku pulang dulu yah. Salam buat appa dan eomma kamu. Assalamualaikum.." Lili tertegun mendengar Andra memanggil orang tuanya dengan panggilan seperti dirinya. Lili langsung melambaikan tangannya untuk mengantarkan Andra yang kini sudah meninggalkan lili di teras rumahnya dan berbelok ke rumah nenek .
Aisyah
Lili masih belum melunturkan senyumnya, bahkan ketika lili masuk kedalam rumah lili masih senyum-senyum sendiri membuat Rosa dan Rudi terheran-heran. Mereka saling menyikut dan menanyakan dengan isyarat mata. Ada apa dengan anak mereka.
Rudi sang kepala keluarga hanya bisa mengangkat bahunya tanda tidak tahu-menahu tentang keanehan anaknya. sedangkan Rosa sang ibu hanya mendengus sebal melihat sang suami yang seperti tidak mengerti apa-apa tentang anaknya.
Balik lagi ke lili yang kini sedang memainkan ponselnya sambil tiduran, dia sedang bertukar pesan dengan bumi sang manajernya. Dia sedang menanyakan jadwal manggung nya. Saat sudah mendapatkan jadwalnya, lili langsung berlari ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan gosok gigi sebelum tidur.
Setelah selesai cuci muka dan gosok gigi, lili mengambil skincare nya di atas meja rias dan memakainya di wajahnya supaya lebih terawat. Kemudian lili mulai merebahkan tubuhnya yang lelah dan mulai menjemput mimpinya malam ini.
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
Pagi harinya Andra sudah bersiap-siap memakai kaos polos berwarna putih dipadu padankan dengan celana jeans berwarna biru dan jangan lupakan jaket jeans nya yang menambah kesan lebih fresh. Dan penampilannya hari ini memang wow banget, walaupun memakai baju simpel tapi tetap tidak mengurangi ketampanan seorang Andra.
Andra melihat jam nya yang menunjukkan pukul 8 kurang seperempat, dia bergegas keluar dari kamarnya dan menemui nenek Aisyah untuk berpamitan mau pergi keluar dengan Liliana.
"Nenek,,,Andra pergi dulu yah?" Pamit Andra sambil menghampiri neneknya yang kini sedang duduk sambil menonton tv. Dia mengambil tangan neneknya untuk berpamitan , saking semangatnya Andra sampai memeluk nenek Aisyah sambil tersenyum-senyum membuat sang nenek hanya bisa geleng-geleng kepala melihat nya.
"Iya... hati-hati dijalan. Nggak usah ngebut yah. Kalau perlu naik motornya pelan-pelan aja." Peringat sang nenek Aisyah kepada Andra.
"Atuh kalau pelan-pelan nanti nggak nyampe-nyampe."
__ADS_1
"Kkkkk... maksud nya jangan ngebut-ngebut toh le. Iiiihhhhhh kamu ini masa gitu aja nggak ngerti juga sih le."
"Hehehe iya nek. Andra akan membawa motornya dengan hati-hati, jadi nenek nggak usah khawatir yah. Nanti pulangnya mau Andra bawain apa nek?"
"Bawain calon mantu aja buat nenek?"
"Aamiin. Doain Andra yah nek. semoga dia mau sama Andra." Andra berjongkok di hadapan neneknya sambil menatap nenek Aisyah dengar serius. nenek Aisyah yang melihat kesungguhan dari Andra, ikut berdoa semoga siapapun perempuan yang akan menjadi jodoh cucunya ini semoga bisa menerima Andra dengan tulus.
"Aamiin. Semoga kamu mendapatkan wanita yang tulus menerima kamu apa adanya yah ndra." Nenek Aisyah mengusap rambut Andra dengan sayang. Baru kali ini Andra mau berbicara jujur kepada nenek Aisyah,dan bahkan meminta doa untuknya. Membuat nenek Aisyah jadi ikut bahagia.
