Tentang Kita

Tentang Kita
LDR


__ADS_3

Besok aku akan kembali ke kota M..,apa kamu mau ikut?


Hemm..Tidak Tuan, Masih banyak urusan yang harus aku selesaikan, sampai saat ini, Aku juga belum bertemu dengan ibuku. Raut Wajah anin seketika berubah menjadi sedih, Ia mengingat bahwa ibunya kini sudah menikah lagi dan memiliki keluarga kecil yang baru.


Faiz yang melihat perubahan expresi di wajah anin pun kini kembali memeluk Anin.


Menangislah, Jangan pernah memendamnya sendiri, kamu masih punya Aku, Nenek, dan rey.


Anin menangis di pelukan Faiz..


Aku capek Tuan, Jalan hidupku begitu melelahkan, Takdir begitu kejam.


Selama ini, Aku memendamnya sendiri.


Aku ingin berkata kepada ibuku, Bahwa anak perempuannya kini sedang tidak baik baik saja. Belum kering luka yang ditinggalkan oleh kematian ayah, Kini aku harus kembali terluka oleh kepergian ibuku, Ia tidak pergi selamanya, ia masih ada di dunia ini, namun aku kehilangan sosoknya, Mereka yang Aku harap menemani proses pendewasaan dalam hidup, Malah menjadi Alasan Aku untuk dewasa sebelum waktunya.


Aku lelah Tuan, Rasanya sesak, Dunia memaksaku tersenyum bahkan saat keadaanku sedang kacau.


Faiz semakin mengeratkan pelukannya, Sungguh ia berat meninggalkan Anin dalam keadaan seperti ini.


Kalau begitu, ikut saja denganku Nin, kita kembali ke kota M, Aku akan segera menikahimu.


Tidak semudah itu Tuan, Tuan lupa , kita masih perlu berjuang. Biarlah aku memantaskan diri, Biarlah aku bekerja disini, murni karna Kemampuanku bukan karna Aku kekasih seorang Presedir.

__ADS_1


Kamu memang wanita Hebat Nin, Aku tidak salah pilih menjatuhkan hatiku padamu. tapi nin, Aku tidak sanggup berjauhan lagi." Faiz menatap Anin dengan tatapan sendu"


Tidak apa-apa Tuan, Kita masih bisa saling berkabar, Tuan juga bisa mengunjungi aku disini, kapanpun Tuan mau.


Berhentilah memanggilku Tuan, Aku bukan Tuanmu. Aku ini calon suamimu. Paham. balas Faiz dengan penuh penekanan.


iya..iya.. Sayang. Anin mengucapkannya sambil tesenyum geli.


Apa katamu? coba ulangi.."Faiz menggoda Anin"


Tau Ah, Males. Sudah, Pulanglah istirahat, Besok aku Akan menemuimu sebelum kembali ke Kota M.


Benarkah? Kamu harus ikut mengantarku ke Bandara Bee.


Aku tidak janji Bee, kamu kan tau, aku sudah bekerja.


Baiklah, Kali ini Aku setuju, Tapi untuk selanjutnya, Aku tidak ingin kamu menggunakan kekuasaanmu dalam hal pekerjaanku bee, Aku mohon mengertilah.


Iya Anindya Farzana...,


Aku kembali ke apartemen dulu, sampai bertemu besok bee. Faiz mencium kening Anin dengan lembut. kemudian berlalu meninggalkan Anin


Hati Hati ya bee. Anin melambaikan tangannya ke arah Faiz.

__ADS_1


Setelah Kepergian faiz, di balik pintu Windy tampak menahan tawanya,kemudian Ia segera menghampiri Anin.


Cie..cie..Hem..hem..


Windy mengejutkan Anin..


Loh win, Sejak kapan kamu berdiri di situ.


Sejak tadi, Sebelum adegan Cium kening. Hahaha Tawa windy pecah, ia masih saja menggoda Anin.


Wajah anin kini sudah merah menahan malu, bisa bisanya Dia tidak menyadari kehadiran windy yang ternyata sudah memperhatikan dan melihat adegan romatisnya dengan faiz.


Cie..cie..Ada yang balikan nih ye..,Windy.


Apaan sih Win! Anin kesal karna windy masih saja menggodanya.


Aku turut bahagia Nin, Sekarang kamu sudah menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Kau tau Win, Aku baru saja mengambil resiko terbesar dalam hidupku, Entah saat ini aku harus bahagia atau sedih. yang jelas, Aku akan mencoba berjuang Mendapatkan hati Nyonya besar. Aku akan memperjuangkan cintaku Win.


Keputusan yang kamu ambil sudah benar, Buktikan pada Nyonya besar bahwa kebahagiaan faiz ada pada dirimu, Dan buktikan pada dunia bahwa kamu layak bahagia.


Terimakasih ya Win, kamu adalah salah satu keberuntungan Yang selalu aku syukuri.

__ADS_1


Yaiyalah.., Kapan lagi coba? dapat sahabat sebaik dan secantik aku? Windy dengan kepercayaan diri yang sudah mencapai batas maksimal.


yayayaya...Kau benar Windy Putrianti. Anin sambil mencubit pipi windy karna gemas dengan tingkah sahabatnya itu


__ADS_2