Tentang Kita

Tentang Kita
Fall in Love


__ADS_3

5 Bulan Sudah Anin dan Faiz merajut kisah, Membangun Indah sebuah mimpi Untuk menua bersama. Jarak seolah tak menjadi Masalah Bagi mereka, Bahkan Faiz rela Bolak balik Ke kota J hanya untuk melepas kerinduannya Pada Anin.


Selama itu Juga hanya kebahagiaan yang mengisi hari hari pasangan yang sedang di mabuk Asmara.


Bee coba Tebak aku sekarang Ada dimana?, Faiz.


Di kantor? tanya Anin.


Cepatlah ke Lobby, Aku sudah izin pada bu cintya untuk mengajakmu Makan siang bersama.


Loh bee, Ini belum waktunya untuk makan siang, Masih ada sekitar 45 menit lagi. jawab anin sedikit kesal, Lagi lagi Faiz menggunakan kekuasaanya.


Aku tidak perduli, kalau dalam waktu 5 Menit kamu tidak menemuiku, Aku sendiri yang akan menjemputmu. gimana?


Jangan konyol. Diamlah, aku segera kesana. Anin makin kesal, Dengan cepat ia berlari menemui Faiz. Ia selalu di buat senam jantung dengan kedatangan faiz yang seenaknya tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


Tanpa Rasa malu sedikitpun, Faiz langsung memeluk Anin, Ia tidak perduli lagi dengan beberapa karyawan yang menatap mereka. Anin yang merasa sedikit risih melonggarkan pelukan Faiz.


Bee, Ini di kantor. ucap anin lembut.

__ADS_1


Memangnya kenapa? siapa yang berani melarangku?


tidak ada bee, Ayo cepat, katanya mau mengajakku makan siang? Anin berusaha menarik lengan faiz menuju mobil, sebenarnya bukan karna malu, Hanya saja anin risih oleh semua tatapan karyawan yang menyaksikan adegan Bucin dari Seorang Presedir Syailendra Grup. Ia tidak ingin Kebahagiaan mereka dan keromantisan mereka menjadi konsumsi publik.


Setelah sampai pada mobil Sport mewah milik Faiz, Anin pun mengelus lembut kepala Faiz.


Terimakasih bee, Ucap Anin.


Untuk apa? Aku belum memberimu kejutan yang sesungguhnya. Faiz.


Kamu rela bolak balik Dari kota M ke kota J hanya untuk menemuiku, padahal aku tau kamu sangat sibuk. Terimakasih untuk waktu dan kasih sayangmu bee.


Simpan dulu ungkapan terimakasih itu bee. aku akan membawamu ke tempat yang sangat indah. Tutup mata dulu tapi?


Faiz menutup mata anin menggunakan penutup mata dari kain.


setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit mereka pun sampai di Danau yang sangat indah. Faiz segera membuka penutup Mata anin.


Surprise....Faiz berteriak senang

__ADS_1


Anin takjub melihat sekelilingnya begitu indah, Danau yang airnya jernih, Ada kursi dan Meja yang lengkap dengan Makanan Favorit Anin, tak lupa juga Serangkaian bunga yang menambah kesan romantis pada tempat yang sudah di rancang Faiz.


Anin terharu, Ia menitihkan air mata, Namun kali ini bukan Air mata kesedihan, Melainkan Air mata kebahagiaan.


Bee...Kenapa menangis? Apa kamu tidak suka? tanya Faiz lembut, tangannya membelai pipi Anin.


Bukan begitu Bee, Ini semua lebih dari bahagia, sampai aku tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Faiz menggenggam tangan anin, ia menatap penuh keyakinan "Anindya Farzana, Maukah kamu menikah denganku?"


Raut Wajah Anin bahagia tapi penuh tanya.


Faiz yang seolah paham tentang pertanyaan dan keraguan yang ada di pikiran anin pun langsung menepis semuanya.


Soal Mommy, Kamu tidak perlu khawatir, Mommy sudah bersedia bertemu denganmu, Dan mommy juga bilang akan belajar menerimamu Nin.


"Anin kembali terharu" Benarkah? tanya anin


Apakah kelihatannya aku sedang berbohong?

__ADS_1


"Yes, I will." jawab anin singkat namun penuh keyakinan


Terimakasih bee, Faiz memeluk anin dengan erat, Ia sangat bahagia, sebentar lagi impian untuk hidup bersama akan terwujud. Dengan perasaan yang sama bahagianya, Anin membalas pelukan Faiz.


__ADS_2