"Berikanlah contoh yang baik untuk adikmu yah ndra, jangan pernah menyakiti hati seorang perempuan. Pesan nenek...kalau emang kamu sedang marah atau sedang dalam mood yang tidak baik, cukup redamkan emosimu dengan mengambil air wudhu dan berdoalah kepada Allah SWT. Minta ketenangan hati kepada Allah, jangan biarkan emosimu yang mengambil alih logikamu. Kamu mengerti?"
"Iya nek. Andra akan ingat dengan nasehat nenek. Kalau begitu Andra pergi sekarang yah nek. Assalamualaikum."
Cup
"Wa'alaikumsalam. hati-hati sayang." Andra mencium tangan neneknya, dan sang nenek mencium dahi Andra dengan sayang.
Andra berjalan keluar rumah neneknya menuju rumah Liliana yang berada persis di samping rumah neneknya. Sedari pagi sebenarnya Andra sudah mendengar teriakan-teriakan dari rumah Liliana. Dari teriakan sang ibu dari lili yang memintanya untuk bangun tidur sampai suara lili yang berteriak mengomeli tanamannya yang tidak bersalah.Dan itu membuat pagi Andra menjadi lebih berwarna, bahkan Andra ikut membayangkan kalau sampai nanti Andra dan lili hidup bersama, apaka mereka akan seperti itu atau malah akan lebih romantis.
Andra menggelengkan kepalanya sambil memukul-mukul kepalanya karena telah lancang memikirkan hal yang belum terjadi. Saat sampai di depan pintu rumah lili yang terbuka lebar seakan-akan memang menyambut kedatangannya, Andra berdiri di depan dan mengetuk pintu rumah lili yang terbuka.
"Assalamualaikum..." Ucap Andra gugup, dia bahkan membenarkan bajunya yang memang sudah rapih. Dia mengecek dirinya sekali lagi apakah dia sudah pantas untuk ngapelin anak gadis orang.
"Wa'alaikumsalam. Ya ampun nak Andra sudah ganteng aja nih pagi-pagi. Mau ngajak lili yah nak Andra? Ayo sini masuk nak Andra,jangan di pintu Mulu." Ucap sang mama Rosa tanpa henti, dia menggiring Andra untuk masuk kedalam rumah dan menyuruhnya untuk duduk di sofa ruang tamu.
"Iya Tante. Makasih. Iya Tante, saya mau ngajak lili buat jalan-jalan. Maaf yah Tante kalau saya mengajak anak Tante pagi-pagi sekali, soalnya kata lili nanti sore dia ada kerjaan. Makanya saya mengajaknya pagi Tante, sekali lagi maaf yah Tante." Ucap Andra gugup sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Nggak apa-apa. Santai aja. Panggil mama aj, Nggak usah Tante.kkkk"
"Ah..iya..Tan.. maksudnya ma..ma.." ucap Andra terbata-bata."
Pluk
"Nah gitu dong. Mama kan jadi merasa punya mantu kkkkk." Andra semakin gugup mendengar ucapan sang mama Rosa.
"Oh iya,,tunggu sebentar yah. Malam panggil lili dulu yah. Tadi sih udah siap, mungkin lagi ngambil sesuatu kali. Nak Andra tunggu di sini yah."
__ADS_1
"Baik mah...!" Andra menatap kepergian mama Rosa dengan perasaan yang lega. Padahal kemarin waktu bertemu dia tidak segugup ini, tapi entah kenapa hari ini dia malah jadi kaya gini. Andra mengusap telapak tangannya yang tiba-tiba basah karena keringat.
"Maaf yah bang lama. Tadi ponsel lili keselip di bawah kasur jadi lili nyari-nyari dulu deh hehehe. Maaf yah bang." Ucap Liliana sambil berdiri di hadapan Andra yang kini sedang menatap kaki seorang wanita di hadapannya. Pandangan Andra menelusuri dari bawah sampai atas, membuat Andra semakin terpukau melihat penampilan lili yang sangat memukau hari ini.
Andra tersadar dari keterpukauannya setelah lili mencolek pundaknya.
"Kalau begitu kita pergi sekarang. Bisa tolong panggilkan eomma kamu dulu. Aku mau berpamitan dahulu."
"Ok. Eomma...!!! Bang Andra mau pamitan...!!" Teriakan lili membuat Andra terlonjak kaget, dia mengelus dadanya karena terkejut mendengar lili berteriak di rumahnya sendiri.
