Tentang Kita

Tentang Kita
Semangat Baru


__ADS_3

Mereka berbaring di spring bed milik windy,


Bercerita banyak hal, Tentang apa yang terjadi setelah kepergian anin ke kampung halamannya, tentang Arka, Bahkan tentang apa yang terjadi pada ibu anin selama 4 bulan belakangan ini.


Kini anin paham sedikit banyaknya melalui cerita windy...


Lalu apa rencanamu selanjutnya nin?


Aku akan mencari pekerjaan win, aku juga akan menunggu mamaku kembali.


Bagaimana jika besok kamu ikut ke tempatku bekerja, siapa tau di sana ada lowongan pekerjaan. karna setauku perusahaan tempatku bekerja masih membutuhkan karyawan tambahan.


Benarkah? oke besok aku akan ikut kamu win..


Nah gitu dong, kamu harus semangat ya, Demi rey dan nenek


Aah...iya..terimakasih sahabatku, kamu tidak berubah, selalu saja ada saat suka maupun duka.


iya dong windy gituloh...


Hahaha mereka pun tertawa bersama, dan karna kelelahan anin pun tertidur.


Keesokan Harinya Windy dan anin segera berangkat menuju perusahaan tempat winsy bekerja. Dan beruntungnya Anin di terima bekerja, Ini merupakan Awal yang baik untuk semangat baru di kehidupan Anin.

__ADS_1


Sementara di Kota M, tepatnya di Perusahaan Syailendra Grup, Hanya Ada raut wajah yang kaku, Semenjak ditinggal pergi oleh Anin, Faiz pun menjadi sosok yang sangat dingin, Ia hampir tidak pernah tersenyum dan berbicara hanya seperlunya saja, Ternyata Rasanya seperih ini anin, Aku hampir lupa bagaimana caranya untuk tersenyum. Batin Faiz.


Anin sekarang di terima bekerja di perusanaan Oxy Fashion Tuan...Suara asisten roy membuyarkan Lamunan Faiz.


Terus pantau Dia, Jangan biarkan dia kesulitan sedikitpun.


Baik tuan,


Apakah tuan muda tidak berniat menyusul nona Anin?


*Faiz tampak berpikir* Pasti aku akan menyusulnya tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat, Biarlah Anin mencari jawaban atas semua pertanyaannya selama ini, setelah itu aku akan menjemputnya.


Baiklah tuan. saya permisi.


Aku mencintaimu nin, sekarang dan selamanya. Faiz memejamkan matanya mencoba mencari bayangan anin, memutar kembali memori saat mereka bersama, Begitulah cara faiz Melepaskan rindu pada Anin.


Bukan tidak bisa menghubungi Anin, Hanya saja faiz mencoba menghargai keputusan Anin, sedikitpun faiz tidak kecewa atas sikap anin, Karna semua sesakit apapun luka yang di torehkan Anin tidak lantas membuat cintanya berkurang.


Anin yang sedang makan siang bersama windy, tiba tiba saja terlintas di pikirannya tentang keadaan faiz..


Bagaimana kabarmu iz? Apakah kamu Akan marah dan kecewa padaku? Maafkan aku, semua ini demi kebaikanmu dan ibu nisa, Sungguh saat ini aku merindukanmu.


Nanti, Entah itu kapan, kalau semesta memberi kita kesempatan untuk berbincang manis berdua lagi, akan ku ceritakan bagaimana susahnya aku mengalihkan pikiranku ini darimu. kamu tetap menjadi peran utama yang tidak akan tergantikan oleh siapapun. terimakasih telah menjadi alasan bahagiaku tercipta, ternyata aku pernah sebahagia itu dicintai hebat olehmu.

__ADS_1


Tanpa sadar Anin kembali menitikan air matanya, membuat windy yang melihatnya menjadi khawatir.


Hey beb, apa yang terjadi?


Tidak apa apa win, Aku hanya merindukannya..


Siapa? Arka? sudahlah nin dia sudah memiliki kekasih sekarang.


Bukan dia, tapi seseorang yang selalu aku libatkan dalam hal apapun, dia yang selama ini menjadi penguatku, seseorang yang telah berjuang untuk hatiku.


Bodoh sekali kamu nin, Jika ada yang sudah berjuang untukmu kenapa kamu malah memilih mencari Arka?


Aku hanya ingin menepati janjiku win.


aish...dia saja tidak ingat, dia sudah bahagia dengan kekasihnya.


iya..kau benar win, tapi Aku akan tetap menemuinya...


Whaaat...?


untuk apa nin?


jangan bilang kamu akan mengemis cinta padanya.

__ADS_1


__ADS_2