
Tok tok tok
"Bangun Li, itu Doni udah nungguin kamu di depan." Rosa membangunkan anaknya yang kini masih bergelung di bawah selimutnya. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi, tapi sepertinya lili terlalu malas untuk bangun.
Tok tok tok
"Lili, mau jadi apa kamu jam segini belum bangun..lili..!!!" Dengan menggebu-gebu Rosa memukul pintu kamar lili. Dia sengaja melakukan itu supaya anaknya bangun.
Lili yang terganggu dengan gedoran pintu dari mamanya langsung bangun dan menggerutu. Lagi asyik-asyiknya bermimpi indah ibunya malah membangunkannya.
Lili beranjak dari ranjang menuju pintu dan membukanya. Setelah membuka pintu lili menguap lebar tanpa menutupinya membuat Rosa yang melihatnya menggelengkan kepalanya.
Plak
"Eomma...." Rosa langsung memukul lengan lili yang kini sedang memanyunkan bibirnya.
"jadi cewek kok jorok banget sih Li. Malu apa sama umur kamu, Lagian ini juga udah siang kenapa kamu baru bangun?"
"Semalem lili nonton Drakor mah sampai shubuh habis itu lili langsung tidur."
"Ya Salam....kamu mau jadi perawan tua apa. Seneng banget sih nontonin Drakor Mulu, mbok nya kamu tuh nyari suami dari pada ngehalu Mulu."
"Eomma...jodoh itu sudah ada yang ngatur, kalau emang lili belum menikah berarti jodoh lili emang belum ada. Nggak usah musingin masalah itu deh. Udah ah..lili mau mandi. Kasihan dondon pasti dia udah boring banget nungguin aku."
Jebret
Lili masuk kedalam kamar mandi dan melepaskan pakaiannya dan menaruhnya di keranjang baju. Dia mulai mandi kilat karena tidak mau membuat Doni kelamaan menunggunya. Mereka janjian ketemuan di tempatnya langsung, dan lili sengaja meminta Doni untuk kerumahnya jam 8 karena dia mau membeli bunga untuk diberikan kepada Andra.
Dia tidak tahu bagaimana nanti Andra melihat kedatangannya, tapi dia juga tidak enak untuk menolak undangan dari Indri. Tapi dari pada pusing memikirkan hal yang belum terjadi, lebih baik lili cepat-cepat memakai bajunya.
"Kajja Don, mian jadi lama kamu nunggunya." Ucap lili saat tiba di ruang tamu. Dia segera menyambar tangan Doni supaya cepat pergi sebelum dia mendengar mama Rosa bertanya macam-macam.
"Tumben rapih amat neng. Biasanya baju kamu nggak kaya gini." Lili menatap wajah Doni yang kini sedang memasang seat belt nya.
"Biar kelihatan sopan aja. Udah ayo buruan nih lihatin si anggun udah neror gue Mulu nanyain udah nyampe mana."
"Kasih tahu aja kalau kita udah on the way kesana. Emang dia sudah sampai?" Tanya Doni sambil sesekali melirik lili yang kini sedang membalas pesan anggun.
"Emm...Mereka baru nyampe, dan sekarang mereka lagi nunggu di cafe yang ada di Deket situ. Oh iya kamu udah makan Don?"
__ADS_1
"Tadi sarapan nasi uduk. Jangan bilang kamu belum sarapan Li?"
"Hehehe...Kamu tau sendiri tadi aku baru bangun, jadi mana sempet makan. Ini aku udah bilang sama anggun buat pesenin sarapan di cafe."
"Good..!! Lain kali kalau jadi cewe harus..."
"Stop !! Nggak usah di lanjutin aku tau apa yang mau kamu omongin. Kamu tuh sama aja kaya eomma deh ngributin masalah yang nggak perlu." Doni menggelengkan kepala melihat sifat keras kepala lili, dia hanya mengusap rambut lili yang kini di gerai indah.
Selama sisa perjalanan yang membutuhkan waktu 45 menit, lili dan Doni banyak menceritakan aktifitas mereka. Doni melihat ke arah goegle map yang menunjukkan bahwa tujuan mereka sudah sampai. Doni mematikan mesin mobilnya dan membuka seat belt nya, dia melihat ke arah lili yang kini sedang melepas seatbelt nya juga.
