Tentang Kita

Tentang Kita
Part 07.


__ADS_3

Vania memasuki ruang kelas dengan wajah suntuk. Ada beberapa hal yang membuat Vania sedih. Pertama, kak Gamma belum menerima follow request instagram Vania. Kedua, cewek yang kemarin bersama kak Gamma itu siapa? Pacarnya kah?


Possitive thinking, paling itu sepupunya, kan?


Tapi kalau cewek itu benar pacarnya kak Gamma gimana?


Memikirkan itu di pagi hari membuat kegalauan Vania bertambah. Mood Vania bener-bener anjlok banget pagi ini.


Kalau benar kak Gamma sudah punya pacar, terus Vania bagaimana dong? Masa harus nyerah sebelum berjuang. Tidak, biar bagaimana pun, Vania nggak mau menyerah dulu. Vania ingin memastikan dulu.


Tuhan, sekarang Vania harus bagaimana?


Nggak tau ah, mau beli trek aja.


Tita kemana lagi, tumben belum datang. Biasanya Tita datang sebelum Vania datang ke sekolah. Sekarang Vania mau curhat sama Tita, tapi malah belum datang.


"Van, lo udah chat kakak OSIS yang kemarin?" Suara Raina menyentak lamunan Vania.


Chat kakak OSIS yang kemarin? Kak Gamma dong berarti? Oh iya, kenapa Vania lupa ya, kan dia sudah memiliki kontak kak Gamma. Kenapa nggak coba chat, alih-alih menanyakan kabar tentang pendaftaran OSIS, sekalian modus gitu.


"Belom, sih. Kayaknya nanti deh gue mau coba chat kak Gamma." Balas Vania sambil memasang senyum gaje.


"Oh, namanya Gamma? Baru tau gue."


Raina belum tahu kak Gamma? Bukannya tuh anak selalu update tentang cogan ya?


"Iya, namanya Gamma. Cakep, manis, ngajinya bagus. Idaman deh."


"Lo suka ya sama Gamma?" Raina menggerlingkan matanya ke arah Vania. Sedangkan Vania hanya mendelikkan matanya.


"Van, Gamma cakep ya? Pacarable banget, hehe."

__ADS_1


Raina ngomong apa barusan? Wah, ngajak berantem kayaknya. Enak aja bilang kalau kak Gamma itu pacarable. Eh, emang iya sih, dia pacarable banget. Tapi cuma Vania ya, yang boleh jadi pacarnya plus jadi futurenya kak Gamma.


Vania hanya menatap sinis Raina. Pokoknya kalau nanti Raina berani modus ke kak Gamma, biar Vania laporin ke Rangga. Biar rumah tangga mereka goyah.


Bodo ah, Vania kesel sama Raina.


********


"Muka lo lecek banget deh, kayak baju yang belom disetrika seminggu."


Vania dengan malasnya menolehkan kepala ke arah Tita yang berada di sampingnya. Mendengus pelan, ia hanya balas ejekan Tita dengan mencibir.


"Ta, kak Gamma belom follback gue."


Vania sedih, banget. Kenyataannya Vania itu invisible banget di mata kak Gamma. Kok kedengerannya nyesek ya?


Tapi kalau dipikir-pikir, cowok kayak kak Gamma nggak mungkin nggak punya pacar. Secara kak Gamma itu Ganteng, kulitnya sawo matang, nggak putih sih, tapi manis. Tinggi, badannya juga sedikit berisi. Enak deh kalau buat dipeluk.


"Belum sempet kali, Van."


Belum sempat? Sesibuk apa kak Gamma sampai pencet tombol confirm dan follow aja nggak bisa.


"Kelas sebelas tuh sesibuk apa sih, Ta, sampe nggak bisa pencet tombol follow back? Se-invisible itu gue dimata dia."


Tuh, kan, Vania sedih lagi. Belum juga mulai jam belajar. Tapi rasanya mau pulang duluan aja. Boleh nggak sih izin karena galau doi nggak peka-peka? Vania mau izin aja nih.


Apa Vani chat kak Gamma aja ya? Kan lumayan tuh modus dikit, sekalian biar kak Gamma juga menyimpan nomor dia gitu.


Tapi mau chat kayak gimana?


"Hallo kak, ini aku yang daftar jadi OSIS. Jangan lupa di save ya nomorku." Masa chat begitu, sih? Nanti yang ada kak Gamma jadi ilfeel. Nanti kak Gamma tau lagi kalau Vania lagi modusin dia.

__ADS_1


Kan, Vania maunya semua berjalan natural gitu. Senatural perasaan yang dia miliki untuk kak Gamma.


Atau gini aja kali ya, "Hallo kak, ini aku yang daftar jadi anggota OSIS. Untuk informasi selanjutnya gimana, ya kak?"


Ah, benar. Nggak kelihatan modus kalau begitu. Mulus, halus, lancar jaya. Hehe.


Baru saja Vania membuka profil whatsapp Gamma yang ia beri nama soon to be pacar. Pertama-tama yang dilakukan Vania adalah melihat foto profil Gamma terlebih dahulu, yang mana Vania nggak akan bosan untuk menatapnya. Lalu memulai sesuatu untuk mengetikkan pesan ke kak Gamma. Tapi, lagi-lagi dia harus menyiapkan hatinya terlebih dahulu. Karena masih deg-degan ini. Lebay memang.


Saat Vania masih memikirkan kata-kata yang sempat terlintas di pikirannya, tiba-tiba ada satu notifikasi dari instagram. Dilihatnya notifikasi di layar belakang ponsel. Ternyata ...


ASDFGHJKL -WHAT?!


KAK GAMMA MEM-FOLLOW BACK VANIA!


Tarik napas, buang. Tarik napas, buang.


OH GOD, KAK GAMMA FOLLBACK VANIA. DUH VANIA JADI PENGIN KOPROL DI DEPAN KELAS DEH. DI FOLLBACK SAMA GEBETAN RASANYA ITU... SESUATU.


Tita harus tau kabar gembira ini, pokoknya Tita harus tau.


"TA, KAK GAMMA FOLLOW BACK GUE, TA!!!"


Vania berucap dengan pelan tapi semangat. Tapi kok semua murid di kelasnya menatap Vania dengan pandangan aneh, sih?


Vania menoleh ke arah Tita, dan Tita membalas tatapan Vania dengan pandangan "Van, liat ke depan. Sekarang." Lalu pandangan Vania jatuh pada Bu Ratna di depan kelas yang sudah memasang wajah sangar.


Duh, guru yang satu ini kok serem banget, sih.


**A/N : guysss... kalau kalian suka sama cerita ini like dan komen ya. Aku butuh asupan semangat nih hehe


kritik dan saran juga boleh. Thanks**^^

__ADS_1


__ADS_2