
Mendengar semua perkataan Anin, Faiz sangat bahagia, Cinta yang selama ini selalu kembali dengan tangan kosong, Kini sudah menuai Hasil, Tanpa anin sadari, Ia telah mengungkapkan perasaan Bahagianya dicintai oleh Faiz.
Tanpa sepatah katapun, Faiz memeluk erat Anin. Ia menyalurkan segala rasa yang terpendam, perasaan rindu bercampur rasa sakit yang selama ini ia pendam sendiri.
Awalnya Anin hanya diam, Namun karna ia juga sangat amat merindukan Faiz, perlahan ia pun membalas pelukan Faiz. tidak ada kata yang tercipta di antara mereka. Hanya sebuah Rasa yang saling mereka ungkapkan dalam pelukan.
Maukah kamu berjuang bersama? Faiz memecah keheningan, namun dalam posisi masih memeluk anin.
"Anin melepaskan pelukan Faiz" Maaf, tapi aku tidak bisa Tuan.
Kenapa Nin? apakah Kamu tidak mencintaiku?
tidak seperti itu maksud saya Tuan. "Anin menghela nafasnya"
__ADS_1
Bukan karna tidak ingin berjuang, Aku tidak mungkin melawan Restu nyonya besar, Karna sampai kapanpun anak lelaki akan tetap menjadi milik ibunya Tuan. Aku tidak ingin hubungan Antara Tuan dan Nyonya besar jadi renggang. Biarlah semua menjadi kenangan saja Tuan. Aku akan membawa cinta ini kemanapun aku pergi.
Dasar Bodoh. Kamu menyerah begitu saja? Lupakan cintamu jika memang kau sama sekali tidak berniat mencoba untuk berjuang. Faiz sangat kesal. ia membuang pandangannya.
Hanya karna Mommy tidak merestui, kamu menyerah begitu saja, Bagaimana kamu bisa mendapatkan restu, berjuang saja kau sama sekali tidak niat. Hubungan itu Harus sama sama berjuang Nin, Jika hanya salah satunya, itu bukan Hubungan, Tapi cinta sepihak.
Iya juga ya Tuan. Hahaha Anin tertawa merutuki kebodohannya sendiri.
Faiz mencubit pipi chubby anin, Ia semakin gemas dengan tingkah konyol anin.
Maafkan saya Tuan, Saya pikir Anda akan lebih bahagia, Saya pikir kehilangan Orang sepertiku tidak berpengaruh apapun dalam hidupmu Tuan.
Kau selalu saja merendahkan dirimu sendiri.
__ADS_1
Kau tidak pernah sadar Ada senyum yang akan hilang jika kau pergi.
Selama ini aku menahan rasa sakitku sendiri, dan Saat itu aku sudah merasa duniaku berhenti, Apalagi saat mengetahui kau sudah bertemu dengannya.
Sejujurnya Tuan, Aku menemuinya Bukan untuk berjuang atas janji yang pernah kami buat bersama, Aku hanya memastikan Rasaku padanya telah berakhir, Aku ingin menyudahi janji yang pernah kami buat, karna bagiku sebuah janji tetaplah janji. aku tidakkan bisa memulai hubungan yang baru jika aku masih berhutang janji pada orang lain.
Berarti sekarang kamu sudah siap memulai hubungan yang baru? Faiz.
Menurut Tuan bagaimana? balas anin menggoda faiz.
Faiz menarik Tangan Anin sehingga membuat anin menabrak dada bidang faiz, kemudian faiz memeluk erat seolah tidak ingin kehilangan lagi.
Aku mencintaimu Anindya Farzana, Aku tidak peduli Mommy setuju atau tidak. Aku tidak ingin kau pergi lagi dari sisiku, Kau tau nin setiap hari aku tersiksa.
__ADS_1
Berjanjilah padaku kali ini, Tidakkan menyerah apapun yang terjadi, tetaplah berjuang untuk hidup bersama.
"Anin membalas pelukan Faiz" Aku Anindya Farzana berjanji padamu Tuan, Aku akan berjuang, Aku tidak ingin lagi takdir mempermainkan hidupku, Mulai saat ini aku akan menciptakan bahagiaku bersamamu Tuan.