Doni turun terlebih dahulu dan di susul oleh lili yang kini sedang berjalan menjajari langkah nya. Mereka sengaja memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah di sediakan. Lili melihat sebentar ke arah toko yang akan mereka datangi, keadaannya lumayan rame karena ini adalah pembukaan pertama dan sudah pasti banyak memberikan diskon spesial . Jadi lili tidak terkejut kalau banyak orang yang datang kesana.
Sebenarnya lili tidak tahu kalau sesungguhnya para pengunjung toko Andra adalah penggemar setia Andra.
Doni menarik tangan lili yang tertinggal di belakangnya, mereka melewati 3 ruko dan akhirnya mereka sampai di cafe tempat temannya ngumpul. Lili langsung cipika-cipiki dengan anggun dan yang lainnya.
"Sorry telat, biasalah macet. Dan thanks yah nggun udah di pesenin makanan ku." Lili duduk di samping kursi radit, karena tinggal dua kursi itu yang tersisa.
"Santai girls kaya sama siapa aja Lo. Ya udah buruan Lo makan, kayaknya toko yang mau kita kunjungi udah buka dari tadi pagi deh Li. Lo tadi lihat nggak banyak banget cewe yang datang kesana?" Ujar anggun sambil memasukkan cake kedalam mulutnya. Dia yang duduk dengan bumi dan juga Riri masih sibuk dengan makanan yang ada di depannya. Sedangkan Tania dia sedang bermain game yang ada di ponselnya.
"Ya tadi gue juga lihat. Tapi setau gue walaupun itu toko baru launching biasa nya nggak sebanyak itu deh pengunjung nya...?"
"Mungkin karena mereka sudah tau kali kualitas barang yang mereka jual makanya banyak yang datang." Ucap Doni sambil meminum kopinya.
"Gue nggak tau. Lagian selama ini gue kan nggak pernah nanya-nanya Ama temen gue." Sambil menghabiskan makanannya lili tetap menjawab semua pertanyaan teman-temannya.
"Kebiasaan emang Lo Li. Harusnya Lo tuh cari tau dulu, jadikan Lo nggak bakalan kaya orang dungu yang nggak tau apa-apa Saat di tanyain Ama kita-kita." lili hanya mengangguk saja, setelah menghabiskan sarapannya lili meminum air putih yang ada di gelas depannya.
"Ahhh kenyangnya."
"Ya udah ayo buruan, gue udah nggak sabar pengin ngabisin duit Radit."
"Siapa elo mau ngabisin duit gue..?"
"Lah kamu emang lupa kalau kita adalah sahabat sejati. Jadi Lo harus bayarin semua belanjaan gue hari ini. Ya nggak Gaes?" Ucap anggun sambil bergelayut manja pada lengan Radit.
" Diihhhh PD banget sih Lo. Bayar aja sendiri.!!!"
"Cihhh pelit banget sih Lo. Ya udah kita putus aja kalau gitu. Bumbum sayang...Lihat tuh si Dodot jahat banget sama gue?" Lili tertawa geli melihat anggun yang kini sedang merayu bumi tapi dengan sadis nya bumi malah menonyor kepala anggun.
"Lo nggak usah sok imut gitu deh ,pake acara bikin aegyo kaya gitu lagi. Takut muntah gue lihatnya."
Hahaha
__ADS_1
Mereka semua tertawa melihat Anggun yang kini sedang memanyunkan bibirnya sambil menatap lili dan juga Doni meminta pertolongan. Lili sendiri malah senang sekali melihat anggun yang kini sedang cemberut.
"Udah ayo buruan nanti keburu penuh tokonya, kita malah nggak bisa masuk lagi. Li...bunga kamu mana? Bukannya kamu tadi udah beli..?"
"Aigoo,,lupa aku Don. Nanti aku ambil dulu deh, kalian tunggu gue di depan toko yah gue ambil sesuatu dulu di mobil Doni." Lili dan kawan-kawan meninggalkan cafe bersama-sama, di manapun mereka berada pasti akan menjadi pusat perhatian.
Setelah sampai di depan toko Doni menemani lili mengambil bunga mawar merah yang tadi di belinya di jalan. Doni menggandeng tangan lili menuju teman-temannya, mereka secara bergantian masuk kedalam toko dan disambut oleh para pegawai yang terkesima melihat paras tampan dan cantik dari geng lili.
