Tentang Kita

Tentang Kita
Part 08.


__ADS_3

Vania terus menatap benda persegi empat yang ada dalam genggamannya. Di dalam layar benda pipih itu menampilkan profil instagram seorang Gamma Satria, yang sejak 10 menit yang lalu tak lepas dari tatapan Vania.


Sedangkan saat ini Vania bersama kedua temannya -Tita dan Raina- tengah makan di kantin. Jam istirahat hampir saja terlewati, tapi Vania belum menyelesaikan acara makannya, dia masih terus asik meluruskan pandangan pada ponselnya. Masih tidak percaya rasanya, bahwa kak Gamma yang ia pikir tidak melihat dirinya, tapi mau memberikan follow back gratis tanpa harus diminta.


Apa jangan-jangan Gamma kini sudah menyadari, bahwa Vania adalah jodoh masa depannya?


Vania tertawa sendiri dengan pemikiran konyolnya. Saat ini cuma bisa mengaminkam jika suatu saat nanti akan menjadi seorang istri Gamma Satria.


Istri? Sudah jauh sekali ya pemikiran Vania. Tapi tak apa, bermimpilah setinggi langit, dan raihlah dengan usaha yang besar.


Vania berharap agar mimpi itu tidak hanya menjadi angan belaka. Ya, semoga saja.


"Van, makan dulu, ish. Dari tadi melotot mulu ke hp, mana pake senyum-senyum nggak jelas lagi."


"Tau, jam istirahat dikit lagi abis, nih."


Suara kedua manusia di depannya ini mengusik imajinasi Vania. Siapa lagi kalau bukan Tita dan Raina. Mereka tuh Ganggu aja.


"Sssstt... gue masih mikirin kak Gamma, nih." Vania menyengir lebar. Memperlihatkan barisan giginya.


Sejak Raina tau bahwa Vania menyukai Gamma, Raina jadi mengerti dengan alasan Vania ingin mendaftar menjadi anggota OSIS. Ia pikir, awalnya Vania kesambet jin sekolah. Ternyata oh ternyata, Vania malah kesambet cinta dari Gamma.

__ADS_1


Raina jadi tidak heran lagi melihat tingkah konyol Vania yang semakin hari semakin menjadi saja.


Lalu tak lama bell masuk berbunyi, menyadarkan Vania dari lamunannya akan Gamma. Parahnya lagi, dia baru memasukkan dua suap nasi goreng ke dalam mulutnya. Sedangkan Es teh miliknya masih penuh tak tersentuh.


"Yah... udah masuk. Makanan gue gimana dong?"


Vania bisa saja meninggalkan makananya dan kembali ke kelas. Tapi sayang tau, satu porsi nasi goreng harganya delapan ribu rupiah, sedangkan es teh manisnya dua ribu rupiah. Kalau di totalkan menjadi sepuluh ribu rupiah. Nah, kalau nggak dimakan dan dibiarkan begitu saja sayang dong uang Vania?


Mana masih laper lagi.


"Ck, lagian dari tadi disuruh makan dulu taro hp-nya, malah ngebucin terus. Sukurin." Tita berdecak kesal. Temennya satu ini lho kalau sudah ngebucin lupa sama segalanya.


"Udah, yuk. Kita tinggal aja Vania, Ta." Raina bangkit diikuti Tita disebelahnya.


"Dasar temem jahannam kalian!"


********


Saat memasuki kelas, Vania memasang wajah kesal dengan bibir mengerucut sebal. Yaiyalah, ditinggalin sendiri di kantin, padahal perginya bertiga kan ga enak. Ibarat ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.


Sebel. Kesel.

__ADS_1


Vania duduk dibangkunya, disaat yang sama Tita sedang melihat kearahnya. Lalu Vania membuang muka. Tita nggak tau apa, ya, Vania kan masih sebel.


"Na, lo nanti jadi minta temenin ke ruang OSIS?" Tita bertanya sambil menghadap ke belakang, tempat dimana Raina duduk. Tapi, matanya melihat ke arah Vania.


"Jadi lah, gue nanti mau nanya-nanya gitu deh."


Vania tetap diam mendengarkan Tita dan Raina berbicara. Pokoknya Vania nggak mau menoleh, biar saja.


"Emang mau nanya apa, sih? Nanya ke siapa?" Tita kembali memancing Vania, tapi Vania tetep nggak mau noleh. Tapi jangan salah, telinga Vania sibuk mendengarkan.


"Sebenarnya, sih, gue cuma mau nanya-nanya aja. OSIS tuh kerjaannya ngapain aja. Maklum, ini kan pertama kali gue nyoba OSIS. Dan, kalo bisa nanyanya ke kakak yang kemarin gue temuin. Dia baik kayaknya, nggak judes."


Kakak yang kemarin? Kak Gamma dong! Oh berarti Raina mau sok modus ke kak Gamma ya, enak aja. Vania nggak bakal biarin.


Melihat ekspresi Vania saat ini, Tita tau bahwa Vania sudah terpancing omongannya. Gampang banget ya bikin Vania kesel. Nggak apa-apa deh, sekali-kali ngisengin anak orang.


Apalagi ngisengin orang yang modelannya kayak Vania, nggak bakal dosa kok.


A/N : Tita jahat yaa 😂


Gimana nih, mau munculin kak Gamma lagi kapan wkwk, jangan bosen yaa... soalnya akan lebih sering kayak keseharian anak SMA gitu.

__ADS_1


Buat yang udah baca makasih yaa, jangan lupa like dan komen.


__ADS_2