"Astaghfirullah lili lili. Kamu kok gak nggak malu apa sama nak Andra, teriakan-teriakan kaya gitu kaya Tarzan. Jaga image dikit Napa jadi cewe, malu-maluin banget sih kamu. " Lili mengerucutkan bibirnya mendengar mama Rosa mengomelinya di depan Andra.
"Harusnya eomma yang malu karena ngomel-ngomel di depan bang Andra. Mau di taruh mana muka lili kalau bang Andra tahu ternyata eomma lili kaya gini."
Pletak
"Nak Andra maaf yah, jadi nglihat kelakuan mama yang kaya gini. Maklum kalau nggak di pukul nih bocah suka ngelunjak ngomongnya." Andra hanya meringis melihat lili yang kini sedang mengelus-elus kepalanya yang di getok oleh sang mama...
"Iya nggak apa-apa ma. Kalau begitu Andra ijin bawa lili pergi dulu yah mah. Nanti siang insyaallah Andra anterin kerumah lagi. Assalamualaikum mah." Ucap Andra sambil mencium tangan mama Rosa, kemudian mengikuti langkah lili yang sudah berada di depannya. Andra menggelengkan kepalanya melihat lili yang kini sedang berjalan sambil menghentakkan kakinya sambil menggerutu.
Andra melebarkan langkahnya untuk mensejajari langkah nya dengan lili, setelah sampai Andra melirik wajah lili yang kini sedang tertekuk masam.
"Hei....masa udah cantik gitu wajahnya masih di tekuk sih. Nanti tambah cantik loh?" Ujar Andra sambil menggoda lili yang kini sedang meliriknya tajam . Andra terkekeh saat melihat lili menambah kecepatan jalannya, setelah sampai di depan motornya Andra dan lili berhenti. Andra mengambil helm yang sudah dia siapkan untuk lili, dia juga memasangkan helm nya di atas kepala lili.
Sedangkan lili sendiri wajahnya sudah berubah menjadi bersemu merah, dia merasa malu karena perhatian andra walaupun cuma hal kecil seperti memasangkan helm tapi menurut lili itu terlihat manis. Dan lili menyukainya.
Klik
"Maaf yah kalau hari ini aku ngajak kamu jalan-jalan naik motor, karena memang hanya kendaraan ini yang aku punya. Kamu tidak masalah kan kalau harus naik motor denganku?" Andra merasa segan karena harus mengajak lili pergi hanya naik motor. Padahal lili sudah tampil cantik sekali hari ini, tapi Andra malah menyuruhnya naik motor.
Lili menatap Andra yang kini sedang menatap wajahnya dengan pandangan bersalah, lili tersenyum melihat ketulusan Andra yang mau meminta maaf duluan, padahal lili tidak pernah mempermasalahkan kendaraan apa yang akan mereka gunakan.
"Kkkkk...Abang Andra bisa aja. Lagian lili juga malah seneng bisa naik motor,apalagi di boncengin sama Abang Andra. kkkkk. Lili malah suka bang. Jadi mukanya nggak usah memelas gitu deh bang. Nanti kalau ada yang lihat di kira lili ngapa-ngapain anak orang lagi. kkkkk." Andra ikut tersenyum melihat lili yang sedang tersenyum, Andra menyesal kenapa tidak dari awal dia jujur dengan perasaan nya tanpa perlu jual mahal.
"Makasih yah Li. Kalau gitu kita berangkat sekarang yah, biar nanti pulangnya nggak kelamaan." Andra memakai helmnya dan naik ke atas motornya di susul oleh Liliana yang duduk menyamping di jok belakang. Dengan ragu-ragu lili berpegangan pada jaket jeans yang di gunakan oleh Andra.
__ADS_1
Andra sendiri menjadi senyum-senyum sendiri melihat lili yang berpegangan padanya walaupun tidak memeluknya tapi begini saja Andra sudah seneng. Andra memutuskan untuk menjalankan motornya meninggalkan depan rumah lili menuju tempat tujuannya.
TBC