Lili mengedarkan pandangannya ke penjuru toko dan saat pandangan nya menemukan orang yang di carinya, dia melepaskan tangan Doni dan menyuruh Doni dan yang lainnya untuk berbelanja terlebih dahulu. Saat langkahnya sudah dekat dengan orang yang di carinya yang kini sedang melayani pengunjung, lili berdehem untuk mengalihkan pandangan orang tersebut.
Ehmmm
Andra membalikkan tubuhnya dan menemukan lili yang ada di depannya kini sedang memeluk bunga di dekapannya. Andra menatap wajah lili yang begitu cantik hari ini, dandanannya begitu sederhana tapi makin membuatnya terlihat anggun.
Lili mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Indri. Dia merasa tidak nyaman ditatap seperti itu oleh Andra. Lili memberikan bunga mawar yang ada di tangan nya kepada Andra.
"Selamat yah bang atas pembukaan toko barunya, semoga laris manis dan makin sukses. Maaf nggak bisa ngasih apa-apa bang. " Andra menerima bunga pemberian lili dengan diam.
" Lo tau dari mana kalau gue disini?"
"Kemarin Indri telfon dan ngundang lili buat datang ke acara launching tokonya bang Andra." Lili tidak berani menatap Andra sama sekali, justru lili malah melihat ke arah teman-temannya yang kini sedang sibuk memilih baju.
Andra yang melihat lili mengacuhkannya ikut melihat kearah pandang lili, dia menemukan sekumpulan wanita dan laki-laki yang seumuran dengan lili mungkin.
"Lo kesini sama siapa?" Andra yang tidak bisa menahan rasa ingin tahunya bertanya langsung pada lili. Lili yang mendengar Andra bertanya padanya langsung menatap kearah wajah andra yang kini berada cukup dekat dengannya. Lili yang merasa tidak nyaman memundurkan kakinya sedikit dan membuat andra menjadi heran.
"Ahh itu tadi bareng temen bang. Kalau begitu permisi bang, sekali lagi selamat yah bang." Lili yang berniat pergi menuju temannya harus mengurungkan niatnya karena Andra menarik tangannya.
"Kenapa buru-buru..? Biasanya juga kalau nggak di usir nggak mau pergi...?" Lili menolehkan wajahnya untuk menatap wajah Andra yang kini menatapnya dingin. Lili melepaskan tangan Andra dari lengannya.
"Maka dari itu bang, sebelum bang Andra ngusir lili lebih baik lili dengan sadar diri pergi sendiri."
"Ahhh...kamu udah punya mangsa baru yah makanya jadi sok jual mahal seperti ini..? Laki-laki mana yang kau goda hah?!" Lili mengepalkan tangannya erat mendengar ucapan Andra yang menyakiti hatinya. Lili menipiskan bibirnya untuk menahan amarah. Setelah bisa menekan emosinya lili menatap Andra dengan sorot mata yang datar.
"Saya permisi..!!" setelah berucap seperti itu lili berjalan menghampiri temannya. Dengan cepat lili merubah raut wajahnya menjadi seceria mungkin, dia tidak mau membuat temannya salah paham. Doni yang menyadari kedatangan lili langsung tersenyum menyambutnya, dia bahkan langsung mengulurkan tangannya dan di genggam balik oleh lili. Mereka sibuk mencari-cari baju yang akan mereka beli tanpa memperdulikan pandangan mata seseorang yang begitu marah melihat lili yang sedang tertawa bersama lelaki lain.
Andra mengepalkan tangannya begitu erat sampai membuat kuku jarinya ada yang melukai telapak tangannya. Indri yang melihat kakaknya yang begitu emosi melihat kedekatan lili dan temannya hanya mendengus sebal. Indri malah kasihan kepada lili dari pada kakaknya sendiri.
Indri berjalan mendekati Andra yang kini masih menatap lili dengan sorot dinginnya. Indri mengibaskan tangan nya di depan wajah Andra dan membuat Andra tersadar kehadiran Indri. Andra langsung memejamkan matanya di mengurangi emosi yang ada di dalam hatinya.
"Makanya nggak usah sok jual mahal bang. Enak kan rasanya di cuekin."
__ADS_1
Tbc