
Vania membalikkan halaman buku yang sedang dipelajarinya. Ini adalah pertama kalinya Vania belajar jika dihitung-hitung oleh kebiasaan setiap harinya. Bagaimana tidak belajar, besok adalah ulangan matematika. Tidak memungkinkan untuk membuat contekan, karena gurunya super killer. Siapa lagi kalau bukan Bu Ida.
Bu Ida sebenarnya baik, kalau lagi di luar jam pelajaran. Cuma, satu hal yang tidak bisa dihilangkan dari Bu Ida, yaitu sifat cerewetnya. Ya ampun, guru satu itu bener-bener cerewet. Vania paling pusing kalau Bu Ida sudah marah-marah karena absensi.
Padahal Vania tidak pernah bolos, telat sedikit doang paling. Dikit kok, serius deh.
Pusing gue belajar terus, coba chat Tita aja ah.
Vania bilang dia pusing belajar terus, padahal dia baru membuka bukunya 10 menit yang lalu.
To: Titagalak
Ta...
Masih ingat ketika Vania menelpon Tita karena dia memfollow kak Gamma? Itu lho yang Tita marah karena Vania telah mengganggunya. Iya, sejak saat itulah Vania memberi nama Titagalak sebagai nama kontaknya.
Tapi kok Tita nggak balas-balas ya? Ah, Vania lupa. Tita pasti lagi belajar sekarang. Tau kan Tita serajin apa?
Vania mengalihkan room chat-nya ke kontak Raina. Lalu mengetikkan satu huruf di sana.
To: Raingga
__ADS_1
P
Tau kenapa Vania ngasih nama Raingga? Yup, artinya Raina Rangga, hehe.
From: Raingga
Yups, kenapa Van? Kangen lo sama gue? Iya gue tau kok kalo gue ngangenin. Padahal tadi kita udah ketemu ya. Sabar ya, cecan emang ngangenin 😢
Vania cuma mengirimkan satu hurud yang paling dibenci sejuta umat didunia. Tapi kenapa balasan Raina panjang plus bikin enek bin narsis, sih?
Vania langsung mengetikkan balasan untuk Raina.
To: Raingga
Pesan balasan langsung diterima Vania. Vania berpikit sejenak, kok Raina balesnya cepet banget sih? Dia nggak belajar ya buat besok?
From: Raingga
Kamu, ih, ngambekkan deh. Kenapa bebs?
Sumpah Vania nggak sanggup meladeni kegilaan Raina kalau lagi chat. Dia bahkan heran kenapa Raina bisa seperti ini? Ini pasti karena terpengaruh virus dari Rangga si cowok alay itu.
__ADS_1
Vania memilih untuk tidak membalas lagi pesan Raina. Dia takut tertular virus kealay-an dari Raina. Dia tidak sadar, virus kealay-an dirinya sendiri lebih besar dari milik siapapun.
Lalu pintu kamar Vania diketuk, dan muncullah makhluk tak kasat mata dari balik pintu. Siapa lagi kalau bukan Reza, adiknya.
"Wuih, lagi ngapain lo kak?" Tanya Reza sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Vania.
"Belajarlah, emangnya lo."
"What? Lo belajar? Lo nggak sakit kan, kak?"
Vania menatap Reza dengan mata memicing. Adik satu-satunya ini memang lucknut. Dosa Vania apa, sih, sampai memiliki adik dan teman-teman yang lucknut?
"Ngapain lo ke sini? Balik sana ke kamar lo!" Jelas dikalimat Vania itu nada pengusiran yang begitu kuat, tapi seakan tuli Reza malah memilih untuk merebahkan dirinya di kasur milik kakaknya.
"Numpang bentar kak. Di kamar gue panas." Jelas Reza sambil memejamkan matanya, "malam ini minjem kamar lo ya." Dan setelah mengucapkan itu ia benar-benar terlelap.
Pantes kepanasan, lo kan jelmaan setan dek.
Vania geleng-geleng kepala saat melihat Reza sudah terlelap ke dalam mimpinya. Dan Vania hanya membiarkan Reza tertidur di kamarnya.
A/N : Semakin kesini semakin dikit partnya, maap ya gaisss kehabisan ideðŸ˜
__ADS_1
like dan komentar ya gaissss biar aku semangatt wkwk^^