
Semenjak Faiz mengetahui penyebab kepergian Anin Adalah Mommynya, Ia memilih pergi meninggalkan rumah dan tinggal di sebuah Apartemen.
Semenjak itu Pula hubungan antara ibu dan anak menjadi renggang, Faiz sangat amat kecewa atas sikap Mommynya.
Permisi tuan, Nyonya besar ingin bertemu dengan Anda.. Asisten roy.
Katakan padanya Aku sedang sibuk.
Sebenci itukah kau terhadap ibu yang telah melahirkanmu?
Mommy tau nak, Mommy salah. tolong Maafkan ke egoisan mommy.
Faiz tidak berbicara sepatah kata, ia sama sekali tidak menatap ibunya, ia tetap fokus pada pekerjaan, faiz seolah tidak menghiraukan keberadaan ibunya.
Faiz...tolong liat mommy nak, Apakah dengan Anin kamu benar menemukan kebahagiaan? Jika benar, kejar dan temuilah, mommy merestui kalian.
Mommy menyesal nak, Maafkan mommy...
Jika sudah selesai berbicara silahkan pulang beristirahat, Aku akan segera menemui klien.
Baiklah nak, Mommy harap kamu bisa memaafkan kesalahan mommy.
Kenapa baru sekarang mom?
Anin sudah meninggalkan aku, ia sudah kembali ke kota impiannya, Mungkin saat ini, Anin juga telah bertemu dengan cinta masa kecilnya. Rasanya sesak mom, Sulit bagiku untuk menerima kenyataan, Sungguh aku sama sekali tidak membenci mommy, hanya saja aku masih kecewa atas sikap mommy yang memisahkan aku dengan cintaku. batin faiz.
Kemudian Faiz menatap foto kebersamaan antara dirinya dan Anin.
__ADS_1
Sampai kapan aku harus hidup dalam kenangan kita?
Aku merindukanmu Anindya Farzana..
Dari Arah kejauhan roy tengah menatap nanar, Ia seolah tidak tega, Faiz yang merupakan atasan sekaligus sahabat dekatnya menjadi sosok yang pendiam.
Apa aku harus mengatakan soal Anin padanya..? bagaimana jika ia semakin patah hati setelah mengetahui anin sudah bertemu dengan arka. Roy jadi ikut pusing memirkan masalah percintaan Tuan mudanya.
Tuan Muda, 10 menit lagi ada meeting di Restoran Platin bersama klien dari Malaysia.
Roy membuyarkan lamunan Faiz.
Siapkan semuanya...kita berangkat sekarang.
Sementara di Kota J, Anin sedang menatap Langit, sepertinya hari sudah mulai malam,
"Apakah sekarang kamu membenciku karna pergi tanpa pamit? apakah kamu berusaha mencariku, sungguh saat ini aku semakin yakin dengan perasaanku, Aku merindukan semua tentangmu". tidak terasa air mata anin menetes, ternyata aku pernah menjadi wanita yang paling bahagia di dunia saat bersamamu.
Nin..Kau sedang memikirkan apa?
Hmm tidak ada..
Jangan bohong, sudahlah lupakan Arka, dia tidak pantas untuk mendapatkan cinta tulusmu.
Hahaha...anin hanya tertawa,
Win, Hidupku bukan hanya tentang Arka, ia aku tau, salah satu yang menjadi Alasanku kembali ke kota ini Adalah untuk menemui arka, Tapi perasaan Cintaku padanya telah hilang sejak 3 tahun yang lalu, Aku semakin menyadarinya setelah bertemu dengannya tadi, tidak ada rasa yang mendebarkan lagi saat menatap matanya.
__ADS_1
Saat ini aku hanya ingin fokus pada pekerjaan, banyak yang harus aku Nafkahi. bukankah aku gadis wonder woman. Anin kemudian tertawa berusaha menghibur dirinya sendiri.
Yah..kau benar sekali, ini baru sahabatku anin. jangan biarkan ada orang lain lagi yang merendahkanmu. buktikan pada mereka semua kamu bisa jadi wanita sukses...
Semangat ya nin...
Terimakasih ya win, Aku tidakkan pernah melupakan semua kebaikanmu.
Ohya nin gimana dengan Sosok yang kamu ceritakan tempo hari, apakah dia masih berjuang untuk mendapatkan hatimu?
Berjuang atau tidaknya, dia tetap menjadi sosok yang takkan tergantikan danMeskipun tidak bisa bersama, Aku akan tetap mencintainya.
Apakah kamu tidak berniat menghubunginya?
kalaupun ingin, Aku tetap tidak bisa, Aku tidak mungkin membuat ia melawan restu orang tuanya, mereka tidak menyukaiku win, Aku cukup sadar diri, siapa aku dan siapa dia?
Aah...rumit sekali percintaanmu, sudah kembali fokus saja memperkaya diri.
hahaha windy tertawa menggoda anin
hahaha ya kau betul sekali, jika perlu kita ngepet saja bagaimana? jawab anin dengan konyol
*windy menoyor kepala anin*
sembarangan...jangan gitu nin, gak baik, jangan nanggung, ayo nyalain lilinnya sekarang.
Hahaha, merekapun tertawa bersama membahas hal konyol di luar nalar manusia. meskipun tidak jelas arah pembahasannya kemana, justru itu yang membuat mereka tertawa lepas
__ADS_1