
Ingat nin, kamu tetap harus jaga jarak dengan faiz, hidup nenek dan rey bergantung pada ibu nisa, jangan sampai kamu mengorbankan mereka hanya karna keegoisan hatimu. pikir Anin
Anin berlalu, ia berusaha menjauh dari faiz, ia bersikap seolah tidak pernah bertemu dengan faiz..
Permisi, saya kembali ke ruangan saya bu..
permisi tuan...
Anin menundukkan kepalanya, memberi hormat kemudian segera bergegas meninggalkan ruang meeting.
Drrt..drrt .. dering telepon seluler milik faiz berdering, Via? Ada apa dia menelponku.
Ada apa Vi?
Kakak dimana? aku sudah sangat lapar.
Baiklah tunggu sebentar lagi..
Kamu dimana?
Aku di lobby kak.
Faiz mengakhiri panggilan, kemudian segera bergegas menemui Via adik perempuan satu satunya.
Tanpa sengaja Anin mendengar pembicaraan mereka namun kurang jelas, Karna merasa penasaran Anin pun mengikuti faiz.
Setelah sampai di lobby Faiz pun segera menghampiri Via..
Via segera memeluk Kakaknya, Melepas rasa rindunya.
Dari Arah kejauhan ternyata ada sepasang mata yang melihat interaksi keduanya.
__ADS_1
Namun yang tertangkap oleh netranya hanyalah tampak belakang seorang gadis yang sedang memeluk mesra Faiz.
"Ternyata ini alasan yang membuatmu bersikap dingin dan seolah tidak mengenalku, entah aku harus bahagia atau bersedih, yang jelas kamu berhak bahagia dengan siapapun". Batin anin
Anin memilih meninggalkan pemandangan yang membuatnya sesak, ia berjalan menuju meja kerjanya.
"topeng ceria mana lagi yang harus aku pasang untuk menutupi kesedihanku"
Di sebuah restoran tampaklah kakak beradik sedang menikmati Makan siangnya...
Ohya kak, sekarang kita ada di kota J, Apa kakak tidak berniat mencari kak anin?
Aku sudah bertemu dengannya..
Hah? kapan kak? Via terkejut mendengar ucapak faiz
Baru aja tadi ketemu...
Aku hanya tidak ingin menghancurkan mimpinya, Biarkan dia memilih jalan hidupnya.
Apa kakak sudah menyerah?
Tidak.., Aku memberi ruang untuk anin menyadari siapa yang benar benar mencintainya dengan tulus.
yah...kakak benar, Kak anin tidakkan pernah menemukan sosok seperti ka faiz di dalam diri orang lain.
Semangat terus ya kak..
cepatlah habiskan makananmu, Aku masih banyak kerjaan.
Hufft...Baru aja mode kalem, udah balik lagi aja mode galaknya. untuk kakak sendiri. jawab via dengan wajah kesalnya
__ADS_1
Faiz hanya diam dengan wajah datarnya.
Roy antarkan Via pulang ke apartemen. aku masih ada urusan yang penting. Kemudian ia berlalu begitu saja meninggalkan adiknya dan asistennya roy.
Faiz kembali ke perusahaan Oxy Fashion..
Tuan ada yang bisa kami bantu?
Tolong antarkan saya ke ruangan bu cintya.
baik, Mari tuan silahkan...
Sesampainya di ruangan Bu cintya..
Silahkan duduk tuan, Ada yang bisa saya bantu?
Berikan Alamat rumah Anindya Farzana..
Bu cintya terkejut mendengarnya..
Maaf tuan, apa saya tidak salah dengar?
Tidak. jawab faiz singkat.
Baiklah tuan, Alamat rumah Anindya farzana "Jl Mutiara no 09" setahu saya anin masih numpang di rumah windy tuan, salah satu sahabat anin.
Terimakasih atas informasinya bu cintya.
Faiz meninggalkan bu cintya yang masih bingung dengan permintaannya.
Ada hubungan apa ya Tuan faiz dan Anin, Apa sebenarnya mereka saling mengenal? dari tatapan mereka tadi seolah sudah mengenal lama. tidak biasanya juga seorang tuan Faiz yang terkenal dingin dan arogan itu, dengan mudahnya menanda tangani kontrak kerja sama. ah apapun itu yang penting ia sudah berhasil meraih mimpinya. Pikir bu cintya
__ADS_1