Tentang Kita

Tentang Kita
Jauh yang Dekat


__ADS_3

Faiz memantau dari kejauhan, netranya menatap sosok gadis yang tengah duduk termenung menatap langit.


"menatap langit membuatku semakin sadar akan posisi diriku yang tidak bisa menggapaimu, kamu lah langit itu"batin Anin


hai..Apa kabar? suara lembut faiz menyadarkan anin dari lamunannya.


Anin masih terdiam, ia seolah tak percaya, ia mengusap matanya, Apa aku sedang berkhayal?


Tidak..jawab faiz singkat


Maaf tuan, Sedang apa anda disini? Anin.


Apa? Tuan? Sejak kapan aku jadi tuanmu?


"Anin tampak sedikit berpikir", Sejak Anda sudah bekerja sama dengan perusahaan Tempat saya bekerja.


Ouh begitu rupanya. jawab faiz singkat, namun hatinya seolah bergemuruh, Mengapa jadi secanggung ini? Apakah keadaan sudah menciptakan jarak di antara mereka.


Anin Juga tampak bingung, dulu mereka sedekat nadi, namun sekarang sejauh matahari. Keadaan benar benar membuat mereka semakin berjarak.

__ADS_1


Anin, bolehkah aku bertanya sesuatu? faiz.


Silahkan tuan, Anin.


Apakah kamu bahagia sudah bertemu dengannya?


Aku Bahagia. jawab anin, Namun matanya menolak, ada buliran air mata yang menumpuk di sana.


Saking bahagianya kau sampai menangis nin. Aku turut bahagia untukmu, Selamat kau sudah menemukan sosok yang selama ini kau sebut masa depan.


Ternyata benar sekencang apapun aku mengejarmu, sekuat apa aku berjuang, dan sepandai apa aku merancang, Garis takdir tidak mungkin bisa aku patahkan.


"Anin semakin terisak" Lepaskan dan lupakan aku Tuan, anda hanya akan tersiksa oleh perasaan Tuan sendiri, jadi aku harap berhentilah mencintai orang yang tidak mencintaimu Tuan,Anin.


Salah satu sifat burukku adalah, ketika jatuh cinta, aku akan benar benar jatuh di dalamnya tanpa tau cara untuk berhenti. Faiz


Tuan bukan tidak bisa, hanya saja belum terbiasa, percayalah Tuan, Perasaanmu akan hilang seiring dengan berjalannya waktu. Anin


Ini hatiku, Ini perasaanku, dan ini hidupku, Kamu memang Yang menjadi Pemiliknya Tapi kamu tidak berhak membuatnya Berhenti apalagi mati. Rahang faiz mengeras, ia tidak terima dengan perkataan anin.

__ADS_1


Bukankah Tuan sudah bahagia dengan Wanita lain, Lantas mengapa masih berbicara perihal Cinta denganku?


Dasar Bodoh, Apakah aku terlihat seperti seorang yang Mudah jatuh cinta? Kau tau betul nin, Aku selalu konsisten dengan apa yang aku rasakan.


Lalu mengapa Tuan tidak mencariku? mengapa Tuan bersikap dingin dan seolah tidak mengenaliku tadi, Dan siapa wanita yang memeluk mesra anda di lobby Kantor? Anin mengeluarkan semua unek-uneknya, entah itu sengaja atau keceplosan. ia tidak bisa menahan lagi.


Hahaha. faiz tertawa seolah Berhasil memancing anin mengungkapkan perasaanya.


Jadi kau sengaja pergi agar aku mencarimu? satu hal yang perlu kamu tau, Aku Masih sangat mencintaimu Nin, aku hanya berhenti menunjukkannya. Aku memberimu ruang untuk mengejar bahagia dan memenuhi keinginanmu.


Sekarang kamu sudah bertemu dengannya, Aku kesini hanya untuk memastikan kau benar benar bahagia.


Kau tau Tuan, dulu ada seseorang yang membuatku begitu bersemangat untuk bertemu dengannya, namun sekarang orang itu menjadi orang yang paling tidak ingin aku temui.


Mengapa Nin? Apakah cintanya tidak setulus cintaku? Apakah Ruang yang ia ciptakan tidak senyaman ruang yang aku berikan? "Faiz sebenarnya sudah mengetahui semua yang terjadi antara arka dan anin, Hanya saja ia ingin anin mengungkapkan dan menyadarinya sendiri"


Kau benar sekali tuan, Pada akhirnya aku tidak akan menemukan cinta sebesar Tuan pernah mencintaiku. Ani menundukkan wajahnya.


Pergilah Tuan, Terimakasih Sudah pernah mencintaku dengan cara yang sempurna, dicintai setulus itu, aku kembali merasa beruntung di tengah sialnya Nasibku selama ini.

__ADS_1


__ADS_2