
Kota J merupakan kota impian Anin, Sejak kematian Ayahnya membuat anin harus tinggal di kota M kampung halaman ayah anin, Namun anin bertekad kuat untuk kembali lagi ke kota J demi masa depannya.
Sesampainya di kota J, Anin kemudian menuju Alamat rumah yang dulu ia tempati bersama keluarga kecilnya, Ia sudah tidak sabar bertemu dan memberi kejutan kepada ibu dan Arka, Namun setelah sampai ke alamat yang ia tuju, Anin bingung sendiri, mengapa rumahnya sepi tak berpenghuni.
Tok..Tok.. mama...maaah...*anin mengetok pintu sambil memanggil ibunya*
Anin kembali berpikir, Apa mama belum pulang kerja. mungkin lebih baik aku menunggu disini saja...
Anin duduk di teras rumahnya..
tidak lama kemudian datanglah seorang gadis, ia memperhatikan anin dari jauh, semakin melangkah dan mendekat. Anin yang sedari tadi sibuk dengan pikirannya tidak sadar kedatangan seseorang.
Kamu Anin ya?
Windy? kamu windy kan?
iya..Aku windy..*reflek memeluk anin*
Anin pun membalas pelukan windy..
Bagaimana kabarmu nin? sepertinya kamu baru saja sampai.
iya nih win, seperti yang kamu lihat, keadaanku baik baik saja.
syukurlah Nin..jawab windy
Ohya kenapa rumahku sepi ya win? apa mamaku belum pulang kerja?
__ADS_1
Windy tampak berpikir, "apa anin tidak tau yah kalau mamanya sudah menikah lagi dan kembali ke kampung halamannya kota S"
Loh win kamu di tanya malah diem aja sih? kamu tau ga mamaku kemana?
kamu beneran ga tau nin?
Ya enggalah, makanya aku nanya.
Maaf ya nin, sebenarnya 2 Bulan yang lalu mamamu sudah menikah lagi dan yang ku dengar dari ibuku sih mamamu kembali ke kampung Halamannya.
Duaaar...Hati anin seperti di hantam Batu besar, Ini lebih sakit dari pada kehilangan kabar cinta pertamanya Arka. kakinya lemas seperti tak bertumpu, Ia kemudian mundur kebelakang hampir terjatuh, untung saja windy sigap memegang kedua tangan anin.
Niiiin..kamu baik baik saja? ayo kita masuk ke rumahku dulu, kamu harus istirahat. sepertinya kamu kelelahan. ohya Maafin aku nin, aku pikir kamu udah tau semuanya.
Anin berusaha mengumpulkan kesadarannya.
Aku gak papa Win, terimakasih sudah membantuku, tolong ceritakan semua yang kamu ketahui tentang mamaku.
Windy membantu anin untuk berjalan menuju rumahnya...
Bu...bu..*sambil menggedor pintu rumah* tolong di buka pintunya..
ceklek...suara pintu terbuka, Ibu helmi terkejut melihat siapa yang bersama putrinya windy.
Nak anin...sini nak masuk...*ibu helmi mempersilahkan anin masuk, kemudian bergegas mengambilkan minum*
Duduk dulu nin..
__ADS_1
Iya bu, kemudian Anin mendaratkan bokongnya di sofa...
*diminum dulu nak*
Terimakasih bu...jawab anin
tidak perlu sungkan nak.
Bu, Anin baru saja sampai dan sepertinya Anin tidak tau apapun yang terjadi selama ini.
*ibu helmi reflek menutup mulutnya dengan tangan* Ya Ampun kasihan sekali kamu nak.
Ya sudah kamu istirahat dulu di kamar windy.
Win Ajak anin ke kamarmu.
Baiklah bu...jawab windy.
Sesampainya di kamar, Anin menitihkan air matanya..
Maaf win, Aku sudah membuat kamu dan ibumu jadi repot.
Kamu ngomong apasih nin, kita itu sudah seperti saudara sejak masih kecil bahkan sejak bayi...*windy tertawa cekikikan, berusaha menghibur anin*
Anin menghela nafasnya ...
Hemmm sekali lagi terimakasih banyak win.
__ADS_1
Sudah jangan banyak pikiran, Kamu harus tabah, kamu harus kuat, Mungkin ini sudah menjadi takdirmu nin, tapi kamu harus yakin setelah badai hujan pasti akan ada pelangi yang sangat indah. semangat ya..*windy kembali memeluk anin*
Anin membalas pelukan windy, ia kembali menitikan airmatanya. pikirannya semakin kacau, sungguh ia benar benar kehilangan arah.